Keluhan Warga terhadap Jalan Rusak di Sulawesi Utara
Beberapa jalan di Sulawesi Utara (Sulut) kini menjadi perhatian warga setempat karena kondisinya yang rusak dan membahayakan pengguna jalan. Terdapat lima titik jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat, terutama di Kota Manado. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Jalan Rusak dan Berlubang di Kecamatan Wanea Manado Picu Kepadatan Lalu Lintas
Ruas Jalan Sam Ratulangi 5, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulut mengalami kerusakan yang cukup mengganggu arus lalu lintas. Jarak kecamatan Wanea sekira 18 km dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi. Waktu tempuh sekitar 30 menit lewat Jl. Ring Road/Lkr. Kota Manado dan Jl. A.A. Maramis/Kairagi – Mapanget.
Di tengah badan jalan terlihat lubang cukup besar dengan permukaan aspal rusak dan terkelupas. Akibatnya memaksa pengendara mengurangi kecepatan saat melintas. Amatan dilokasi, Jumat (9/1/2026) malam, lubang tersebut hanya diberi pembatas berwarna merah sebagai tanda peringatan. Sebuah ban mobil juga tergelak di sekitar lubang. Di sekitarnya, aspal tampak hancur dan sebagian tertutup genangan air. Hal itu membuat kondisi jalan semakin sulit dilalui, terutama pada malam hari. Situasi ini menyebabkan lalu lintas sedikit padat.
Kendaraan roda empat harus sangat pelan dan bergantian mencari jalur aman agar bisa melewati titik kerusakan. Bahkan, sejumlah mobil terlihat mengambil jalur dari arah berlawanan demi menghindari lubang dan tetap bisa melintas. Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit dan arus lalu lintas kerap tersendat.
2. Jalan Bethesda Manado Rusak dan Tergenang Air, Pengendara Diminta Waspada
Kerusakan di Jalan Bethesda, Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, dekat persimpangan Kampus Universitas Sam Ratulangi, semakin melebar. Hal ini dikeluhkan warga sekitar dan para pengendara. Kerusakan jalan yang telah terjadi sejak tahun lalu kini semakin parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Apalagi, jalan tersebut kerap dilalui kendaraan berukuran besar.
Seorang warga sekitar, Yulin, mengatakan kerusakan jalan awalnya hanya berupa lubang kecil. Namun seiring waktu, kerusakan tersebut semakin meluas, terutama saat musim hujan.
“Sudah rusak sejak akhir tahun lalu. Awalnya hanya kecil-kecil, lama-lama meluas, makin parah pas musim hujan,” ujar Yulin, Selasa (13/1/2026).

3. Warga Keluhkan Jalan Rusak di Boulevard II Manado Hanya Ditambal Semen
Titik kerusakan juga ditemukan di Jalan Boulevard II, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara. Salah satunya sekitar 200 meter dari Pantai Karangria Manado. Kerusakan di sana ada beberapa titik dan hanya ditambal menggunakan semen. Hal ini dinilai membahayakan karena permukaannya menjadi tidak rata, terutama saat malam hari.
Seorang nelayan setempat, Hendra (71), mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah.
“Sudah lama rusak. Itu kan sudah ditambal lagi dengan semen. Banyak begitu, kalau rusak hanya ditambal semen jadinya jalan tidak rata,” ujar Hendra, Rabu (14/1/2026).

4. Aspal Berlubang di Jalan RW Mongisidi Manado: Kerap Tergenang Air, Ganggu Pengguna Jalan
Kerusakan di Jalan RW Mongisidi, Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali dikeluhkan warga. Salah satu kerusakan terlihat di depan persimpangan Jalan Sea. Aspal mulai berlubang hingga digenangi air, Kamis (15/1/2026) siang. Padahal kondisi saat itu tidak sedang hujan. Kerusakan ini sudah berlangsung lama dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kondisi jalan yang tidak rata menyebabkan genangan air dan mempercepat kerusakan di beberapa titik. Salah satu warga, Irma, mengatakan kerusakan tersebut diperkirakan sudah terjadi sejak tahun lalu. Menurutnya, permukaan jalan di lokasi itu terlihat menurun dan lebih rendah dibandingkan bagian jalan lainnya.
5. Jalan Pierre Tendean Manado Mulai Rusak, Warga Minta Segera Diperbaiki
Jalan Pierre Tendean yang merupakan jalan utama di Kota Manado, Sulawesi Utara, mulai dikeluhkan warga sekitar dan pengendara. Sejumlah lubang terlihat di beberapa titik yang sebelumnya mulus seperti di persimpangan menuju Zero Point dan dekat Gang Jalan Samratulangi 5. Kerusakan ini dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, mengingat Pierre Tendean merupakan salah satu jalan utama dengan lalu lintas yang padat.
Warga sekitar bernama Wawan mengatakan kerusakan jalan sudah mulai terlihat di beberapa sisi.
“Sepertinya sudah mulai harus diperbaiki. Memang agak rawan karena ini jalan utama dan lalu lintasnya sangat padat, banyak kendaraan besar yang melintas juga,” ujar Wawan, Senin (12/1/2026).

6. Jalan Rusak di Desa Binjeita Boltara, BPJN Sulut: Akhir Januari 2026 Diperbaiki di Beberapa Titik
Jalan rusak di ruas jalan Trans Sulawesi Desa Binjeita, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara (Sulut) belum juga diperbaiki hingga hari ini, Kamis (15/1/2026). Padahal kondisi jalan tersebut sudah rusak parah dan sangat membahayakan pengguna jalan.
“Jalan ini sudah rusak sejak awal Bulan Desember 2025 dan hingga kini belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ucap Fais Tunggil warga Desa Binjeita. Fais berharap jalan rusak ini segera mendapat perhatian dari pemerintah karena jalan tersebut merupakan jalur penghubung antar provinsi.
Menanggapi hal itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satker PJN Wilayah II Sulut, Renly Sembiring, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu kontrak untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Dikatakannya, BPJN Sulut tengah menyiapkan metode penanganan darurat seperti patching (penambalan) demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
“Dipastikan akhir bulan Januari 2026 ini sudah mulai diperbaiki. Dan itu untuk beberapa titik kerusakan yang ada di Boltara,” singkatnya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.










