"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Tol Bandung Segera Dibangun: Ada Kejutan di Proyek BIUTR

Proyek Tol Dalam Kota Bandung Akan Mulai Dibangun Tahun 2026

Kabar gembira bagi warga Kota Bandung, proyek Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) akan segera dibangun pada tahun depan. Tujuan utama dari pembangunan jalan tol ini adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di kota ini.

Proyek jalan tol sepanjang 28,3 kilometer ini akan segera dilelang pada tahun 2026 dan pembangunan konstruksinya juga dimulai pada tahun yang sama. Ada beberapa hal menarik dalam proyek BIUTR yang akan membuat jalan tol ini masuk dalam catatan sejarah pembangunan jalan tol di Indonesia.

Sebagai persiapan terwujudnya pembangunan Tol Dalam Kota Bandung, selama empat bulan terakhir sudah dilakukan sondir atau penelitian kondisi tanah di sejumlah titik yang akan menjadi rute jalan tol tersebut. Salah satu lokasi yang sedang dipersiapkan adalah di depan Terminal Cicaheum, di mana sedang berlangsung penggalian tanah sedalam 30 meter.

Trase BIUTR Sudah Ditentukan

Sebenarnya, proyek Jalan Tol Dalam Kota Bandung ini bukanlah proyek baru. Proyek ini telah direncanakan sejak tahun 1996 bersama Hutama Karya dengan biaya sekitar Rp 500 miliar. Namun rencana ini mangkrak akibat Krisis Finansial Asia yang terjadi pada tahun 1997. Rute jalan tol yang akan dibangun pun masih sama dengan yang direncanakan tahun 1996. Hanya perbedaannya terletak pada fase Ujungberung – Soekarno Hatta dan Soekarno Hatta – Gedebage yang pada rencana sebelumnya tidak termasuk.

Pada masa itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Kementerian PU (Pusjatan) dan Hutama Karya sedang mengerjakan proyek Jembatan Pasupati yang merupakan bagian dari proyek ini dan kemudian sekitar tahun 2000 diambil alih oleh Wijaya Karya dan Waskita Karya dengan dana hibah dari Kuwait.

Gagasan mengenai proyek ini muncul lagi sekitar tahun 2010 dengan menambahkan fase Ujungberung – Soekarno Hatta dan Soekarno Hatta – Gedebage. Saat ini proyek sedang dikaji dan dibuat perencanaan ulang dan akan dibangun sekitar tahun 2018.

Perkembangan terbaru persiapan pembangunan BIUTR dikemukakan Kepala Bappeda Jabar Dedi Mulyadi. Menurutnya, Kementerian PU sudah menentukan trase atau rute jalan tol tersebut. Menurutnya, proyek jalan tol yang akan menghubungkan dari pintu Tol Pasteur hingga simpang susun Cileunyi tersebut, sudah siap masuk tahapan lelang.

Fase-Fase Pembangunan BIUTR

Dari perencanaan awal, pembangunan Tol Dalam Kota Bandung atau BIUTR akan melalui beberapa fase, yaitu:

  • Fase I A : Pasteur-Pasopati-Underpass Gasibu

    Sepanjang 2,65 km. Di fase ini, pembangunan dari pintu tol Pasteur dibuat elevated, kemudian tersambung dengan flyover Pasopati sepanjang 2,3 km, lalu tersambung underpass sepanjang 0,55 km dari depan Lapangan Gasibu sampai depan Kantor Dinas Pertanian.

  • Fase II A : Gasibu-Cileunyi

    Sepanjang 13,8 kilometer. Merupakan sambungan mulai dari ujung underpass Gasibu hingga Cileunyi, dibangun onpass atau diatas tanah dan terbagi menjadi 3 seksi yaitu seksi I (Gasibu-Cicaheum), seksi II (Cicaheum-Ujung Berung) dan seksi III (Ujung Berung-Cileunyi).

  • Fase I B : Soekarno Hatta-Gedebage

    Sepanjang 3,1 kilometer. Dibangun onpass atau diatas tanah dan menjadi penghubung menuju Jalan Tol Purbaleunyi di KM 149.

  • Fase II B : Soekarno Hatta-Ujungberung

    Sepanjang 4,5 kilometer. Sambungan dari Fase I B, yang dibuat elevated (melayang) dan onpass (mendatar) dan akan tersambung dengan Fase II A di Kawasan Ujungberung.

Kejutan di BIUTR

Di proyek Tol Dalam Kota Bandung atau BIUTR tersebut, nantinya akan ada kejutan yakni jalan tol akan dilengkapi dengan sebuah terowongan atau underpass sepanjang 0,55 kilometer atau 550 meter yang berada di Kawasan Gasibu hingga di Depan Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Terowongan ini merupakan terowongan kedua di jalan tol di Indonesia setelah twin tunnel atau terowongan kembar di Tol Cisumdawu. Nantinya, terowongan Gasibu ini akan menjadikan sebagai terowongan di jalan tol terpanjang di Indonesia. Sebab, panjang terowongan kembar Tol Cisumdawu membentang sepanjang 472 meter saja, sementara terowongan Gasibu akan membentang lebih panjang 78 meter.

Spesifikasi Utama BIUTR

Adapun spesifikasi BIUTR garis besarnya adalah sebagai berikut:

  • Panjang: 28,3 kilometer
  • Rencana Kecepatan: 80 kilometer/jam
  • Jumlah Jalur: 2 x 2
  • Lebar Jalur: 3,5 meter
  • Lebar Ruang Milik Jalan: 30 meter
  • Volume Kendaraan: 45.000 kendaraan/hari

Itulah profil singkat dan kejutan yang menunggu di proyek Tol Dalam Kota Bandung atau BIUTR yang akan dibangun mulai tahun 2026.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *