"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

393 Orang Mendaki Gunung Bulusaraung, 6 Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

Tim Gabungan Berupaya Mencari Korban Pesawat yang Jatuh di Gunung Bulusaraung

Sekitar 393 orang dari berbagai instansi dan organisasi terlibat dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Operasi ini dilakukan secara bersamaan oleh Basarnas, BPBD, TNI, Polri, SAR, Mapala, PMI, relawan, hingga warga Desa Tompo Bulu.

Tim gabungan dibagi menjadi empat regu atau SRU. Dua tim mencari di puncak gunung sementara dua tim lainnya mencari melalui kaki gunung. Rincian pembagian tim adalah sebagai berikut:

  • SRU 1 sebanyak 94 orang, mencari melalui jalur Senggerang.
  • SRU 2 sebanyak 93 orang.
  • SRU 3 sebanyak 100 orang, naik ke puncak Bulusaraung.
  • SRU 4 sebanyak 106 orang, mencari melalui jalur Bulu Paria.

Nama-nama anggota tim tersebut tercatat di papan tulis kecil berukuran satu meter persegi yang disimpan di teras kantor Desa Tompo Bulu. Papan tulis ini biasanya hanya mencatat beberapa nama pecinta alam, namun kali ini “kewalahan” menampung nama-nama orang yang mendaki.

“Semua orang yang naik atau masuk kawasan wajib tercatat di sini,” ujar Andi Sultan, anggota Basarnas, saat ditemui di lokasi.

Sambil menunggu proses evakuasi dari puncak gunung, tim gabungan saat ini sedang beristirahat. Sebagian dari mereka menunaikan ibadah Salat di Masjid Desa Tompo Bulu, tepat di depan kantor desa. Sementara itu, jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional sibuk melaporkan dari sekitar posko. Namun, akses internet di lokasi posko terbatas. Wartawan dan relawan hanya menggunakan akses wifi berbayar yang dibeli seharga Rp5 hingga Rp10 ribu. Sementara itu, tim gabungan menggunakan akses internet Starlink untuk memudahkan penyaluran informasi.

Lokasi dan Akses ke Gunung Bulusaraung

Gunung Bulusaraung memiliki ketinggian 1.353 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL). Kawasan ini berjarak sekitar 21 km sebelah timur Pangkajene, ibu kota Pangkep, dan sekitar 26 km tenggara Maros. Kawasan ini masuk Taman Nasional Bantimurung dan hutan vegetasi basah Karaengta. Akses ke kawasan pendakian favorit pencinta alam ini bisa dari Leang-leang, Jalan Poros Maros – Bone. Dari Pangkep bisa diakses dari Jalan Poros Makassar- Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.

Tantangan dalam Operasi Pencarian

Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, berlangsung intensif. Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat berupa kabut tebal, hujan, serta medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.

Dalam operasi berskala nasional ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar turut berperan aktif sebagai bagian dari Tim SAR gabungan. Sejak hari pertama, BPBD Makassar terlibat dalam pendirian dan pengelolaan Posko Pencarian. Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan lokasi temuan serta koordinasi lintas instansi.

Pada Minggu (18/1/2026) pukul 07.46 WITA, tim SAR gabungan menemukan serpihan awal pesawat berdasarkan laporan Posko Pencarian. “Lokasinya berada di koordinat 04°55’48” LS dan 119°44’52” BT,” kata Kepala BPBD Makassar Muh Fadli Tahar. Selang beberapa menit kemudian, tepat pukul 07.49 WITA, bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan dalam kondisi bagian atas badan terbuka. Tak lama berselang, pada pukul 07.52 WITA, tim kembali menemukan bagian ekor pesawat di sisi selatan lereng bawah Gunung Bulusaraung.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Search and Rescue Unit (SRU) 3 bergerak menuju Pos 2 untuk memperluas area pencarian sekaligus mengamankan lokasi. Sekitar pukul 08.02 WITA, SRU Aju melaporkan adanya serpihan besar lainnya yang terpantau melalui pemantauan udara menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara. Namun, kondisi medan yang curam dan tertutup kabut tebal membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan peralatan khusus mountaineering dan climbing.

Enam Bagian Pesawat Ditemukan

Satu per satu bagian Pesawat ATR 42-500 ditemukan tim pencari. Minggu (18/1/2026) pagi, tim gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 di sekitaran puncak Gunung Bulusaraung. Total enam serpihan pesawat ditemukan tim gabungan di sekitar gunung tersebut. Adapun serpihan itu adalah:

  • Fragmen kecil: Potongan kecil berupa bagian jendela pesawat ditemukan pertama kali oleh tim SAR di lereng Gunung Bulusaraung.
  • Bagian badan pesawat (fuselage): Tim SAR menemukan bagian besar badan pesawat (fuselage) di lokasi kejadian, yang menjadi titik utama pencarian selanjutnya.
  • Bagian ekor pesawat: Bagian ekor pesawat juga ditemukan di lereng selatan bawah lokasi.
  • Serpihan lainnya: Tim juga menemukan beberapa bagian pesawat dengan ukuran kecil hingga besar.

Semua puing tersebut ditemukan di area Gunung/Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, terutama di lereng dan puncak Gunung Bulusaraung di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. Selain serpihan pesawat, tim pencari juga menemukan pakaian.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *