Tahun baru 2026 menawarkan semangat baru bagi sektor pariwisata di Indonesia. Kepulauan Riau (Kepri) kembali memperkuat posisinya sebagai gerbang utama kedatangan wisatawan mancanegara (wisman), dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke Batam. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat menyambut rombongan wisman perdana yang tiba di Bandara Soekarno–Hatta pada hari pertama tahun 2026.
Setelah menghadiri penyambutan wisatawan di Bandara Soekarno–Hatta, Wamenpar melanjutkan kunjungan kerjanya ke Batam untuk menyapa wisman yang masuk melalui jalur laut. Di Pelabuhan Ferry Internasional Gold Coast, Batam, ia menyambut kedatangan wisatawan asal Malaysia yang tiba menggunakan kapal Kepri Coral Glory dari Stulang Laut, Malaysia. Ia berharap para wisatawan dapat menikmati liburan mereka di Indonesia.
Para wisatawan disambut dengan hangat melalui kalungan bunga, pertunjukan Tari Kreasi Melayu, serta bingkisan khas daerah. Penyambutan ini dinilai memberikan kesan pertama yang positif bagi wisatawan, termasuk Khairudin, wisman asal Malaysia yang berkunjung ke Batam untuk pertama kalinya. Ia mengungkapkan bahwa penyambutan tersebut memberikan kenangan yang manis dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Kepri sebagai pintu masuk utama wisman
Wamenpar menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan salah satu dari tiga pintu masuk utama wisatawan internasional, bersama Bali dan Jakarta. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau mencatat 1.662.644 kunjungan wisman selama Januari–Oktober 2025, naik 21,77 persen dibanding periode yang sama pada 2024. Kota Batam menjadi kontributor terbesar dengan 1.290.010 kunjungan.
Negara asal wisatawan terbanyak adalah Singapura, disusul Malaysia, Tiongkok, India, dan Filipina. Pemerintah Kota Batam menargetkan 1,5 juta kunjungan hingga akhir 2025 dan meningkatkan target menjadi 1,7 juta pada 2026. Dengan angka ini, Wamenpar optimis bahwa sektor pariwisata akan terus tumbuh positif pada tahun ini.
Dorong event dan produk wisata unggulan
Untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi utama, Kementerian Pariwisata akan terus mendukung pengembangan daya tarik wisata di Batam dan Kepri. Salah satu langkahnya adalah penyelenggaraan event nasional maupun internasional yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Selain itu, Kemenpar juga mendorong pariwisata berkualitas melalui berbagai produk unggulan seperti wellness tourism, gastronomi, wisata bahari, seni dan desain, hingga heritage.
Wamenpar menegaskan pentingnya kolaborasi agar penyelenggaraan event ke depan semakin baik dan berdampak luas. Ia juga mendorong wisatawan untuk memasukkan desa wisata dalam agenda perjalanan mereka, karena desa wisata dinilai penting dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan yang berbasis masyarakat.
Tinjau wisata populer saat Nataru
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa juga meninjau aktivitas wisata selama libur Natal dan Tahun Baru di beberapa destinasi populer di Batam, antara lain Mega Wisata Ocarina – Theme Park, K Square Mall, serta Desa Wisata Kampung Tua Bakau.
Desa Wisata Kampung Tua Bakau menawarkan wisata edukasi lingkungan dan keasrian alam yang menjadi daya tarik tersendiri. Wamenpar menekankan pentingnya pengembangan wisata edukasi seperti ini, sehingga bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”










