"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Butuh Rp47 Miliar, Garut Siap Bangun Jalur Alternatif Talegong–Caringin

Pembangunan Dua Ruas Jalan Penghubung di Garut Selatan

Pemerintah Kabupaten Garut sedang merancang pembangunan dua ruas jalan penghubung di wilayah selatan. Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah akses masyarakat dari Talegong menuju Caringin atau sebaliknya. Proyek infrastruktur ini dinilai penting karena dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang.

Rencana pembangunan tersebut mencakup jalur Cimahi–Cikarang dan Cikarang–Pamalayan, yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Garut. Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, akses jalan yang baik merupakan kebutuhan penting bagi para pengendara. Kondisi jalan yang mulus dan layak dilalui dapat meningkatkan kenyamanan serta keamanan perjalanan, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kerusakan jalan.

Namun diakuinya, hingga saat ini masih banyak ruas jalan di Garut yang kondisinya kurang layak dilalui, terutama ketika musim hujan. Jalan berlubang dan rusak tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

“Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR terus berupaya melakukan perbaikan serta pembangunan jalan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi,” ujar Agus Ismail pada Jumat (6/3/2026).

Salah satu ruas yang menjadi perhatian, menurutnya, adalah jalan yang menghubungkan Desa Cimahi–Desa Cikarang hingga menuju wilayah Cisewu di Garut selatan. Jalur tersebut memiliki peran penting karena menjadi penghubung antarwilayah sekaligus jalur transportasi bagi masyarakat dan distribusi barang.

Agus Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei sebagai langkah awal untuk penanganan jalan poros tersebut. Menurutnya, pembangunan jalur tersebut juga mendukung program pengembangan kawasan selatan, termasuk untuk peningkatan swasembada pangan.

“Survei ini merupakan salah satu rencana penanganan jalan poros atau jalan koridor selatan untuk mendukung peningkatan swasembada pangan di wilayah tersebut,” katanya.

Ia menambahkan bahwa terdapat dua ruas jalan yang direncanakan untuk dibangun. Ruas pertama adalah jalur Cimahi–Cikarang dengan panjang sekitar 12 kilometer, sedangkan ruas kedua adalah Cikarang–Pamalayan sepanjang kurang lebih 11 kilometer sehingga total panjang jalan mencapai sekitar 23 kilometer.

Pembatalan Anggaran dan Usulan Baru

Sebenarnya penanganan jalan pada jalur Pamalayan–Cikarang sempat dilakukan pada tahun 2024 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun rencana kelanjutan pembangunan pada tahun 2025 tidak dapat dilaksanakan karena adanya pembatalan anggaran dari pemerintah pusat.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengusulkan pembangunan kedua ruas jalan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum lewat program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).

Untuk merealisasikan pembangunan dua ruas jalan itu sendiri dibutuhkan anggaran cukup besar. “Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp47 miliar, dengan rincian Cimahi–Cikarang kurang lebih Rp33 miliar dan Cikarang–Pamalayan sekitar Rp14 miliar,” ucap Agus.

Disampaikannya, sebagian besar ruas jalan sebenarnya sudah memiliki lebar sekitar empat meter dengan hak pakai mencapai sembilan meter. Namun pada beberapa titik jalur tersebut bersinggungan dengan lahan milik Perhutani maupun masyarakat sehingga diperlukan sosialisasi terlebih dahulu.

Dengan peningkatan kualitas jalan tersebut, tutur Agus, pemerintah daerah berharap jalur itu dapat menjadi akses alternatif yang mampu memangkas jarak tempuh perjalanan dari Talegong menuju Caringin.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *