Kehilangan Selama Tujuh Tahun, Keluarga Berharap Bantuan Warga
Sebuah keluarga di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kini sedang menanti kepulangan putra mereka yang hilang kontak selama tujuh tahun. Anggi Saputra (26), seorang pria asal Tungkal Jambi, telah tidak memberikan kabar sama sekali sejak ia merantau ke Kepulauan Riau.
Kabar terakhir yang diterima oleh keluarga menyebutkan bahwa Anggi mungkin berada di Kota Batam, tepatnya di sekitar kawasan padat aktivitas Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Namun, informasi ini masih bersifat spekulatif karena tidak ada alamat pasti atau jalur komunikasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Ciri Fisik yang Membantu Mengenali Anggi
Salah satu ciri fisik yang sangat menonjol pada Anggi adalah adanya tahi lalat di bawah hidung. Pihak keluarga berharap dengan penyebaran informasi melalui media sosial, warga Batam dapat mengenali sosok Anggi dan memberikan informasi yang bisa membantu proses pencarian.
Vina, salah satu anggota keluarga yang aktif mencari keberadaan Anggi, mengungkapkan kegelisahan orang tua mereka yang semakin memuncak. “Kami sedang mencari keluarga yang sudah lama tidak pulang ke Kuala Tungkal, Jambi. Sudah tujuh tahun tidak ada kabar sama sekali,” ujar Vina dengan nada getir.
Doa dan Harapan untuk Kembali Bersatu
Ketidakpastian selama hampir tujuh tahun ini menjadi beban berat bagi sang ayah dan ibu di kampung halaman. Vina sangat berharap kekuatan jejaring sosial di Batam dapat mempertemukan kembali Anggi dengan keluarganya yang terus berdoa setiap malam.
“Orang tuanya sangat menunggu kepulangannya. Sudah lama sekali tidak pulang dan hilang kontak, tidak bisa dihubungi sama sekali,” tutur Vina penuh harap.
Pihak keluarga memohon bantuan warga di area Batu Ampar dan Sungai Jodoh untuk memberikan informasi sekecil apa pun jika melihat pria dengan ciri-ciri tersebut. “Kami berharap dengan bantuan admin dan teman-teman di Batam, Anggi bisa ditemukan lewat media sosial ini,” pungkasnya.
Permintaan Bantuan dari Masyarakat
Anggi Saputra, yang kini berusia 26 tahun, dikenal sebagai pria yang ramah dan baik. Ia memiliki sifat yang hangat dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Meskipun demikian, kehilangan kontak selama tujuh tahun membuat keluarga merasa kewalahan dalam mencari keberadaannya.
Keluarga berharap agar siapa pun yang pernah melihat atau mengenal Anggi dapat segera memberikan informasi kepada pihak keluarga. Dengan bantuan masyarakat, harapan untuk kembali bersatu dengan Anggi bisa menjadi nyata.
Pentingnya Kebersamaan dan Perhatian
Dalam situasi seperti ini, kebersamaan dan perhatian dari masyarakat sangat penting. Setiap informasi kecil bisa menjadi kunci untuk menemukan seseorang yang hilang. Keluarga Anggi berharap agar kepedulian dari warga Batam dapat membantu proses pencarian ini.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.










