"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Air Mata Kepsek Mardiah Saat Kehilangan 9 Muridnya Akibat Banjir Sumatera

Kehilangan Sembilan Murid, Guru Berusia 55 Tahun Menghadapi Trauma Terberat dalam 34 Tahun Mengajar

Kepala sekolah Mardiah ZN mengalami kehilangan yang sangat berat. Sebanyak sembilan muridnya menjadi korban banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera. Ini adalah pertama kalinya selama 34 tahun ia mengajar, ia mengalami kehilangan siswa dalam jumlah besar.

SDN 33 Koto Alam, yang terletak di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), terdampak oleh banjir dan longsor akhir November 2025. Pada pagi hari tanggal 1 Desember 2025, jalanan menuju sekolah tampak berbeda. Material longsor dan lumpur menggenangi jalan, namun ini tidak menghalangi niat Mardiah untuk tetap datang ke sekolah.

Namun, ketika tiba di sekolah, ia merasa sedih setelah mengetahui bahwa sembilan muridnya sudah tidak ada lagi. Mereka menjadi korban dari ganasnya banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Bahkan, empat di antara mereka masih belum ditemukan jasadnya.

Mardiah mengungkapkan bahwa biasanya ketika ia datang ke sekolah, para siswanya akan langsung menyapa atau menyalaminya. Namun kini, tak ada lagi sapaan itu. Meski demikian, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai guru dengan profesional meskipun tidak ada siswa yang hadir.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, nama-nama siswa Mardiah yang menjadi korban banjir adalah:
* Novian Aulia Putri
* Kanza Rizkia
* Ahmad Zulfadli
* Anissa Aulya
* M Abdul Hamid
* Azam Syofyan
* Sthevani Amykha
* Ahmad Habiby
* Wahyu Ariadi

Ini kali pertama ia kehilangan murid sejak menjadi guru selama 34 tahun. Bukan satu, tapi sembilan orang.

“Kalau yang di rumah, mereka sudah tidak ada lagi. Semuanya sudah hanyut, bersama rumahnya yang rata dengan tanah,” kata Mardiah.

Salah satu keluarga yang hilang adalah Novian Aulia Putri, siswi kelas 1, dan kakaknya, Annisa Aulya, siswa kelas 3. Keduanya tersapu banjir bersama kakak mereka yang duduk di bangku SMP. Keluarga mereka yang terdiri dari lima anggota juga hilang. Satu-satunya yang tersisa adalah nenek mereka.

Sang nenek selamat karena sedang pergi memasak di rumah saudaranya untuk membantu menyiapkan acara syukuran. Hingga hari ini, jasad Novia dan Annisa mungkin masih belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan.

Sementara itu, Ahmad Habiby bersama dua saudaranya dan kedua orang tuanya juga turut tersapu banjir. Jasad Habiby, sama seperti Novian dan Annisa, belum ditemukan. Sementara itu, M Abdul Hamid hanya meninggalkan seorang kakak perempuan yang kini harus menanggung beban hidup sebatang kara akibat bencana sore itu.

“Para murid yang sudah kehilangan seluruh keluarganya ini, nanti rapornya akan kami berikan ke ahli waris perempuan,” tuturnya.

Uji Coba Lalu Lintas Padang–Padang Panjang Mulai 16 Desember

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot mengatakan bahwa uji coba arus lalu lintas Padang–Padang Panjang untuk kendaraan roda empat kemungkinan akan dibuka pada 16 Desember mendatang.

“Namun kita menunggu informasi resmi dari pihak terkait terlebih dahulu. Kalau kemungkinannya akan dibuka untuk roda empat pada 16 Desember 2025 nanti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk titik jalan yang sempat rusak akibat banjir bandang berlokasi di Mega Mendung. Sudah dikebut semaksimal mungkin. “Saat ini pembangunan jalannya sudah dikebut,” jelasnya.

Sebelumnya, arus lalu lintas Padang menuju Bukittinggi, masih dalam tahap uji coba untuk kendaraan roda dua hingga tanggal 16 Desember 2025. Diketahui, jalan di Mega Mendung dan jembatan kembar sempat putus akibat bencana alam yang menghantam Silaing Bawah, Kelurahan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis (28/11/2025) lalu.

Setelah dilakukan perbaikan, uji coba dilakukan untuk kendaraan roda dua. Dibuka pertama kali sejak 8-10 Desember 2025. Untuk sekarang, uji coba untuk kendaraan roda dua kembali diperpanjang hingga 16 Desember 2025.

Akses jalan Padang–Padang Panjang dan Bukittinggi untuk uji coba. Dibuka dengan dua periode dalam setiap hari.
* Jadwal pertama pukul 06:00 WIB – 08:00 WIB dan 16:30 WIB – 18:30 WIB. Namun yang raminya sore, bahkan pengendara sampai antri menjelang dibuka,” pungkasnya.

Di sisi lain, personel gabungan juga berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
* Mulai dari Polisi, Brimob, TNI dan lain sebagainya,” tambahnya.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *