Pembinaan Pegawai UIN Saizu Purwokerto Fokus pada Penguatan Tata Kelola Informasi Publik
Pada awal tahun 2026, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar kegiatan pembinaan pegawai yang bertujuan untuk memperkuat tata kelola pelayanan informasi publik. Acara ini berlangsung di Hall Perpustakaan UIN Saizu dan dihadiri oleh lebih dari 160 dosen serta tenaga kependidikan.
Acara ini menghadirkan Dr. Ismail Cawidu, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Ia membahas strategi transparansi dalam lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, menekankan bahwa pembinaan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi “Kampus Desa Mendunia”.
Saat ini, UIN Saizu sedang mempersiapkan instrumen untuk melakukan submisi pada lembaga pemeringkatan internasional QS World University Rankings (WUR) pada bulan Januari ini. Menurut Prof. Ridwan, pencapaian rekognisi internasional harus dibarengi dengan tata kelola manajerial yang akuntabel.
“Tujuan kita adalah mencapai kampus yang informatif dan menjunjung tinggi tata kelola manajerial, terutama dalam aspek keterbukaan dan akuntabilitas publik,” ujarnya.
Agenda pembinaan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, termasuk Wakil Rektor 1 Prof. Suwito, Wakil Rektor 2 Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor 3 Prof. Sunhaji, serta Kepala Biro AUPK yang baru dilantik, Nugraha Stiawan. Acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU dengan Bank Syariah Nasional dan foto bersama sebelum memasuki sesi inti.
Dalam sesi pembinaan yang dimoderatori oleh Prof. Sulkhan Chakim, Dr. Ismail Cawidu memaparkan materi komprehensif bertajuk “Kebijakan Peningkatan Pelayanan Informasi Publik Kementerian Agama RI”. Ia menyampaikan data bahwa dari 58 PTKIN di bawah naungan Kemenag RI, hanya 11 yang meraih predikat Badan Publik Informatif pada tahun 2025.
“Tahun 2026, kita targetkan agar jumlah penerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Informatif meningkat 50 persen dari tahun 2025,” ujar Ismail Cawidu.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan komunikasi di Indonesia menganut konsep Open Sky Policy yang berlandaskan Pasal 28F UUD 1945. Setiap orang bebas berkomunikasi dan memperoleh informasi melalui berbagai saluran media.
Lebih lanjut, Ismail mengupas profil digital Indonesia berdasarkan data IMD World Digital Competitiveness Ranking (WDCR) 2025. Skor indeks domestik Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara peringkat 10 besar dunia seperti Amerika Serikat yang memiliki skor di atas 90 poin. Hal ini menjadi landasan mengapa penguatan literasi dan pelayanan digital di lingkungan kampus menjadi sangat krusial.
Ismail juga menekankan pentingnya filosofi “Rumah Kaca” dengan prinsip Maximum Access, Limited Exemption (MALE). Dalam konteks perguruan tinggi, ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk meminta informasi kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Terkait keamanan data, Ismail mewanti-wanti mengenai implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Ia menginstruksikan pimpinan UIN Saizu untuk segera menunjuk Pejabat Pelindung Data Pribadi atau Data Protection Officer (DPO).
Penunjukan ini penting untuk memastikan setiap proses registrasi mahasiswa maupun dosen disertai dengan persetujuan eksplisit dan transparansi tujuan penggunaan data guna menghindari risiko kebocoran sistem.
Menutup paparannya, Ismail Cawidu memberikan peringatan keras mengenai jejak digital yang bersifat abadi atau ethernity. Jejak digital, baik yang aktif dibagikan melalui media sosial maupun yang bersifat pasif seperti riwayat penelusuran, dapat berdampak pada kerusakan reputasi dan risiko keamanan di masa depan.
“Di era AI, semua perlu berhati-hati saat berinteraksi dengan internet. Sebarkan informasi yang mendidik, mencerahkan, dan bermanfaat sebagai bagian dari amal jariyah di dunia maya,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum krusial bagi UIN Saizu Purwokerto untuk menyempurnakan fungsi PPID sesuai mandat undang-undang demi mencapai predikat kampus yang informatif. Dengan integrasi antara transparansi publik dan penguatan sistem keamanan data, UIN Saizu memantapkan langkahnya dalam proses transformasi menuju universitas bereputasi global yang menjunjung tinggi akuntabilitas.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











