"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kuliah Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Polinela: Mulai dari Pemrograman hingga Kecerdasan Buatan

Struktur Kurikulum Prodi TRPL Polinela

Khusnatul Amaliah, selaku Koordinator Program Studi Teknologi Rekayama Perangkat Lunak (TRPL) di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), menjelaskan bahwa mahasiswa yang baru masuk jurusan ini akan diberikan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi fondasi utama dalam mempelajari teknologi. Pada semester pertama, mahasiswa diajarkan beberapa mata kuliah dasar seperti algoritma pemrograman dan logika informatika.

Selain itu, mereka juga belajar tentang analisis dan perancangan perangkat lunak. Hal ini bertujuan untuk membangun pemahaman awal mengenai bagaimana proses pengembangan perangkat lunak berlangsung. Pada tahun kedua, mahasiswa mulai mendalami dunia pemrograman dengan fokus pada pemrograman dasar, website, dan mobile. Di tahap ini, mereka mulai menerapkan ilmu yang telah dipelajari sebelumnya.

Tahun ketiga menjadi fase penguatan dalam pembelajaran. Mahasiswa lebih fokus pada pemrograman mobile dan mulai mengintegrasikan kemampuan mereka ke dalam mata kuliah Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Integrasi ini penting agar mahasiswa mampu menciptakan solusi teknologi yang komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Di tahun keempat, mahasiswa memasuki tahap implementasi penuh melalui program magang selama satu tahun. Magang ini menjadi wadah untuk menerapkan pengetahuan yang telah dibangun sejak semester awal. Produk atau proyek yang dikembangkan oleh mahasiswa sejak semester satu hingga akhir semuanya terintegrasi dalam skema project-based learning.

Fokus Pembelajaran di Prodi TRPL

Prodi TRPL memiliki beberapa fokus pembelajaran, yaitu pemrograman website, pemrograman mobile, kecerdasan buatan, dan pemrograman perangkat keras. Dalam pemrograman website, mahasiswa dilatih untuk membuat website dari mulai analisis hingga implementasi. Sementara itu, pemrograman mobile mengajarkan mahasiswa bagaimana merancang dan mengimplementasikan aplikasi mobile dari proses awal hingga pengujian di akhir.

Dalam fokus kecerdasan buatan, mahasiswa dapat mengintegrasikan mata kuliah pemrograman website maupun mobile untuk menciptakan program yang lebih cerdas dan bisa diterapkan di masyarakat. Terakhir, pemrograman perangkat keras mengajarkan mahasiswa bagaimana mengintegrasikan pemrograman mobile dan website dengan perangkat keras yang nantinya bisa membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kebutuhan.

Mahasiswa di TRPL dilatih untuk merancang dan mengimplementasikan produk digital yang tidak hanya cerdas, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan perangkat keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Ekstrakurikuler dan Prestasi Mahasiswa

Selain kuat dalam akademik, mahasiswa TRPL Polinela juga aktif dalam berbagai kompetisi. Mereka telah berhasil meraih prestasi di berbagai lomba, baik tingkat nasional maupun internasional. Contohnya, dalam lomba desain UI/UX di Politeknik Negeri Semarang, mahasiswa TRPL tampil gemilang.

Lulusan Prodi TRPL dirancang untuk siap menempati posisi strategis di industri teknologi. Lulusan diarahkan menjadi Software Engineer, DevOps Engineer, Quality Assurance, dan Technopreneur. Dengan bekal akademik, proyek, dan pengalaman magang, mereka siap berkarier di berbagai startup di Indonesia maupun luar negeri.

Pengalaman Belajar Muhammad Rakha Ramadhan

Muhammad Rakha Ramadhan, seorang mahasiswa TRPL semester lima, menceritakan pengalaman belajarnya sejak semester pertama hingga kini. Ia mengungkap bahwa sejak awal perkuliahan, mahasiswa sudah diberikan dasar-dasar penting seperti analisis, logika informatika, hingga algoritma.

Pada semester dua, Rakha mulai mendalami pemrograman dasar serta pengenalan pemrograman website dan database. Di semester tiga, ia fokus memperdalam pembuatan website, namun secara bersamaan juga mengembangkan kemampuan di bidang backend.

Rakha sendiri memilih fokus pada dunia desain aplikasi. Meski begitu, ia tetap mampu menguasai pemrograman website, mobile, dan backend. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai praktik dan proyek di kampus, terutama yang berkaitan dengan perangkat keras dan IoT.

Saat ditanya mengenai pengalaman membuat website, Rakha mengungkap bahwa ia dan timnya sedang mengembangkan dua aplikasi pembelajaran. Salah satunya ditujukan untuk daerah Komering, sementara yang lain untuk Provinsi Lampung.

Meskipun telah menguasai banyak aspek teknologi, Rakha sudah menetapkan arah masa depannya. Ia berharap setelah lulus, ia bisa masuk ke dunia UI/UX Designer dan menjadi engineer handal.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *