Perkiraan Mobilitas Warga Jawa Barat Selama Libur Nataru 2026
Dari total penduduk Jawa Barat yang mencapai 50,4 juta jiwa, diperkirakan sebanyak 21,2 juta warga akan melakukan perjalanan atau bepergian selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berwisata menjadi alasan utama di balik mobilitas tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, pada Minggu 21 Desember 2025 di Bandung.
Menurut Dhani, Dinas Perhubungan Jawa Barat telah melakukan survei untuk menggambarkan potensi pergerakan warga selama Nataru 2026. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 42% dari jumlah penduduk Jawa Barat, yaitu 21,2 juta orang, akan melakukan perjalanan. Dari jumlah tersebut, 60% antara lain karena alasan berwisata.
Selain alasan berwisata, ada beberapa alasan lain yang mendorong warga Jawa Barat melakukan perjalanan. Sebanyak 35,1% warga memilih pulang kampung atau mudik, sedangkan 4,1% melakukan perjalanan untuk bersilaturahmi. Sisanya, sebesar 0,1% karena pekerjaan dan 0,7% dengan alasan lainnya.
Survei ini dilakukan sebagai acuan dalam pengelolaan dan layanan transportasi selama Nataru 2026. Jawa Barat menjadi perhatian khusus karena posisi geografisnya yang strategis sebagai jalur penghubung utama antara Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa. Selain itu, Jawa Barat memiliki populasi terbesar di Indonesia, sehingga memiliki potensi mobilitas tinggi.
Waktu Perjalanan yang Paling Banyak Dipilih
Berdasarkan hasil survei, warga Jawa Barat cenderung memilih waktu perjalanan pada tanggal 24 dan 25 Desember 2025. Sebanyak 5.470.232 orang menyatakan mereka akan melakukan perjalanan pada tanggal 25 Desember 2025, sementara 5.384.426 orang memilih tanggal 24 Desember 2025. Dengan demikian, jumlah orang yang melakukan perjalanan pada dua hari tersebut bisa mencapai 10,8 juta orang.
Ketersediaan angkutan umum juga menjadi fokus dalam persiapan Nataru 2026. Dinas Perhubungan Jawa Barat menyiapkan sekitar 2.425.365 kursi untuk layanan angkutan umum selama masa libur. Layanan angkutan umum meliputi:
- Kereta jarak jauh: 48.931 kursi per hari
- Kereta komuter: 69.895 kursi per hari
- Layanan Whoosh: 28.848 kursi per hari
- Layanan ASDP: 11.540 kursi per hari
Namun, penggunaan mobil pribadi masih mendominasi sebagai alat transportasi. Sebanyak 65,2% warga memilih menggunakan mobil pribadi, sementara sisanya 15,2% menggunakan sepeda motor, 13,3% menggunakan kereta api, dan 3% menggunakan bus umum.
Persiapan Prasarana Transportasi
Kesiapan prasarana transportasi selama masa libur Nataru 2026 juga menjadi prioritas. Mulai dari kesiapan perlengkapan penerbangan hingga penambahan infrastruktur jalan seperti rambu portabel, water barrier, dan penerangan jalan umum (PJU) telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk memastikan layanan transportasi dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat.
Moda Darat dan Perjalanan Wisata
Hasil evaluasi Dinas Perhubungan Jawa Barat menunjukkan bahwa libur Natal dan Tahun Baru yang berdekatan menciptakan periode liburan yang cukup panjang. Hal ini mendorong wisatawan untuk melakukan perjalanan darat ke destinasi wisata di Jawa Barat. Perbaikan infrastruktur jalan serta penyelesaian jalan tol baru seperti Cisumdawu dan Bocimi membuat perjalanan darat menjadi pilihan utama masyarakat.
Pada masa Nataru tahun 2024/2025, terjadi lonjakan volume kendaraan di semua destinasi wisata utama, dengan rata-rata peningkatan 20-30% dibandingkan waktu normal. Meskipun kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama, terdapat peningkatan signifikan dalam penggunaan moda transportasi kereta api oleh masyarakat.











