Perayaan Haul ke-21 Guru Sekumpul Menarik Banyak Jamaah
Gelombang jamaah yang hadir dalam perayaan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau dikenal sebagai Guru Sekumpul terus memadati jalur darat Kalimantan Tengah. Salah satu titik singgah utama bagi jamaah lintas daerah yang menuju Martapura, Kalimantan Selatan adalah Rest Area Masjid Kubah Hijau Al-Abrar di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya.
Berdasarkan pantauan, sejak Jumat (26/12/2025) siang, rest area tersebut dipadati oleh jamaah dari berbagai daerah yang singgah untuk beristirahat, menunaikan ibadah salat, serta menikmati berbagai fasilitas gratis yang disediakan panitia sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain menyediakan tempat ibadah dan istirahat, panitia juga menghadirkan layanan hidangan gratis serta fasilitas penunjang perjalanan. Salah satunya adalah layanan ganti oli motor gratis yang disediakan oleh mekanik dari Cahaya Indah Motor, bengkel resmi Honda yang berada di Jalan Tjilik Riwut Km 1, Palangka Raya.
Salah seorang mekanik, Defri Setiawan (25), menjelaskan bahwa pihaknya membuka stan servis motor khusus untuk membantu jamaah yang akan menghadiri Haul Guru Sekumpul.
“Kami buka stand di Rest Area Masjid Kubah Hijau Al-Abrar untuk service motor bagi jamaah yang ingin pergi ke Haul Guru Sekumpul,” ujar Defri pada Jumat (26/12/2025).
Ia menambahkan bahwa layanan ganti oli gratis ini mulai dibuka pada Jumat (26/12/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (28/12/2025). “Mulai hari ini sampai Minggu, dari pukul 08.30 WIB sampai 16.30 WIB,” jelasnya.
Defri menjelaskan bahwa layanan ini dikhususkan bagi jamaah Haul Guru Sekumpul dengan syarat sederhana, yaitu membawa STNK dan memang jamaah yang menghadiri haul.
Untuk jenis kendaraan, layanan ganti oli gratis ini diperuntukkan bagi sepeda motor matik. Selain penggantian oli, mekanik juga melakukan pengecekan kondisi kendaraan lainnya.
“Khusus motor matik, selain ganti oli kami juga melakukan pengecekan kampas rem dan fungsional kelistrikan seperti lampu dan lainnya,” ungkapnya.
Defri juga mengimbau para jamaah agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan jauh.
“Yang paling utama pengecekan oli, karena perjalanannya jauh. Rem dan fungsi motor lainnya juga harus dicek agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini demi keselamatan pengendara,” ujarnya.
Salah seorang jamaah asal Sampit, Mujiburrahman (39), mengaku sangat terbantu dengan adanya berbagai fasilitas di Rest Area Masjid Kubah Hijau Al-Abrar.
“Ibu berangkat dari Sampit pukul 05.00 WIB dan tiba di sini sekitar pukul 11.00 WIB. Saya istirahat di masjid ini untuk melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mujiburrahman berencana melanjutkan perjalanan menuju Martapura setelah beristirahat.
“Luar biasa momennya, sangat terbantu. Rencananya setelah salat Jumat ini baru melanjutkan perjalanan,” ucapnya.
Keberadaan Rest Area Masjid Kubah Hijau Al-Abrar dengan berbagai fasilitas gratis tersebut menjadi salah satu titik persinggahan penting bagi jamaah dari berbagai daerah yang melintasi Palangka Raya menuju Haul Guru Sekumpul.
Pelaksanaan haul kedua atau momen 5 Rajab belum ada pengumuman resmi. Beredar kabar haul diperkirakan dilaksanakan bersamaan pengajian rutin Minggu (28/12/2025) malam.
Berikut ini link live streaming Haul Guru Sekumpul 2024:
Link streaming
KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai memang adalah ulama besar di Kalimantan Selatan. Nama lengkap Abah Guru Sekumpul adalah Muhammad Zaini Abdul Ghani al-Banjari. Abah Guru Sekumpul lahir pada tanggal 11 Februari 1942 di Desa Tunggul Irang Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Oleh jemaahnya, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani biasa dipanggil Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai. Diketahui, Abah Guru Sekumpul dikenal lewat keilmuannya dalam agama Islam, seperti kepemimpinannya dalam memajukan pendidikan dan agama di wilayahnya.
Muhammad Zaini Abdul Ghani memiliki kontribusi besar dalam membentuk masyarakat yang religius dan berbudaya di Kalimantan Selatan. Tak hanya itu, Abah Guru Sekumpul juga aktif dalam bimbingan spiritual dan sosial di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Abah Guru Sekumpul memiliki banyak pengikut dan jemaah semasa hidupnya.
Profil Muhammad Zaini Abdul Ghani
KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau yang lebih dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul merupakan putra dari pasangan Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dan Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin. Saat dilahirkan, Abah Guru Sekumpul diberi nama Qusyairi, namun karena sering sakit kemudian namanya diganti menjadi Muhammad Zaini Abdul Ghani.
Abah Guru Sekumpul adalah keturunan ke-8 dari Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari, ulama besar Banjar, Kalimantan Selatan. Berikut silsilah keluarganya: Muhammad Zaini adalah putra dari Abdul Ghani, cucu dari Abdul Manaf, buyut dari Muhammad Seman, cicit dari Muhammad Sa’ad, canggah dari Abdullah, buyut dari Mufti Muhammad Khalid, cicit dari al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin, dan canggah dari Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari.
Banyak pedagang, yang menjual pernak pernik almarhum sampai pedagang pakaian muslim baik di sekeliling Masjid Sekumpul memperoleh berkah Guru Sekumpul, terutama jelang haul seperti sekarang.
Perjalanan Hidup Abah Guru Sekumpul
Ketika masih kecil, Abah Guru Sekumpul berada di lingkungan yang penuh kasih sayang oleh keluarganya. Beliau diajarkan tentang kedisiplinan dalam pendidikan tauhid, akhlak, dan membaca Al-Quran. Abah Guru Sekumpul juga mendapat bimbingan dari pamannya, Syekh Seman Mulia yang peduli pada pendidikannya.
Ia didorong oleh pamannya untuk belajar dari tokoh-tokoh Islam terkenal seperti al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang ahli dalam bidang hadis dan tafsir. Mengutip laman kompas, setelah menjalani perjalanan belajar agama dan pendidikan lainnya, Abah Guru Sekumpul diberi amanah untuk mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan.
Beliau direkomendasikan oleh K.H. Abdul Qadir Hasan, K.H. Sya’rani Arif, dan K.H. Salim Ma’ruf, membawa Abah Guru Sekumpul menjadi pengajar di pondok pesantren tersebut. Beberapa tahun kemudian, Abah Guru Sekumpul memutuskan untuk berhenti dan memulai kegiatan dakwah dengan membuka pengajian di rumahnya di Keraton Martapura, Kalimantan Selatan.
Awalnya, pengajian ini diselenggarakan untuk mendukung pembelajaran para santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan, dengan fokus pada pengulangan kitab-kitab Ilmu Alat seperti Nahwu dan Saraf. Namun, seiring berjalannya waktu, jemaah yang menghadiri pengajian semakin beragam, tidak hanya dari kalangan santri, melainkan juga masyarakat umum.
Pengajian pun berkembang pesat dengan penambahan kitab-kitab yang lebih bervariasi, meliputi fikih, tasawuf, tafsir, dan hadis. Pada saat itu, Abah Guru Sekumpul juga memulai penyebaran Maulid al-Habsyi atau Simthud Durar karya al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Selain itu, pengajiannya semakin memperkaya diri dengan menyelipkan lantunan syair atau kasidah yang memuji Nabi Muhammad.
Mengingat pengajian di Keraton Martapura sudah tidak dapat menampung lagi jumlah jemaah yang datang, Abah Guru Sekumpul mengambil inisiatif untuk beralih ke lokasi pengajian yang baru. Tepatnya, sekitar tahun 1980-an, Abah Guru Sekumpul memilih wilayah Sungai Kacang sebagai tempat rumah dan pengajian barunya.
Komplek rumah Abah Guru Sekumpul yang baru ini diberi nama “Komplek Ar-Raudhah,” yang terinspirasi dari nama Ar-Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah.
KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul atau Haji Ijai meninggal dunia pada 10 Agustus 2005 di usia 63 tahun. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Abah Guru Sekumpul dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura karena sakit ginjal. Makam Abah Guru Sekumpul berada di kompleks pemakaman keluarga dekat dengan Musala Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura Kalimantan Selatan.
Musala Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura Kalimantan Selatan juga menjadi pusat kegiatan Haul Abah Guru Sekumpul yang diperingati setiap tahunnya dengan selalu dihadiri jutaan jemaah.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.










