Kejadian Siswa SMKN 1 Sungailiat Terkena Gejala Mual dan Pusing Setelah Mengonsumsi Burger MBG
Beberapa siswa dari SMKN 1 Sungailiat, Bangka, mengalami gejala mual dan pusing setelah mengonsumsi menu burger yang disediakan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Maret 2026. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada para pelajar.
Pihak sekolah segera melakukan tindakan untuk memastikan keamanan dan kesehatan siswa. Meski ada beberapa roti berjamur yang ditemukan dalam menu, pihak sekolah menyatakan bahwa salah satu siswa yang dirawat inap ternyata memiliki riwayat penyakit vertigo yang kambuh.
Penyebab Awal Kecurigaan
Kejadian dimulai saat distribusi menu MBG berupa burger di SMKN 1 Sungailiat pada momen Ramadan lalu. Dari total 1.059 siswa, hanya sekitar 500 porsi burger yang telah dibagikan oleh pihak dapur. Menurut Kepala SMKN 1 Sungailiat, Nina Erlina, burger tersebut belum sepenuhnya selesai didistribusikan.
Gejala awal muncul ketika seorang siswi kelas 10 tiba-tiba muntah setelah menyantap sebagian kecil burger tersebut. Pihak sekolah kemudian melakukan pemeriksaan mendadak terhadap sisa burger yang belum dikonsumsi. Hasil pengecekan menunjukkan adanya beberapa potong roti burger yang sudah dalam kondisi berjamur.
Penarikan Bantuan Makanan
Setelah menemukan roti berjamur, pihak sekolah segera menarik kembali seluruh bantuan makanan yang belum terlanjur dimakan oleh para siswa. Namun, meskipun roti berjamur ditemukan, Nina menjelaskan bahwa siswi yang muntah justru mengonsumsi roti yang terlihat dalam kondisi baik.
Terdapat empat siswi lain yang juga mengeluh pusing dan mual, bahkan satu di antaranya harus menjalani rawat inap selama dua hari. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Depati Bahrin, diketahui bahwa siswi yang dirawat inap tersebut memiliki riwayat penyakit tertentu. “Anak ini ada sakit vertigo, kambuh kayaknya,” jelas Nina.
Tanggung Jawab Pengelola Dapur MBG
Pihak pengelola dapur MBG atau SPPG Jalan Imam Bonjol menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan siswa. Wahyuni, PIC Yayasan Dapur MBG Imam Bonjol, mengonfirmasi bahwa operasional mereka dihentikan sementara berdasarkan instruksi Badan Gizi Nasional.
“Terhitung mulai tanggal 11 Maret 2026, SPPG Parit Padang berhenti operasional sementara berdasarkan surat dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional,” jelas Wahyuni melalui pesan WhatsApp.
Langkah ini diambil untuk melaksanakan evaluasi standar kualitas menu demi keamanan penerima manfaat di masa depan.
Tunggu Hasil Uji Laboratorium BPOM dan Dinkes
Saat ini, publik masih menunggu kepastian penyebab pasti gejala medis yang dialami para siswa melalui uji sampel resmi. “Kami sedang menunggu hasil uji sampel laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM yang akan menjadi acuan utama,” tambahnya.
Pihak SPPG memastikan bahwa saat ini seluruh siswa yang terdampak sudah dalam kondisi sehat tanpa gangguan kesehatan signifikan.











