Peristiwa Banjir di Desa Pulau Rengas Tahun 2023
Pada tahun 2023, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi mengalami bencana banjir yang menimpa sekitar 40 kepala keluarga. Banjir terjadi setelah hujan deras turun secara terus menerus selama beberapa hari, menyebabkan Sungai Batang Merangin meluap dan menggenangi rumah warga.
Salah satu korban, Tomas Lozi, menceritakan pengalamannya saat bencana tersebut terjadi. Ia mengatakan bahwa pada malam hari, ia sedang tidur ketika air mulai naik. Adiknya memberi tahu bahwa air sungai sudah meluap. Saat itu, jam menunjukkan pukul 03.00 WIB. Setelah bangun, mereka melihat kondisi di luar rumah dan ternyata air sudah menggenangi sekitar pondasi rumah. Pada pukul 04.00 WIB, air mulai masuk ke dalam rumah.
Proses Evakuasi dan Kerugian
Saat air sungai memasuki rumah, Tomas bersama keluarganya dievakuasi oleh tetangga dan kerabat dekat. Dalam peristiwa ini, mereka mengalami kerugian besar. Banyak barang elektronik, lemari, dan dokumen penting seperti ijazah anak-anak terendam air. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tomas menjelaskan bahwa batas air yang menggenangi rumahnya mencapai plafon dan ventilasi. Bahkan, air sempat mencapai lantai rumah. Hal ini menunjukkan betapa tingginya intensitas banjir yang terjadi.
Penyebab Banjir
Menurut Tomas, penyebab utama banjir adalah meluapnya Sungai Batang Merangin. Ia mengatakan bahwa kemungkinan besar, banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan mungkin juga kerusakan lingkungan di sekitar sungai. Namun, ia tidak yakin pasti apa penyebabnya karena tidak tahu kondisi di daerah hulu, seperti Kerinci.
Harapan kepada Pemerintah
Sebagai warga, Tomas berharap pemerintah Kabupaten Merangin lebih memperhatikan potensi bencana banjir di Desa Pulau Rengas. Ia menilai bahwa masyarakat tidak bisa mengantisipasi banjir sendirian karena banjir merupakan bencana alam yang bersifat alami. Oleh karena itu, ia berharap ada langkah-langkah preventif yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Tomas juga menyampaikan bahwa jika intensitas hujan meningkat, masyarakat akan segera waspada dan melakukan evakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Ia berharap pemerintah dapat membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir dengan memberikan informasi dan perlindungan yang memadai.
Kesimpulan
Peristiwa banjir tahun 2023 menjadi pengalaman pahit bagi warga Desa Pulau Rengas. Meskipun banjir telah berlalu, dampaknya masih terasa hingga kini. Dengan harapan agar pemerintah lebih proaktif dalam menghadapi risiko bencana, masyarakat berharap dapat hidup lebih aman dan nyaman di masa depan.










