Perubahan Besar di SMAN 2 Subang
Pemimpin yang tegas sering kali menjadi katalis perubahan. Setelah menegur keras pihak sekolah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuktikan komitmennya dengan merombak total lingkungan dan fasilitas SMAN 2 Subang. Tidak hanya bangunan fisik, kesejahteraan para penjaga sekolah juga ikut diperhatikan.
Kunjungan lapangan ke SMAN 2 Subang berubah menjadi momen penting untuk transformasi besar-besaran. Dialog antara Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan pihak sekolah berlangsung hangat namun lugas. Ditekankan bahwa perubahan fisik sekolah harus segera dilaksanakan mulai Senin (6/4/2026).
Fokus utama adalah perbaikan atap dan plafon yang bocor, serta penggantian material bangunan agar lebih estetis dan tahan lama. Proses renovasi akan segera dimulai dengan pembongkaran atap dan plafon di beberapa ruang kelas yang tidak layak. Bahkan, terdapat arahan untuk meninggalkan penggunaan baja ringan dan beralih kembali ke material kayu dan bilik bambu untuk menciptakan kesan artistik yang nyaman bagi siswa.
“Plafonnya bongkar saja, ganti pakai bilik agar lebih artistik. Ininya (dinding/tiang) tutup pakai bambu, kasih contoh ruang kelas yang nyaman,” tegas KDM dalam peninjauan yang ditayangkan akun @Kang Dedi Mulyadi Channel pada Minggu (5/4/2026) tersebut.
Tidak hanya gedung, area halaman yang kini terkesan “acak-acakan” akan ditata ulang dengan pemasangan paving block warna-warni dan penghijauan. Salah satu masalah klasik yang mengemuka adalah menumpuknya buku-buku lama selama dua tahun yang belum bisa dimusnahkan karena kendala birokrasi aset. Menanggapi hal ini, langkah cepat diambil dengan instruksi penghapusan aset di seluruh Jawa Barat agar selesai dalam waktu dua hari.
“Buku-buku yang sudah menumpuk 2 tahun harus segera dihapus. Saya minta proses penghapusan aset buku di sekolah-sekolah di bawah provinsi diproses cepat, dua hari harus selesai semuanya se-Jawa Barat,” instruksi KDM melalui sambungan selular kepada stafnya di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang disambut lega pihak sekolah.
Pendidikan Karakter
Selain infrastruktur, sorotan tajam juga diberikan pada fungsi siswa di sekolah. Gubernur Dedi Mulyadi menyayangkan mulai lemahnya implementasi pendidikan karakter, di mana siswa cenderung pasif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. KDM membandingkan dengan sistem di Jepang, di mana siswa sejak dini diajarkan untuk membersihkan toilet dan ruang kelas secara mandiri.
Guru diminta KDM agar tidak ragu menggerakkan siswa untuk kreatif dan inovatif, termasuk dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan biologi dan kimia praktis. “Guru jangan ragu takut dibully orang tua. Mari kita bentuk karakter siswa, karena pintar saja kalau tidak kreatif akan menganggur,” pesannya kepada para guru.
Dukungan Operasional
Kabar paling menggembirakan datang bagi para penjaga sekolah. Merespons upah yang masih di bawah standar, diusulkan skema outsourcing melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dengan standar upah sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten). Sebagai dukungan operasional, sebanyak enam unit mesin potong rumput baru akan segera dikirimkan ke SMAN 2 Subang oleh mantan Bupati Purwakarta tersebut, untuk membantu pemeliharaan lapangan sekolah yang luas. Jumlah tenaga kebersihan pun akan ditambah menjadi delapan orang untuk menjamin keasrian lingkungan sekolah.
Permohonan Maaf dan Hikmah
Di akhir kunjungan, Gubernur KDM tidak sungkan menyampaikan permohonan maaf dirinya atas sikap tegas sebelumnya kepada pihak sekolah. Menurutnya, ketegasan diperlukan agar terjadi perubahan yang nyata dan cepat. “Kalau saya tidak mampir ke sini, tidak marah di sini, tidak akan ada kelas baru, tidak akan ada rehab sekolah, dan tidak akan ada penghapusan aset yang mangkrak dua tahun. Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya,” tutupnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











