"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ironi Wali Kota Maidi: Madiun Juara SPI 2022, Kini Tertangkap OTT KPK

Perjalanan Maidi: Dari Penghargaan Integritas ke OTT KPK

Dalam dua periode masa jabatannya sebagai Wali Kota Madiun, Maidi mengalami perubahan yang sangat kontras. Pada periode pertama (2019-2024), ia berhasil membawa Kota Madiun meraih penghargaan kota dengan penilaian integritas terbaik yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, pada tahun pertama periode keduanya (2025-2030), Maidi justru terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan kasus korupsi fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun.

Penghargaan SPI 2022: Kemenangan Awal Maidi

Pada periode pertama kepemimpinan Maidi, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sukses meraih hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2022 terbaik nasional untuk kategori pemerintah kota. SPI adalah survei yang dilakukan oleh KPK untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Kota Madiun mendapatkan nilai SPI sebesar 83.00, sehingga berhak menerima piagam penghargaan.

Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri kepada Wali Kota Madiun Maidi di Gedung Juang KPK, Jakarta, pada Rabu (14/12/2022). Maidi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini, menilai bahwa kerja keras Pemkot Madiun dan seluruh stakeholder serta masyarakat berhasil membuahkan hasil yang baik.

“Alhamdulillah, kerja keras Pemkot Madiun beserta seluruh stakeholder dan masyarakat dalam memberantas korupsi membuahkan hasil yang baik,” ujar Maidi dalam keterangan persnya. Ia juga menekankan pentingnya upaya membenahi dari dalam pemerintah agar dapat mewujudkan Kota Madiun yang bersih dan berwibawa.

Dugaan Korupsi Fee Proyek dan Dana CSR

Pada awal tahun 2026, kisah Maidi berubah drastis. Kurang dari satu tahun setelah dilantik sebagai Wali Kota Madiun periode 2025-2030, Maidi dikabarkan terjaring dalam OTT KPK. Operasi senyap tersebut dilaksanakan sejak Minggu malam (18/1/2026) hingga Senin (19/1/2026). Maidi disebut menjadi salah satu pihak utama yang terjaring dalam OTT tersebut.

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan OTT terhadap pejabat pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, serta menggeledah Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/1/2026) sore.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 9 orang akan dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya adalah Wali Kota Madiun Maidi.

Operasi ini dilakukan terkait dugaan kasus rasuah terkait fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun. Dalam penyelidikan tersebut, tim KPK menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Menurut Budi, peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan dugaan korupsi yang terjadi di wilayah Kota Madiun. Para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di lokasi setempat di Madiun.

Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang tertangkap tangan, apakah akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka atau tidak.

Perbedaan yang Kontras

Perjalanan Maidi sebagai Wali Kota Madiun menunjukkan perbedaan yang sangat kontras antara dua periode kepemimpinannya. Di periode pertama, ia berhasil menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, hingga meraih penghargaan SPI 2022. Namun, di periode kedua, ia justru terlibat dalam dugaan korupsi yang membuatnya terjaring dalam OTT KPK.

Ini menjadi sebuah ironi yang menunjukkan betapa sensitifnya situasi korupsi di Indonesia, bahkan bagi pejabat yang sebelumnya dianggap bersih. Dengan adanya OTT ini, KPK kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi, meskipun hal itu juga berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan di tingkat daerah.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *