Tradisi Berburu Tengkong di Pulau Lombok
Musim hujan menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok. Bagi mereka, datangnya musim penghujan bukan hanya sekadar tanda turunnya air hujan, tetapi juga pertanda dimulainya musim berburu Tengkong—jamur liar yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.
Tengkong adalah sebutan lokal untuk jamur yang tumbuh subur di balik kelembapan tanah dan rimbunnya semak belukar. Aktivitas mencari Tengkong telah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak yang menjadikannya ajang bermain, hingga para ibu rumah tangga yang antusias menyisir pekarangan, kebun, hingga pematang sawah.
Ada kepuasan tersendiri saat menemukan tudung jamur putih yang baru mekar di balik dedaunan kering. Beberapa jenis jamur yang paling sering diburu antara lain Pumanu (jamur bulan atau jamur ayam), jamur gagak, dan jamur paku. Harga jamur-jamur ini berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000 per buah, tergantung ukuran dan jenisnya.
Pumanu, yang secara ilmiah dikenal sebagai Gymnopus, merupakan primadona di meja makan. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih membuatnya sering diolah menjadi tumisan atau dilawar—hidangan khas Lombok dengan bumbu kelapa—sebagai teman makan nasi yang sangat nikmat.
Berburu Tengkong tidak hanya menjadi aktivitas kesenangan, tetapi juga menjadi sumber rezeki bagi warga pedesaan. Di sekitaran tugu Metro Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, sering ditemui penjual Tengkong dadakan di pinggir jalan. Harganya pun bervariasi. Jamur ukuran kecil biasanya dibanderol sekitar Rp5.000, sedangkan untuk jenis jamur bulan dengan tudung sebesar telapak tangan orang dewasa, harganya bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per buah.
Di balik kelezatannya, jamur liar seperti Pumanu menyimpan segudang nutrisi. Secara umum, jamur merupakan sumber pangan rendah lemak dan kolesterol, namun kaya akan protein, mineral, dan vitamin. Dalam 100 gram jamur terkandung:
- 80 kalori
- 9,4 gram protein
- 14 miligram magnesium
- 5 miligram kalsium
- 32 mikrogram folat
- 277 miligram fosfor
- 5,3 miligram zat besi
- 1,1 miligram vitamin B1
- 0,1 miligram vitamin B2
- 3,1 miligram zinc
Selain itu, jamur juga diketahui mengandung beta glucan, selenium, dan berbagai vitamin, seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, dan vitamin D, serta memiliki sifat antioksidan, antiradang, antivirus, dan antidiabetes.
Manfaat Jamur untuk Kesehatan
Berkat kandungan nutrisinya yang melimpah, ada beragam manfaat jamur yang bisa Anda rasakan jika rutin mengonsumsinya, di antaranya:
-
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan selenium, vitamin B6, dan vitamin D dalam jamur membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selenium dapat mencegah kerusakan sel, vitamin B6 berperan dalam pembentukan sel darah merah, dan vitamin D merangsang pertumbuhan sel baru. -
Menjaga kesehatan otot dan saraf
Kalium dan tembaga dalam jamur berperan dalam memperkuat otot dan menjaga kesehatan saraf. -
Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Beta glucan dan kalium dalam jamur dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. -
Mengontrol tekanan darah
Kalium dalam jamur membantu mengontrol tekanan darah, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. -
Menjaga kesehatan tulang
Vitamin D dalam jamur penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. -
Menurunkan risiko diabetes
Serat dan polisakarida dalam jamur membantu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi stres oksidatif. -
Menjaga kesehatan jantung
Antioksidan dan beta glucan dalam jamur membantu mencegah penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung atau stroke. -
Mencegah kanker
Antioksidan dan beta glucan dalam jamur melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kanker.
Selain beberapa manfaat di atas, jamur juga diketahui dapat meningkatkan fungsi otak, menurunkan tekanan darah tinggi, hingga menjaga kesehatan sistem pencernaan.











