Dua Korban Banjir Bandang di Siau Masih Belum Ditemukan
Pencarian terhadap dua korban banjir bandang di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih berlangsung. Dua korban tersebut bernama Andrin Pinang dan Leonel Pinang. Meskipun upaya pencarian dilakukan secara intensif, hingga sore hari kedua korban belum berhasil ditemukan.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Operasi pencarian hari ini fokus pada dua titik utama, yaitu di sekitar rumah korban dan wilayah pesisir pantai yang diduga menjadi jalur terbawa arus banjir bandang. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat dan pantai yang melibatkan unsur SAR gabungan.
Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta medan di lapangan. Upaya maksimal terus dilakukan demi menemukan kedua korban dan memberikan kepastian bagi pihak keluarga.
Kerugian Material Akibat Banjir Bandang
Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Siau menyebabkan banyak korban dan kerugian material. Banyak bangunan terkena dampak dari banjir bandang yang disertai bebatuan besar. Rumah warga hingga kantor Polres Sitaro juga terkena dampak cukup parah. Selain itu, petugas dan warga masih melakukan pencarian terhadap korban hilang.
Total ada 206 unit bangunan yang ikut terdampak banjir bandang di Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Dari jumlah tersebut, 30 rumah dilaporkan hilang terbawa banjir. 52 rumah rusak berat. 29 rumah rusak sedang dan 89 lainnya rusak ringan. Sementara kantor pemerintahan dilaporkan satu yang alami kerusakan yakni Markas Polres Sitaro. Selain itu kerusakan juga dialami satu unit bengkel, satu kios dan tiga bangunan sekolah.
Berikut rincian dampak banjir bandang yang terdata sementara:
- Rumah yang hilang: 30 unit
- Rumah Rusak Berat: 52
- Rumah Rusak Sedang: 29
- Rusak Ringan: 89
- Kantor: Polres 1
- Kios: 1
- Bengkel: 1
- Sekolah Rusak: 3, yaitu:
1). TK Jiwa Bahu
2). TK Batusenggo
3). SD Batusenggo
Korban Meninggal dan Penemuan Bayi
Hingga Rabu (7/1/2026) pukul 18.50 Wita, jumlah total korban meninggal akibat musibah ini ada 17 orang. Terbaru, pihak kepolisian dari Tim K9 menemukan sosok bayi berusia sekitar 2 tahun. Korban ditemukan oleh anggota Polri dari Tim K9 dalam kondisi sudah meninggal. Korban ditemukan di Sanumpito Desa Laggaeng Kecamatan Siau Barat Selatan.
Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi saat dikonfirmasi Tribun Manado menyebut bahwa korban ditemukan oleh tim yang dipimpin AKP Edy Akan Uldate. Nama korban adalah Klaison Tatambihe, usia 2 tahun. Korban ditemukan setelah tim menempuh perjalanan kaki selama 45 menit.
Diketahui hingga berita ini diturunkan, total korban bencana banjir di Siau ada 37. 17 meninggal, 18 luka, 2 orang masih dinyatakan hilang.
Penemuan Jenazah Bayi Clayton
Clayton Azriel Tatambihe, bayi dua tahun yang ikut jadi korban dalam bencana banjir bandang di Siau, Sitaro, Sulawesi Utara ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Proses pencarian dilakukan oleh aparat gabungan di lingkungan I Sanumpito Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Barat Selatan, Rabu (7/1/2026) siang.
Awalnya tim yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD dan stakeholder turun ke salah satu lokasi terdampak bencana di Siau. Tepatnya di Sanumpito Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Barat Selatan. Di sana, mereka lantas menyisir titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi hilangnya korban.
Sekitar pukul 11.00 Wita, personel Polri dari Tim K9 menemukan sesosok mayat anak bayi yang kemudian teridentifikasi adalah Clayton Azriael. Tim K9 sendiri adalah unit khusus di kepolisian yang memiliki anjing terlatih dan pawangnya (handler) yang salah satu fungsinya adalah mencari korban bencana (SAR).
Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi saat dikonfirmasi Tribun Manado menyebut bahwa korban ditemukan oleh tim K9 yang dipimpin AKP Edy Akan Uldate. Berdasarkan ciri fisik serta keterangan keluarga diperoleh informasi data, bahwa korban adalah Clayton Azriel Tatambihe. Laki-laki. Umur 2 tahun. Alamat Kampung Laghaeng.
Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Sulut. Kapolres Sitaro menyebut, pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama stakeholder terkait. Di mana hingga saat ini masih ada dua korban lagi yang belum ditemukan.
Informasi Tentang Pulau Siau
Pulau Siau berada di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara. Dari Pelabuhan Manado ke Siau bisa ditempuh kurang lebih 5 jam naik kapal cepat. Siau adalah satu dari 47 pulau yang masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro). Dari 47 pulau itu, hanya 10 pulau di antaranya berpenghuni. Total penduduk Kabupaten Sitaro sebanyak 70.528 jiwa. Terbanyak menghuni Pulau Siau. Disusul Pulau Tagulandang dan Biaro.
Ibu kota kabupaten berada di Siau. Gunung Api Karangetang dengan ketinggian 1.797 mdpl dan sangat aktif berada di pulau ini. Pulau Siau juga dikenal dengan komoditi unggulannya berupa Pala.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."










