"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12: Dinamika Politik dan Ekonomi Orde Baru

Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12 Halaman 137-142

Materi yang dibahas dalam kunci jawaban ini berkaitan dengan Dinamika Politik dan Ekonomi Indonesia pada Masa Orde Baru. Pembahasan ini mencakup Asesmen Bab 3, yaitu “Indonesia Masa Orde Baru (1966–1998)”, yang terdapat di halaman 137 hingga 142 Kurikulum Merdeka. Kunci jawaban ini dirancang untuk membantu siswa memahami materi saat mengerjakan tugas maupun belajar mandiri. Namun, disarankan agar siswa mencoba menjawab soal secara mandiri terlebih dahulu.

Berikut adalah kunci jawaban dari beberapa soal yang terdapat dalam Asesmen Bab 3:

Soal Pilihan Ganda

  1. Sejak catur wulan pertama 1966, Indonesia mengalami dualisme kepemimpinan nasional. Sukarno tetap berkuasa sebagai presiden RI meskipun pamornya semakin menurun, sementara itu Letjen Soeharto mendapat banyak simpati dan dukungan dari berbagai pihak. Dualisme kepemimpinan ini akhirnya berakhir pada…

    a. 11 Maret 1966

    b. 20 Februari 1967

    c. 22 Februari 1967

    d. 12 Maret 1967

    e. 27 Maret 1968

    Kunci Jawaban: C

  2. Oil Boom yang terjadi pada periode 1970an berdampak pada perbaikan ekonomi Indonesia. Berikut yang merupakan latar belakang fenomena Oil Boom adalah…

    (a) Boikot ekspor minyak yang dilakukan oleh negara-negara Arab yang tergabung dalam OPEC kepada Amerika Serikat.

    (b) Ditemukannya sumber-sumber minyak baru di Amerika Serikat.

    (c) Terganggunya produksi minyak dunia akibat Revolusi Iran.

    (d) Kemajuan teknologi pertambangan minyak bumi.

    Pilihlah:

    a. Jika (1), (2), dan (3) yang benar

    b. Jika (1) dan (3) yang benar

    c. Jika (2) dan (4) yang benar

    d. Jika hanya (4) saja yang benar

    e. Jika semua jawaban benar

    Kunci Jawaban: B

  3. dr. Sulianti Saroso adalah pelopor gerakan Keluarga Berencana (KB) di Indonesia.

    SEBAB

    Beliau mewacanakan pembatasan fertilitas menggunakan alat kontrasepsi, kampanye anti pernikahan dini dan penyuluhan program kelahiran yang terencana.

    Pilihlah:

    a. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.

    b. Jika pernyataan benar dan alasan benar, tetapi keduanga tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.

    c. Jika pernyataan benar dan alasan salah.

    d. Jika penyataan salah dan alasan benar.

    e. Jika pernyataan dan alasan, keduanya salah.

    Kunci jawaban: A

  4. Petisi 50 merupakan salah satu bentuk protes para tokoh nasional terhadap pemerintahan Orde Baru. Beberapa tokoh yang ikut menandangani petisi ini antara lain…

    (1) Moh. Hatta

    (2) Ali Sadikin

    (3) Jenderal Polisi Hoegeng

    (4) S.K. Trimurti

    Pilihlah:

    a. Jika (1), (2), dan (3) yang benar

    b. Jika (1) dan (3) yang benar

    c. Jika (2) dan (4) yang benar

    d. Jika hanya (4) saja yang benar

    e. Jika semua jawaban benar

    Kunci jawaban: E

  5. Jumlah pengangguran meningkat selama krisis ekonomi melanda Indonesia.

    SEBAB

    Pada masa akhir Orde Baru banyak terjadi demonstrasi, unjuk rasa, pemogokan, dan kerusuhan.

    Pilihlah:

    a. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.

    b. Jika pernyataan benar dan alasan benar, tetapi keduanga tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.

    c. Jika pernyataan benar dan alasan salah.

    d. Jika penyataan salah dan alasan benar.

    e. Jika pernyataan dan alasan, keduanya salah.

    Kunci jawaban: B

Soal Esai

  1. Berikut adalah kutipan dari buku yang berjudul Catatan Seorang Demonstran halaman 159 tentang kegelisahan mahasiswa pada awal 1966.

    Kutipan di atas menggambarkan situasi di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia beberapa hari sebelum Aksi Tritura dimulai. Dengan mempertimbangkan informasi di atas, sebutkan minimal dua alasan mengapa mahasiswa saat itu bergerak memprotes pemerintah!

    Kunci jawaban:

    Peserta didik dapat memilih dua dari jawaban di bawah ini:

    • Kenaikan harga atau inflasi yang tidak terkendali.

    • Keengganan pemerintah untuk segera bertindak tegas dalam merespon peristiwa G30S/PKI.

    • Ketidakmampuan pemerintah dalam mengani krisis ekonomi dan politik.

    • Adanya kekhawatiran bahwa pemerintah sengaja menaikkan harga sebagai pengalihan isu.

  2. Salah satu kebijakan pemerintah Orde Baru adalah perluasan akses pendidikan melalui pendirian berbagai sekolah yang dikenal sebagai sekolah inpres. Melalui program ini jumlah sekolah meningkat. Namun, mengapa perluasan akses ini belum dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia?

    Kunci jawaban:

    Perluasan akses dan penambahan jumlah sekolah tidak selalu diiringi oleh peningkatan kualitas pendidikan. Di antara penyebabnya, jumlah tenaga guru berkualitas yang kurang, penyebaran guru yang belum merata, serta kesenjangan fasilitas dan sumber belajar di tiap daerah.

  3. Bacalah kutipan artikel dari Kompas edisi 16 Januari 1974 halaman 1 berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 3 dan 4!

    Berdasarkan informasi dari kutipan artikel di atas, mengapa para mahasiswa melakukan aksi pada 15 Januari 1974?

    Kunci jawaban:

    Mahasiswa melakukan aksi karena merasa tidak puas dengan pemerintah, terutama karena korupsi dan kenaikan harga yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Selain itu, peristiwa ini juga dilatarbelakangi oleh sentimen anti-Jepang yang dianggap sebagai penjajah ekonomi.

  4. Menurut kalian, mengapa para pelajar dan pemuda ikut bergabung dalam aksi mahasiswa tersebut?

    Kunci jawaban:

    Para pemuda dan pelajar ikut bergerak dengan mahasiswa karena mereka memiliki keresahan yang sama. Adanya kekecewaan terhadap pemerintah dan juga sentimen anti-Jepang membuat mereka turun ke jalan dan bergabung dengan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya.

  5. Jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto salah satunya disebabkan oleh krisis moneter Asia yang dimualai tahun 1997. Mengapa krisis keuangan yang berawal di Thailand dapat berpengaruh terhadap Indonesia?

    Kunci jawaban:

    Antara tahun 1980—1990 terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di Asia, termasuk Thailand dan Indonesia, sehingga semakin banyak investor asing yang menanamkan modalnya. Pada tahun 1997, banyak investor yang menarik dananya secara besar-besaran dari Thailand sehingga nilai tukar mata uang bath turun drastis. Sementara itu, hutang luar negeri tetap harus dibayar dalam dolar AS. Beban hutang ini akhirnya mengakibatkan gejolak keuangan di Thailand dan menjalar ke berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Para investor mulai ragu untuk menanamkan modal di negara-negara Asia Tenggara dan mulai menarik dolar AS yang mereka miliki dari negara-negara tersebut. Karena lemahnya sistem perekonomian dan perbankan Indonesia, negara kita kemudian juga ikut jatuh dalam krisis keuangan yang lantas berkembang menjadi krisis ekonomi dan politik.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *