"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pembayaran BBM via QRIS di SPBU Pertamina Minimal Rp 50.000, Ini Aturannya!

Penggunaan QRIS untuk Pembelian BBM di SPBU Pertamina

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 17 Agustus 2019, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran semakin berkembang. Kini, tidak hanya supermarket dan toko kelontong yang menerima transaksi menggunakan QRIS, tetapi juga SPBU Pertamina. Tingginya penggunaan QRIS disebabkan oleh kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan transaksi.

Namun, di media sosial beredar unggahan dari warganet yang menyampaikan keluhan terkait penggunaan QRIS untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertamax di SPBU Pertamina. Mereka menyatakan bahwa pembelian BBM di jalur mobil memerlukan transaksi minimal sebesar Rp 50.000.

Unggahan tersebut berasal dari akun @merapi_uncover, yang menulis:

“Apakah pembelian Pertamax di jalur mobil dan bayar pakai QRIS minimal harus Rp 50.000? Jadi biasanya aku isi BBM di pom ini. Biasanya aku isi Pertamax di pom, jalur motor dan pembelian tidak sampai 50 ribu tapi tetap bisa bayar pakai QRIS. Nah pagi ini aku beli Pertamax, di jalur mobil karena sampai SPBU antre di sana dan jalur motor belum dibuka. Sebelum isi tanya dulu bisa QRIS apa enggak. Terus petugasnya menginfokan bisa tapi minimal order Rp 50.000. Apakah memang aturannya seperti itu jika motor isi di jalur mobil?”

Pertanyaan ini memicu pertanyaan apakah benar aturan pembelian BBM menggunakan QRIS di SPBU Pertamina membatasi transaksi minimal sebesar Rp 50.000?

Aturan Pembayaran BBM dengan QRIS Berbeda di Setiap SPBU

Menanggapi hal ini, Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa aturan penggunaan QRIS untuk pembelian BBM bergantung pada kebijakan masing-masing SPBU. Hal ini dikarenakan setiap SPBU bekerja sama dengan perbankan tertentu.

“Penggunaan QRIS ini tergantung dari masing-masing SPBU karena berpartner dengan perbankan,” ujar Roberth saat dihubungi.

Artinya, batas minimal transaksi saat menggunakan QRIS ditentukan oleh masing-masing SPBU. Meskipun demikian, Roberth mengimbau kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi MyPertamina jika ingin melakukan pembayaran tanpa batasan minimal transaksi.

Keuntungan Menggunakan Aplikasi MyPertamina

Aplikasi MyPertamina menawarkan berbagai keuntungan bagi pengguna. Selain tidak dibatasi oleh minimal transaksi, aplikasi ini juga menyediakan beragam promo setiap bulannya dari PT Pertamina (Persero). Konsumen dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi ini untuk melakukan transaksi pembelian BBM.

Tidak hanya itu, MyPertamina juga dilengkapi dengan fitur lain seperti poin yang dapat ditukarkan dengan voucher. Pengguna aplikasi ini dapat melakukan pembayaran melalui berbagai metode, termasuk LinkAja, Gopay, OVO, kartu debit (Mandiri, BNI, BRI), dan kartu kredit (Visa, Mastercard, JCB).

Cara Menggunakan MyPertamina

Untuk melakukan transaksi menggunakan MyPertamina, pengguna perlu menghubungkan aplikasi tersebut dengan metode pembayaran yang telah disediakan. Setelah itu, pembayaran dapat dilakukan dengan memindai atau scan QR code dari aplikasi MyPertamina.

Layanan ini dapat digunakan baik oleh pengguna mobil maupun motor. Keamanan transaksi juga terjamin karena pengguna dapat melakukan pembayaran dari jarak minimal 1,5 meter dari dispenser BBM atau bahkan dari dalam mobil.

Layanan Pelanggan dan Bantuan

Bagi konsumen yang memiliki pertanyaan terkait pembelian BBM menggunakan QRIS atau MyPertamina, mereka dapat menghubungi Pertamina Call Center 136. Selain itu, pengguna juga bisa menggunakan fitur telepon video di aplikasi MyPertamina serta chatbot NADIA di aplikasi MyPertamina dan WhatsApp 08111350135.

Keluhan atau pertanyaan juga dapat disampaikan melalui media sosial Pertamina di alamat @pertamina.135 (Instagram), @pertamina135 (X), Pertamina Call Center 135 (Facebook), maupun email pcc135@pertamina.com.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *