Kehidupan yang Berdampak Positif
Santriwati yang juga mahasiswi ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi. Tujuan utamanya adalah untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, sesuai dengan prinsip “khairunnas anfa’uhum linnas”, artinya “sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lainnya”.
Sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam Martapura, ia menjadikan prinsip tersebut sebagai arah hidupnya. Ia percaya bahwa setiap ilmu, kemampuan, dan kesempatan yang dimiliki harus memberi dampak positif atau bermanfaat bagi sekitar.
Dalam keseharian, ia menerapkannya dengan aktif di organisasi, membantu teman, berkontribusi dalam berbagai kegiatan, serta berbagi melalui seni dan dakwah. Ia mengatakan bahwa setiap kontribusi, meskipun kecil, jika diniatkan untuk kebaikan, maka bernilai.
Pengalaman Kepemimpinan
Dari berbagai posisi kepemimpinan, baik sebagai ketua, sekretaris, maupun bendahara, pengalaman terberharga adalah bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tanggung jawab dan pelayanan. Menjadi ketua mengajarkan banyak hal dalam pengambilan keputusan. Menjadi sekretaris melatih ketelitian dan komunikasi administratif. Menjadi bendahara mengajarkan amanah dan transparansi.
Maulidya belajar bahwa pemimpin yang baik adalah yang mampu mendengar, mengayomi, dan memberi teladan. Membagi waktu antara akademik, organisasi, dan pengembangan diri adalah kunci utama. Ia biasa membuat skala prioritas dan jadwal harian yang terdata. Akademik tetap menjadi prioritas utama, sementara organisasi sebagai wadah pengabdian dan latihan kepemimpinan, serta pengembangan diri dilakukan di sela waktu luang atau akhir pekan.
Konsistensi dan Produktivitas
Cara tetap konsisten dan produktif di tengah banyaknya amanah adalah dengan menjaga niat tetap lurus, berpegang teguh pada prinsip, dan menjadikan setiap amanah sebagai ladang ibadah. Selain itu, ia membuat target jangka pendek dan jangka panjang agar langkah tetap terarah.
Istirahat jika lelah, tidak pernah berpikir untuk berhenti berbuat baik, menjaga kesehatan, dan lingkungan pertemanan yang positif sangat membantu menjaga produktivitas.
Keseimbangan dalam Kehidupan
Sebagai pribadi yang aktif di bidang seni, olahraga, dan keagamaan, menurut Maulidya, keseimbangan antara intelektual, spiritual, dan kreativitas adalah kunci pembentukan karakter dan kepemimpinan yang utuh. Intelektual membentuk pola pikir kritis dan rasional. Spiritual menjaga hati agar tetap lurus dan bernilai. Kreativitas membuat kita mampu mengekspresikan ide dengan cara yang inspiratif.
Ketiganya saling melengkapi. Tanpa spiritual, intelektual bisa kehilangan arah. Tanpa kreativitas, ilmu sulit tersampaikan dengan menarik.
Visi dan Impian Masa Depan
Visi dan impian besar Lidya untuk masa depan, khususnya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, adalah menjadi pendidik dan motivator yang mampu menginspirasi generasi muda untuk berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Ia ingin berkontribusi di dunia pendidikan dan dakwah, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menguatkan karakter dan spiritualitas.
Baginya, kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita beri dan hadirkan bagi orang lain.
Peran Besar Public Speaking
Salah satu prestasi terbaik yang paling berkesan bagi Maulidya adalah Juara 1 Lomba Syarhil 2023. Syarhil bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi tentang pemahaman nilai, kekompakan tim, dan penghayatan pesan dakwah. Proses latihannya penuh tantangan, mulai dari menyatukan visi tim hingga mengatur ekspresi dan intonasi. Kemenangan tersebut terasa istimewa karena merupakan hasil kerja keras, doa, dan kolaborasi yang solid.
Adapun menjadi Wakil 1 Duta Tarbiyah 2026 adalah amanah besar. Pengalaman ini membentuknya menjadi pribadi yang lebih percaya diri, komunikatif, dan bertanggung jawab. Ia belajar bagaimana membawa nama baik institusi, menjaga sikap di ruang publik, serta menjadi representasi nilai-nilai tarbiyah. Amanah tersebut melatihnya untuk lebih matang dalam bersikap dan berpikir.
Public speaking memiliki peran yang sangat besar. Kemampuan berbicara di depan umum membantu menyampaikan gagasan, memimpin forum, serta membangun kepercayaan. Melalui public speaking, ia belajar mengelola rasa gugup, menyusun argumen yang sistematis, dan membangun komunikasi yang baik. Ini menjadi bekal penting dalam lomba, organisasi, maupun kegiatan dakwah.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











