"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Honda Safety Generation di SMAN 14 Bandung, Siswa Jadi Pelopor Keselamatan

Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Pelajar di Kota Bandung

Edukasi keselamatan berkendara atau safety riding terus dilakukan di kalangan pelajar, khususnya di Kota Bandung. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah program Honda Safety Generation 2026 yang bertujuan untuk menyasar sejumlah sekolah. Salah satu sekolah yang mengikuti program ini adalah SMAN 14 Bandung, yang diadakan pada Kamis (9/4/2026).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 14 Bandung, Irfan Muhafidin, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat penting karena angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih cukup tinggi, terutama yang melibatkan remaja.

“Alhamdulillah, kita bisa bekerja sama untuk mengadakan sosialisasi aman berkendara. Karena pada dasarnya angka kecelakaan di Indonesia cukup tinggi, jadi dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa tahu cara berkendara yang baik dan benar,” ujarnya.

Irfan menilai bahwa edukasi ini menjadi langkah preventif agar siswa tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan. Ia menekankan pentingnya kesadaran remaja dalam memahami aturan serta etika berkendara.

“Jangan sampai ada istilah ugal-ugalan di jalan. Anak-anak harus tahu tempat dan tahu bagaimana cara berkendara yang baik dan benar,” katanya.

Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, melainkan dapat ditularkan kepada teman sebaya, termasuk di luar sekolah.

“Tidak semua sekolah mendapat kesempatan seperti ini. Jadi kami berharap siswa bisa menularkan ke teman-temannya di sekolah lain tentang bagaimana berkendara yang benar,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Irfan mengimbau agar siswa benar-benar mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak diperkenankan membawa kendaraan bermotor.

“Harapannya setelah diedukasi bisa diimplementasikan di jalan. Bagi yang belum punya SIM, tidak diperkenankan mengendarai kendaraan bermotor,” tegasnya.

Irfan menambahkan, kebijakan pemerintah juga melarang siswa membawa kendaraan ke sekolah sebagai upaya menekan risiko kecelakaan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi komprehensif dari instruktur PT Daya Adicipta Motora (DAM) dengan semangat kampanye #Cari_Aman. Tidak hanya teori di kelas, siswa juga diajak menyaksikan simulasi langsung di lapangan.

Materi yang diberikan meliputi pentingnya kelengkapan berkendara seperti helm SNI, teknik pengereman yang aman, hingga postur tubuh yang tepat saat berkendara. Kegiatan juga dikemas secara interaktif dengan berbagai games, kuis, serta hadiah menarik, sehingga suasana tetap santai dan mudah diterima oleh pelajar.

Sementara itu, Promotion Department Head PT Daya Adicipta Motora, Demmy Firmansyah, mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara.

“Ini tanggung jawab perusahaan untuk mengedukasi masyarakat agar berkendara dengan aman,” ujarnya.

Melalui kampanye Honda Safety Generation 2026, pihaknya menargetkan roadshow ke 20 sekolah di Kota Bandung dan turut berkolaborasi dengan Tribun Jabar. Program ini juga menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari safety riding skill, lomba artikel, hingga konten kampanye.

“Nanti akan dipilih duta safety riding dari masing-masing sekolah, satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka juga akan mendapatkan pembekalan lanjutan, termasuk public speaking,” jelasnya.

Ia berharap para peserta terpilih dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya. “Mereka diharapkan bisa menjadi influencer positif yang mengajak orang di sekitarnya lebih peduli terhadap keselamatan di jalan,” katanya.

Seluruh rangkaian kegiatan Honda Safety Generation 2026 ditargetkan rampung pada Mei 2026, sebelum masa kenaikan kelas dimulai.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *