Penangkapan Macan Tutul di Desa Sepanjang
Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Seorang macan tutul berhasil turun ke permukiman warga dan akhirnya diamankan oleh tim evakuasi. Proses penangkapan dilakukan dengan cara ditembak menggunakan obat bius, dan memakan waktu sekitar 30 menit.
Tim evakuasi tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB. Mereka langsung mempersiapkan peralatan seperti suntik bius dan alat peniup untuk menangkap hewan tersebut. Pukul 15.00 WIB, mereka mulai menuju lokasi tempat macan tutul bersembunyi. Dalam waktu 20 menit, macan itu berhasil dibius dan tertidur. Setelah itu, tubuh hewan tersebut ditutup dengan jaring dan diangkat ke dalam kontainer milik warga setempat untuk dilakukan pengecekan kesehatan.
Setelah dicek, macan tutul yang masih lemah itu kemudian dibawa ke mobil kabin dengan teralis besi di atasnnya. Selanjutnya, hewan tersebut dibawa ke Solo Safari untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Koordinasi Tim Evakuasi
Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak. Mulai dari BKSDA Kota Surakarta, Forkompinca Tawangmangu, pemangku wilayah Desa Sepanjang, hingga Solo Safari.
“Kami bekerja sama dengan semua pihak, dan Alhamdulillah berhasil menangkap macan tutul tersebut,” ujar Hendro. Ia juga menyebutkan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan dilakukan dengan metode tembak bius.
Teror Macan Tutul di Lingkungan Warga
Keberadaan macan tutul ini membuat warga merasa resah. Dalam empat hari berturut-turut, hewan buas tersebut memangsa lima ekor ayam milik warga, merusak kandang, dan bahkan menjebol dinding kamar mandi rumah salah satu warga.
Peristiwa ini terjadi menjelang waktu sahur. Warga baru menyadari keberadaan macan tutul setelah melihat ayam-ayam mereka hilang dan kandang dalam kondisi rusak.
Giyarti (40), warga Dusun Sendang, RT 03 RW 11, Desa Sepanjang, mengatakan pertama kali mengetahui ayam milik ibunya dimangsa pada pagi hari. “Saya masuk ke kandang, dan melihat 3 ayam ibu saya sudah dimakan. Ada lubang besar pada kandang itu,” kata Giyarti.
Ia menyebut, macan tersebut kembali datang pada hari berikutnya dan kembali memangsa ayam di kandang yang sama. Kejadian serupa terjadi tengah malam menjelang sahur.

Tidak hanya di rumahnya, ayam milik tetangga juga menjadi sasaran. Total lima ekor ayam dilaporkan hilang dimangsa. “Di sini 3 ekor, di kandang tetangga 2 ekor, jadi ada 5 ekor,” ujar Giyarti.
Puncaknya terjadi pada hari keempat sekitar pukul 20.00 WIB, saat Salat Tarawih. Suami Giyarti melihat langsung macan tutul berada di sekitar bronjong besi di depan rumahnya. Hewan itu diduga sedang mencari makanan.
“Waktu malam taraweh, jam 8 malam, macannya masuk Bronjong besi, awalnya kelihatan ekornya, itu masuk lalu belok kemudian keluar lagi. Macan itu juga sempat jebol bagian kamar mandi rumah saya,” kata dia.
Menurut Giyarti, aksi macan tutul tersebut terjadi selama empat hari berturut-turut di lingkungan tempat tinggalnya. “Kejadian Macan Tutul memasang ayam warga kami terjadi 4 hari secara berturut-turut, masing-masing di kandang kami 2 kali di tetangga 2 kali,” ucap dia.
Warga kini meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari, karena macan tutul tersebut dinilai semakin berani mendekati permukiman.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”










