"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Status WNI Syifa Terancam Setelah Jadi Tentara AS? TB Hasanuddin Soroti Pelanggaran UU

Kewajiban Hukum dan Perspektif Keluarga tentang Syifa yang Jadi Tentara AS

Anggota DPR RI, TB Hasanuddin, mengingatkan masyarakat tentang risiko hukum yang bisa dihadapi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan angkatan bersenjata negara asing tanpa izin dari pihak berwenang. Hal ini terkait kasus Syifa, seorang WNI yang viral karena menjadi tentara Amerika Serikat (AS) dalam National Guard.

TB Hasanuddin menegaskan bahwa keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer AS dapat melanggar Undang-Undang Kewarganegaraan Nomor 12 Tahun 2006. Menurutnya, pasal-pasal dalam undang-undang tersebut menyebutkan bahwa WNI akan kehilangan kewarganegaraannya jika masuk dinas militer asing tanpa izin Presiden atau secara sukarela masuk dalam dinas negara asing yang jabatannya hanya boleh diisi oleh WNI di Indonesia.

“Perlu dijelaskan kepada masyarakat bahwa ikut bergabung dengan angkatan perang negara asing dapat melanggar Undang-Undang Kewarganegaraan,” ujar TB Hasanuddin dalam rilis yang diterima media.

TB Hasanuddin menekankan bahwa hal ini bukan sekadar soal pilihan profesi, tetapi berkaitan langsung dengan status kewarganegaraan seseorang. Ia juga meminta masyarakat tidak salah memahami bahwa bergabung dengan militer asing tidak memiliki konsekuensi hukum. Edukasi hukum harus disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan preseden yang keliru di tengah masyarakat.

Viralnya Syifa Jadi Tentara AS

Syifa, seorang warga Tangerang, Banten, menjadi sorotan setelah video dirinya dalam seragam US Army beredar luas di media sosial. Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @bunda_kesidaa dan menampilkan momen haru saat sang ibu mengantar putrinya ke bandara untuk bertugas sebagai tentara AS.

Dalam video tersebut, Syifa tampak mengenakan seragam loreng tentara AS sementara sang ibu memberikan semangat dan doa. Momen ini menarik perhatian publik dan membuat kisah Syifa viral.

Penjelasan Keluarga Syifa

Safitri, ibu Syifa, menjelaskan bahwa putrinya bergabung dengan National Guard AS. Menurut Safitri, Syifa ditugaskan di bagian office, bukan di medan perang. Saat ini, Syifa sedang menjalani proses training sebagai militer AS dan akan selesai pada Januari 2026.

Safitri dan keluarga merupakan diaspora yang tinggal di AS sejak pertengahan 2023 lalu. Mereka pindah ke AS setelah mendapatkan visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal dalam jangka panjang. Saat ini, mereka tinggal di Kensington, Maryland, daerah yang tenang dan makmur.

Safitri menjelaskan bahwa Syifa akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS. Terkait penampilan hijab yang dikenakan Syifa, Safitri mengatakan tidak ada masalah. “Sebelum mendaftar, kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab. Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia.”

Meski begitu, keputusan Syifa yang masih berstatus WNI untuk menjadi anggota militer di AS mendapat berbagai respons dari warganet. Ada yang mendukung, ada juga yang menyesalkan. Namun, Safitri dan keluarga tidak terlalu mempermasalahkan komentar tersebut.

Awal Mula Syifa Bergabung dengan Militer AS

Keputusan Syifa bergabung dengan militer AS bermula dari informasi yang diperoleh keluarganya dari tetangga mereka di AS. Setelah melalui pertimbangan dan diskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS, Syifa akhirnya mendaftarkan diri sebagai National Guard.

National Guard adalah komponen cadangan militer AS yang direkrut oleh masing-masing negara bagian. Namun, National Guard juga dapat dikerahkan dalam level nasional apabila dibutuhkan. Menurut Safitri, awalnya ia merasa khawatir karena mengira Syifa akan diminta untuk perang. Namun, ternyata posisi yang diambil Syifa adalah di bagian office.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *