Konsep Agro-Edutourism di Kebun Produksi Agroteknologi UTM Bangkalan
Di tengah perkembangan teknologi pertanian yang semakin pesat, Kebun Produksi Agroteknologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan hadir sebagai contoh nyata dari inovasi pertanian modern. Dalam momen Panen Raya Melon yang berlangsung sejak Kamis (26/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026), kebun ini menjadi tempat bagi masyarakat dan civitas akademika untuk merasakan langsung pengalaman memetik buah melon dari hasil budi daya tim dosen dan mahasiswa Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian.
Buah melon yang dipilih dalam inovasi pertanian modern tersebut adalah varietas Naura F1, sebuah benih melon unggul hasil persilangan dua galur murni. Varietas ini memiliki keunggulan seperti vigor kuat, tahan terhadap virus, jaring rapi, kemanisan tinggi, serta cocok dibudidayakan secara intensif di dataran rendah dan menengah. Keunggulan ini menjadikan Naura F1 sebagai pilihan utama dalam program pertanian modern di wilayah Madura.
Teknologi Polybag dan Irigasi Tetes Meningkatkan Produktivitas
Salah satu tim dosen pengelola kebun melon, Prof Siti Fatimah, mengungkapkan bahwa sistem budi daya yang diterapkan di Kebun Produksi Agroteknologi UTM tidak lagi mengandalkan metode konvensional. Penggunaan teknologi polybag yang dikombinasikan dengan irigasi tetes menjadi strategi utama dalam meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas.
“Melalui sistem ini, pemberian air dan nutrisi kepada tanaman dapat dilakukan secara lebih terukur dan efisien. Hal tersebut tidak hanya meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi juga berdampak pada kualitas dan produktivitas buah yang dihasilkan,” jelasnya.
Penggunaan polybag memungkinkan pengaturan kepadatan tanaman yang lebih tinggi dibandingkan metode tanam langsung di lahan. Dengan pengelolaan yang baik, sistem ini mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal dalam satu siklus tanam. Selain itu, efisiensi dari sisi investasi juga menjadi salah satu keunggulan utama dalam pemanfaatan polybag.
Laboratorium Lapangan Mahasiswa
Selain sebagai sarana produksi, Kebun Produksi Agroteknologi UTM juga dimanfaatkan sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa. Mahasiswa Agroteknologi dapat mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di ruang kelas, mulai dari teknik budi daya, manajemen nutrisi tanaman, hingga pengelolaan agribisnis berbasis teknologi.
“Kegiatan panen raya ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat proses pembelajaran berbasis praktik di lingkungan kampus,” ujar Prof Fat.
Wisata Edukasi dan Peluang Usaha
Rektor UTM, Prof Dr Safi’, turut hadir dalam acara Panen Raya Melon dan memberikan apresiasi kepada tim Agroteknologi yang telah menginisiasi pemanfaatan lahan kosong milik kampus sebagai area produksi pertanian. Ia menilai langkah ini merupakan contoh konkret bagaimana aset kampus dapat dioptimalkan untuk berbagai kepentingan, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengembangan unit usaha.
“Tempat ini bisa menjadi ruang belajar sekaligus hiburan. Civitas akademika dan masyarakat dapat datang, melihat proses budi daya, bahkan memetik melon langsung dari kebun,” jelas Prof Safi’.
Ia berharap, program ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Mengingat UTM masih memiliki cukup banyak lahan kosong yang berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai jenis budi daya tanaman produktif.
Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan
Selain buah melon, Kampus Negeri UTM juga telah mulai menanam durian meski membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk menghasilkan buah. Tanaman durian dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar di masa depan.
Prof Safi’ menekankan, pengembangan kebun produksi Agroteknologi di masa mendatang diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembelajaran mahasiswa, tetapi juga dapat mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
Melalui pengembangan agribisnis berbasis teknologi dan inovasi, UTM berupaya membangun ekosistem kampus yang mandiri, produktif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Panen Raya Melon 2026 pun menjadi langkah awal menuju penguatan agribisnis kampus yang berkelanjutan sekaligus ikhtiar menjadikan UTM sebagai kampus yang mandiri dan berpendapatan usaha.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











