Forum Pencaker OAP Ajukan Tuntutan Kepada PT. Modern Multi Graha
Forum Pencari Kerja Orang Asli Papua (Pencaker OAP) kembali menggelar audiensi dengan manajemen PT. Modern Multi Graha di kawasan reklamasi Sorong Modern City (SMC), Kota Sorong, Papua Barat Daya. Acara ini berlangsung pada Rabu (21/1/2026) sore dan menjadi momen penting dalam upaya memperjuangkan hak-hak tenaga kerja lokal.
Pencaker OAP menyampaikan beberapa tuntutan yang telah dituangkan secara tertulis kepada pihak perusahaan. Salah satu hal utama yang disampaikan adalah pentingnya memprioritaskan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) serta memberdayakan masyarakat sekitar kawasan yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Ketua Pencaker OAP Provinsi Papua Barat Daya, Jolfin Kareth, menegaskan bahwa kehadiran tenaga kerja lokal bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga bagian dari menjaga stabilitas lingkungan. Ia menekankan bahwa ketika mal ini beroperasi, anak-anak OAP harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, masyarakat yang dimaksud berasal dari kawasan sekitar reklamasi, termasuk wilayah Lido, sekitar RS Maleo, Kampung Baru, dan lingkungan terdekat lainnya. Forum Pencaker juga menyampaikan sejumlah tuntutan yang telah dituangkan secara tertulis kemudian diserahkan kepada pihak perusahaan.
Jolfin menegaskan bahwa forum akan kembali pada 1 Februari 2026 guna mendengar jawaban dari pimpinan pusat atau pemegang saham. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak ingin hanya perwakilan perusahaan yang datang memberi jawaban. Jika aspirasi tidak diindahkan, forum akan turun dan mengawal.
Poin-Poin Tuntutan Forum Pencaker OAP
Berikut adalah beberapa poin tuntutan yang diajukan oleh Forum Pencaker OAP kepada PT. Modern Multi Graha:
-
Pengelolaan lahan parkir kendaraan
Pengelolaan lahan parkir kendaraan roda dua dan roda empat di lingkungan perusahaan agar dapat diberikan kepada kelompok Orang Asli Papua (OAP) yang terorganisir dalam wadah kami, sebagai bentuk pengutamaan tenaga lokal Orang Asli Papua sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. -
Tenaga keamanan (security)
Penerimaan tenaga keamanan agar mengutamakan Orang Asli Papua yang memenuhi standar kualifikasi, kompetensi, dan persyaratan keamanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk UU Otonomi Khusus Papua dan UU Ketenagakerjaan. -
Tenaga kerja umum
Pihak perusahaan agar memberikan kesempatan kerja kepada Orang Asli Papua untuk mengisi posisi tenaga kerja umum, sepanjang memenuhi persyaratan dan kompetensi yang dibutuhkan, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan profesionalisme. -
Tenaga kerja dengan kemampuan komputer
Penerimaan tenaga kerja pada posisi yang membutuhkan kemampuan pengoperasian komputer di bagian internal perusahaan agar mempertimbangkan dan mengutamakan Orang Asli Papua yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. -
Kerja sama penyediaan bahan kebutuhan pangan
Kami dari pihak pencakar WP meminta agar pihak manajemen mal dapat menjalin kerja sama dengan kami dalam hal penyediaan atau suplai bahan makanan, seperti sayur-mayur, telur, dan kebutuhan pangan lainnya untuk operasional di dalam mall, sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua. -
Pernyataan sikap dan batas waktu tanggapan
Aspirasi dan permintaan kerja sama ini kami sampaikan untuk dapat ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan.
Peran Masyarakat Lokal dalam Pembangunan
Ketua Pencaker OAP Kabupaten Sorong, Yulius Kafarit, berharap seluruh kesepakatan dapat dikawal secara serius oleh semua pihak. Ia menekankan bahwa jangan hanya menjadi wacana. Anak-anak Papua harus dilibatkan dalam pekerjaan di atas tanah dan wilayah mereka sendiri.
Yulius menekankan pentingnya pendokumentasian kesepakatan secara resmi agar memiliki kekuatan dan kejelasan hukum. Sementara itu, Ketua Pencakar OAP Kota Sorong, Novita Klasjok, mengingatkan agar keterlibatan tenaga kerja OAP tidak hanya bersifat formalitas.
Berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, ketika mal berdiri, anak-anak Papua direkrut, tapi hanya beberapa bulan kemudian diberhentikan. Novita menegaskan bahwa kehadiran tenaga kerja lokal bukan semata-mata soal pekerjaan, tetapi bagian dari menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan.
“Mal ini berdiri di atas negeri kami. Anak-anak di sekitar sini harus diberdayakan supaya dapur mereka bisa menyala, mereka juga bisa menjadi garda terdepan menjaga lingkungan mereka sendiri,” ujarnya.
Novita menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal seluruh proses pembangunan hingga operasional kawasan SMC demi memastikan aspirasi masyarakat adat OAP diakomodasi.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











