"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Warga Berebut Cairan Diduga Minyak Bumi Saat Pengeboran, Dipercaya Obati Penyakit

Warga Berebut Cairan Diduga Minyak Bumi di Desa Panyaksagan

Warga di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini ramai memadati lokasi yang mengeluarkan semburan air bercampur cairan diduga minyak bumi. Peristiwa ini terjadi sejak Rabu (7/1/2026) lalu, dan sejumlah warga langsung berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan dan mengambil cairan tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, cairan tersebut muncul dari sumur bor yang sedang dilakukan pengeboran. Awalnya, tujuan pengeboran adalah untuk mencari sumber air tanah dengan kedalaman hingga 120 hingga 125 meter. Namun, pada hari ke-11 pengeboran, muncul cairan berwarna hijau gelap yang memiliki aroma mirip minyak tanah dan oli.

Kepala Desa Panyaksagan, Sujak, menjelaskan bahwa setelah adanya informasi tentang cairan tersebut, banyak warga yang datang ke lokasi. Mereka membawa botol, jerigen, atau galon bekas air mineral untuk mengambil cairan itu.

“Ada yang ambil karena penasaran, ada juga yang percaya bisa menyembuhkan penyakit,” ujarnya.

Sujak menambahkan bahwa ia sendiri telah melihat cairan tersebut dan merasa aroma serta warnanya sangat mirip dengan minyak tanah. Ia juga mengimbau warga agar tidak mendekati sumur dan tidak memancing api di sekitar area tersebut, karena khawatir bisa membahayakan keselamatan warga.

Beberapa warga seperti Holik mengatakan bahwa mereka mengambil cairan tersebut untuk digunakan sebagai bahan bakar kayu dan sampah. “Tidak untuk kendaraan karena cairannya kotor,” katanya.

Kejadian Serupa di Desa Ngimbang

Selain di Desa Panyaksagan, kejadian serupa juga terjadi di Dusun Katar, Desa/Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Warga di sana kaget saat melakukan pengeboran sumur untuk mencari sumber air tanah. Tiba-tiba, tercium bau solar dari dalam tanah.

Pengeboran dilakukan oleh tiga orang pekerja, yaitu Jumani (45), Sukadi (38), dan Yusron (18). Awalnya, pengeboran dilakukan di lahan milik M Eko (46) pada Kamis (8/5/2025). Setelah 12 hari pengeboran, tepatnya pada Senin (19/5/2025), pukul 16.00 WIB, muncul bau seperti minyak solar.

Para pekerja langsung menghentikan proses pengeboran dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik lahan. Selanjutnya, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa dan Polsek Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang, Iptu I Wayan Sumantra, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan lokasi dan memasang garis polisi. Pengeboran juga sementara dihentikan, dan para petugas telah mengambil sampel air dari lokasi tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga melarang masyarakat agar tidak mendekat dan tidak menyalakan api di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko bahaya yang bisa terjadi akibat kemungkinan adanya bahan kimia berbahaya.

Tanggapan dari Warga dan Pihak Berwenang

Di Desa Panyaksagan, warga terus memperhatikan peristiwa ini. Meski ada yang percaya cairan tersebut bisa menyembuhkan penyakit, namun tidak semua warga mengetahui metode pengobatan yang tepat. Beberapa warga juga menganggap cairan tersebut sebagai hal mistis.

Di sisi lain, pihak berwenang seperti Kepala Desa dan polisi telah mengambil langkah-langkah pencegahan. Mereka memastikan bahwa warga tidak mendekati lokasi dan tidak melakukan tindakan yang berisiko.

Namun, bagi warga yang masih ingin mengambil cairan tersebut, mereka harus tetap waspada. Terlebih, jika cairan tersebut benar-benar mengandung bahan kimia berbahaya, maka tindakan yang dilakukan bisa berdampak buruk.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *