"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Kesan Pertama Wisatawan Manado di Gorontalo, Wulan dan Senny Terkesan

Wisata Hiu Paus di Botubarani Menarik Minat Wisatawan Lokal dan Internasional

Wisata hiu paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, terbukti menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Destinasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman unik melihat hiu jinak secara langsung, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan yang tetap terjaga meskipun ramai pengunjung. Hal ini membuat para pelancong merasa nyaman dan senang saat berkunjung.

Pengalaman yang Mengesankan

Wulan Tuwera, warga Manado, Sulawesi Utara, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman liburannya di Botubarani. Ia datang bersama rekan-rekannya untuk melihat langsung hiu paus yang selama ini hanya ia lihat melalui layar ponsel. “Wisatanya mantap sekali, karena baru pertama kali ke sini juga,” ujarnya. Ia juga memuji kebersihan lingkungan di sekitar pantai yang tetap terjaga meski jumlah pengunjung cukup besar.

Selain Wulan, Senny, yang juga berasal dari Manado, memberikan pujian serupa. Ia mengatakan bahwa pengalaman libur Lebarannya kali ini jauh lebih berarti setelah melihat hiu paus. “Kesan pertama sangat bagus, mengagumkan hiu-hiu yang ada di pantai Botubarani ini,” tambahnya.

Kenaikan Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026

Selama masa libur Lebaran 2026, kawasan Botubarani mencatat sekitar 900 pengunjung di satu pangkalan saja. Arus wisatawan terus berdatangan setiap hari, memberi dampak positif bagi ekonomi warga lokal. Ketua Pangkalan Hiu Paus Botubarani, Ismon Harun, menjelaskan bahwa jumlah kunjungan tersebut merupakan data yang diambil dari satu titik pangkalan yang ia kelola. Namun, data ini belum mencakup keseluruhan wisatawan yang masuk melalui pangkalan-pangkalan lain di sepanjang pesisir Botubarani.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, ratusan orang tampak memadati area pesisir sejak matahari terbit. Mereka datang dalam kelompok, membawa keluarga dan kerabat jauh, hanya demi mencicipi pengalaman langka melihat hiu paus dari dekat.

Daya Tarik Wisatawan Asing

Meski mayoritas pengunjung masih berasal dari warga lokal Gorontalo, daya tarik wisata hiu paus ini ternyata telah menarik perhatian turis asing. Beberapa negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Perancis rutin mengirimkan warganya untuk merasakan sensasi berenang atau memberi makan hiu paus di sini.

Ismon Harun menyebutkan bahwa kehadiran turis internasional ini menuntut pihak pengelola untuk tetap menjaga integritas layanan dan kenyamanan fasilitas di area pangkalan. Salah satu kebijakan yang diapresiasi adalah keputusan pengelola untuk tidak menaikkan tarif sewa fasilitas meskipun permintaan meningkat tajam.

Komitmen Pengelola dalam Menjaga Standar Layanan

Ismon menegaskan bahwa harga sewa perahu dan pakan tetap stabil demi menjaga kepercayaan dan kenyamanan finansial para wisatawan. Kebijakan ini diambil agar wisata hiu paus tetap inklusif dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat tanpa merasa terbebani biaya tambahan. Hingga penghujung bulan Maret, Ismon mengaku sangat bersyukur karena belum menerima keluhan atau komplain yang berarti dari para pengunjung.

Namun, pihak pengelola tetap memiliki visi ke depan untuk melakukan pengembangan fasilitas demi kenyamanan yang lebih maksimal. Salah satu rencana prioritas adalah pemasangan kanopi atau atap pelindung di sepanjang lorong masuk menuju dermaga pangkalan. Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi wisatawan dari sengatan matahari maupun guyuran hujan saat mengantre giliran naik perahu.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *