Perayaan Kehadiran NTT Mart di Kabupaten Malaka
Kegiatan Green Opening dan peluncuran NTT Mart yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malaka bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT berlangsung meriah di depan Sekretariat Dekranasda Kabupaten Malaka. Acara ini mengusung tema “Cintai Produk Lokal” dan dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama rombongan.
Kehadiran Gubernur NTT disambut secara adat oleh masyarakat setempat. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan penuh makna budaya, dimulai dengan tarian adat khas Malaka, pengalungan selendang, tutur adat, serta pengantaran sirih pinang yang dilakukan oleh para penari dengan gerak tarian yang anggun. Nuansa kearifan lokal terasa kuat sejak awal kegiatan, mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Malaka yang tetap terjaga.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu (HMS), para rohaniawan, Tim Penggerak PKK, Dekranasda Kabupaten Malaka, Anggota DPRD Provinsi NTT Agustinus Nahak, pimpinan DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Malaka, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malaka, perwakilan TNI-Polri, BUMN, BUMD, serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Produk UMKM Diperkenalkan Secara Menarik
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menampilkan berbagai produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Malaka. Beragam produk lokal dipamerkan, mulai dari hasil olahan pangan yang telah dikemas secara modern dan menarik, kerajinan tangan, hingga kain tenun khas daerah. Pameran itu menjadi bukti nyata bahwa pelaku UMKM Malaka terus berbenah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libin, menyampaikan bahwa launching NTT Mart di Kabupaten Malaka merupakan hasil kolaborasi antara Dekranasda Kabupaten Malaka dan Pemerintah Provinsi NTT. Menurutnya, kehadiran NTT Mart bertujuan untuk menjadi wadah pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal unggulan daerah.
“NTT Mart ini dihadirkan agar produk lokal kita bisa terus berkembang, khususnya produk UMKM di Kabupaten Malaka. Karena itu, kita semua yang hadir di sini harus mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai produk unggulan daerah,” ujar Zet Sony Libin.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada pasar lokal saja, tetapi harus didorong agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Dengan dukungan semua pihak, NTT Mart diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal NTT untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
Potensi Produk Lokal yang Besar
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, dalam sekapur sirihnya menyampaikan bahwa Kabupaten Malaka memiliki potensi produk unggulan yang sangat beragam dan tersebar di 127 desa. Potensi tersebut meliputi kerajinan kain tenun, hasil pertanian, perikanan, serta berbagai produk lokal lainnya yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kehadiran NTT Mart kami harapkan dapat menjadi peluang untuk membangun sistem rantai pasar yang lebih baik, sehingga produk-produk lokal Kabupaten Malaka dapat dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga pasar internasional,” ujar Wabup HMS.
Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mendukung keberadaan NTT Mart sebagai sarana strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. Wabup HMS juga mengimbau masyarakat agar mencintai produk daerah dengan cara berbelanja dan memanfaatkan produk-produk yang tersedia di NTT Mart.
Penampilan Musik dan Tari
Usai sambutan Wakil Bupati Malaka, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan paduan suara dari siswa-siswi SMA Negeri Harekakae bersama kepala sekolah dan jajaran guru. Penampilan tersebut berhasil memukau para undangan dengan harmonisasi suara yang apik dan penuh semangat.
Lagu pertama yang dipersembahkan berjudul Jamila, sebuah lagu khas Ende, yang secara khusus dipersembahkan kepada Gubernur NTT mengingat latar belakang asal daerah beliau. Penampilan kemudian dilanjutkan dengan lagu khas Malaka berjudul Manu Aman Rai Malaka, yang dibawakan dengan penuh penghayatan dan diiringi gerakan tari sederhana yang menambah keindahan pementasan. Kedua lagu tersebut dipandu oleh seorang dirigen yang tampil energik dan berhasil menciptakan suasana meriah.
Pernyataan Gubernur NTT
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Kabupaten Malaka memiliki potensi yang sangat besar, terutama di sektor pertanian. Menurutnya, Malaka harus mampu melakukan revolusi pertanian karena kondisi geografis dan kesuburan tanah yang sangat mendukung.
“Malaka ini tanahnya sangat subur. Daerah ini memang rawan banjir, tetapi justru dari situlah datang kesuburan tanah karena humus yang terbawa dari daerah-daerah sekitar. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik,” tegas Gubernur Emanuel.
Ia menambahkan bahwa pembangunan NTT, termasuk Kabupaten Malaka, harus dilakukan dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki. Kehadiran NTT Mart, menurutnya, merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong kemajuan daerah melalui penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM.
“Melalui NTT Mart, kita ingin mengubah wajah NTT dan Malaka menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing, dengan bertumpu pada kekuatan produk lokal,” pungkasnya.
Kegiatan Green Opening dan Launching NTT Mart di Kabupaten Malaka pun menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal sebagai identitas dan kekuatan daerah.











