"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Sekolah Muhammadiyah Sapen Jangka Panjang hingga 2033, Orang Tua Ungkap Keunggulannya

SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Jadi Pilihan Favorit Orang Tua



YOGYAKARTA – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Sapen Yogyakarta kembali menjadi sorotan publik. Kini, antrean pendaftaran siswa baru di sekolah ini disebut telah mencapai tahun 2033. Tingginya minat orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini tak lepas dari sistem pendidikan dan layanan yang dinilai berbeda dibanding sekolah lain.

Salah satu orang tua siswa, Lukmanawati Rahayu, mengaku menyekolahkan dua anaknya di SD Muhammadiyah Sapen. Anak pertamanya kini duduk di bangku kelas 8, sementara anak keduanya masih duduk di kelas 2 SD. Ia menjelaskan bahwa alasan memilih sekolah ini adalah karena basis agama Islam yang kuat serta kualitas akademik yang baik.

“Pertama memilih SD Muhammadiyah Sapen, aku pengen sekolah yang ada Islamnya. Sekolah yang agamanya bagus, nah terus banding-bandingin ternyata Sapen selalu jadi nomor satu,” ujar Luluk, panggilan akrab Lukmanawati Rahayu.

Pendekatan Pembelajaran yang Berbeda

Menurut Luluk, SD Muhammadiyah Sapen memiliki pendekatan pembelajaran yang berbeda, khususnya dalam menangani siswa yang mengalami ketertinggalan akademik. Siswa yang belum memahami materi pelajaran akan dikumpulkan dalam satu kelas khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif.

“Kalau ada ketinggilan dikumpulin jadi satu dan benar-benar jadi bisa. Misalnya diberi latihan soal, misalnya matematika nilai 50 disendiriin dijadiin satu,” ujarnya.

Anak-anak kemudian diberikan latihan-latihan soal hingga benar-benar memahami materi pelajaran tertentu dan mampu mengejar ketertinggalan. “Akhirnya nilainya semua jadi bagus, di Sapen itu makanya rata-rata dua tahun terakhir bagus,” kata dia.

Pendalaman materi tersebut, lanjut Luluk, diterapkan di semua kelas, terutama kelas 6 yang akan menghadapi Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). “Dari yang gak bisa jadi bisa. Sekolah bagus kan bukan hanya pintar salah satu (siswa) saja, tetapi bisa membuat siswaya jadi bisa,” ujarnya.

Selain itu, siswa yang mengalami kesulitan mengaji juga mendapatkan pendampingan khusus agar mampu mengejar ketertinggalan. Pihak sekolah secara rutin melibatkan orangtua untuk memantau tumbuh kembang anak selama proses belajar.

“Biasanya Sabtu itu orangtua dikumpulkan sambil pengajian,” ujar Luluk.

Biaya Terjangkau dan Fasilitas Lengkap

Dari sisi biaya, Luluk menilai SD Muhammadiyah Sapen relatif terjangkau. Saat anak pertamanya masuk, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 15 juta untuk satu tahun. Saat itu, antrean pendaftaran belum sepanjang sekarang.

“Misalnya ini kan 2026, daftarnya itu September 2025 kemarin. Itu bayar sama daftar, bayar sampai lunas. Kalau zaman dulu kakaknya Rp 15 juta itu langsung lunas jadi setahun sebelumnya,” jelasnya.

SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta juga memiliki sejumlah fasilitas unggulan, mulai dari penyediaan makan bergizi hingga layanan dokter dan psikolog. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Agung Rahmanto, menjelaskan bahwa sekolah juga membuka kelas khusus bagi siswa dengan kategori cerdas istimewa bakat istimewa (CIBI).

“Anak-anak yang mempunyai kecerdasan istimewa itu ada layanan khusus. Kami ada cerdas istimewa matematika dan cerdas istimewa IPA,” katanya.

Untuk mengikuti kelas CIBI, calon peserta didik wajib memiliki keterangan dari psikolog profesional. Selain itu, SD Muhammadiyah Sapen bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan layanan psikolog, baik untuk kelas CIBI maupun kelas reguler.

Pengembangan Lokasi Baru dan Skema Biaya Berjenjang

Agung menambahkan, mulai tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026, pihak sekolah akan mengembangkan lokasi baru di Ringroad Barat, Kasihan, tepat di depan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). “Itu nanti tempat yang kami gunakan untuk memberikan layanan anak-anak cerdas istimewa bakat istimewa,” imbuhnya.

Sekolah juga menyediakan layanan dokter gigi, dokter umum, dan perawat. “Ini jadi bagian kami menjaga kesehatan anak, oleh karena itu ini jadi konsentrasi kami,” ucap Agung.

Saat ini, SD Muhammadiyah Sapen memiliki tujuh rombongan belajar di setiap tingkat dengan total siswa mencapai 1.779 orang.

Terkait biaya pendidikan, Agung menyebutkan sekolah menerapkan skema berjenjang. Sebanyak 10 persen siswa berasal dari keluarga tidak mampu dan mendapatkan subsidi penuh. “SPP mulai 0 rupiah mereka kami subsidi seragamnya, uang bulanannya, kegiatan tahunannya, sampai makan siang dan snack mereka,” katanya.

Sementara itu, untuk keluarga mampu, SPP ditetapkan sebesar Rp 1.400.000 per bulan dan sudah termasuk makan. “Range (SPP) 0 rupiah sampai Rp 1.400.000 sudah termasuk makan,” pungkasnya.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *