Jadwal dan Persiapan Tes Akhir Modul (TAM) PPG Kemenag
Tes Akhir Modul (TAM) PPG Kemenag akan segera dilaksanakan. Sesuai jadwal yang tercantum di LMS, TAM dapat diakses mulai dari Selasa 2 Desember 2025 hingga Rabu 3 Desember 2025. Jika melebihi batas waktu tersebut, maka TAM tidak bisa diakses. Soal TAM terdiri dari 50 butir soal, dan hitung mundur dimulai sejak tombol “mulai” diklik.
Setiap peserta diberi kesempatan untuk mengerjakan TAM sebanyak tiga kali. Nilai tertinggi dari ketiga kali pengerjaan akan direkam sebagai hasil akhir. Untuk memudahkan evaluasi dan belajar kembali, gunakan fitur review soal yang tersedia. Pastikan saat mengerjakan TAM dalam keadaan tenang dan fokus agar hasil maksimal. Jaringan internet juga harus stabil agar tidak ada kendala dalam mengakses soal TAM.
Sebelum mengikuti TAM, pastikan semua Topik (1-8) serta Tugas Mandiri dan Tugas Refleksi sudah selesai dikerjakan. Hal ini penting agar bisa mengakses TAM tanpa hambatan.
Contoh Soal dan Jawaban TAM Guru Akidah Akhlak PPG Kemenag
Soal 1
Tauhid memiliki pengaruh besar terhadap sikap seorang Muslim. Manakah dari pilihan berikut ini yang menunjukkan dampak dari pemahaman Tauhid yang benar terhadap akhlak seseorang?
A. Terbiasa mengingkari takdir Allah dalam hidupnya dan merasa kecewa atas segala ujian
B. Menjadikan Allah sebagai pusat tujuan hidup dan berusaha mengamalkan segala perintah-Nya
C. Memiliki perasaan superioritas terhadap orang lain karena merasa dirinya lebih tahu tentang agama
D. Mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi segala masalah hidup tanpa mempercayakan pada Allah
E. Menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi, tanpa melihatnya sebagai ujian dari
Jawaban: B
Soal 2
Jual beli. Hal ini merupakan wujud dari pemahaman tauhid dalam aspek:
A. Tauhid uluhiyah, karena ia beribadah dengan menjual barang berkualitas
B. Tauhid rububiyah, karena ia percaya bahwa Allah Maha Pencipta.
C. Tauhid asma wa sifat, karena ia meneladani sifat-sifat Allah seperti Maha Adil
D. Tauhid ibadah, karena ia berdagang untuk mendapatkan keuntungan dunia
E. Tauhid khauf, karena ia takut akan persaingan pasar yang ketat
Jawaban: C
Soal 3
Sifat Allah al-Adl (Maha Adil) menunjukkan bahwa Allah memberikan keadilan kepada semua makhluk. Bagaimana seorang pemimpin kelas dapat menerapkan sifat ini dalam memimpin teman-temannya?
A. Memberikan tugas hanya kepada teman yang disenanginya
B. Membagi tugas secara adil tanpa memihak kepada kelompok tertentu
C. Mengambil keputusan tanpa mendengarkan pendapat dari teman-teman
D. Memberikan hukuman berat kepada teman yang tidak disukai.
E. Mengabaikan masalah dalam kelas karena ingin menghindari konflik
Jawaban: B
Soal 4
Seorang muslim berdoa di tempat yang sepi, meyakini bahwa Allah mendengar setiap ucapannya, baik yang lirih maupun dalam hati. Keyakinan ini menunjukkan pemahaman terhadap sifat Allah
A. Al-‘Adi, karena Allah Maha Adil dalam menghitung amal
B. Al-Basir, karena Allah Maha Melihat semua makhluk
C. As-Sami’, karena Allah Maha Mendengar setiap suara
D. Al-Mutakabbir, karena Allah memiliki kekuasaan mutlak
E. Al-Khalig, karena Allah menciptakan semua makhluk
Jawaban: C
Soal 5
Malaikat Israfil diberi tugas meniup sangkakala sebagai tanda datangnya hari kiamat. Bagaimana keimanan kepada tugas Malaikat Israfil dapat memengaruhi sikap seorang siswa terhadap waktu dan tanggung jawab?
A. Menunda pekerjaan karena merasa hari kiamat masih jauh
B. Menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat
C. Menghargai waktu dengan menyelesaikan tugas tepat waktu.
D. Bermain sepanjang hari karena tidak peduli dengan hari kiamat
E. semua Benar
Jawaban: C
Soal 6
Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai universal seperti keadilan, kasih sayang, dan kejujuran. Bagaimana seorang siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di lingkungan sekolah?
A. Bersikap adil dalam membagi tugas kelompok meskipun mendapat tekanan dari teman
B. Memihak teman dekat meskipun tahu tindakan tersebut tidak benar
C. Mengabaikan aturan sekolah karena merasa tidak adil.
D. Menjalin pertemanan hanya dengan siswa yang memiliki pandangan serupa
E. Menyebarkan informasi palsu untuk mendapatkan perhatian dari teman
Jawaban: A
Soal 7
Nama Allah Al-Malik menunjukkan bahwa Allah adalah Raja yang berkuasa atas seluruh alam semesta. Bagaimana pemahaman terhadap nama ini memengaruhi cara seorang muslim menjalani kehidupannya?
A. Mengandalkan kekuatan manusia semata dalam menyelesaikan masalah
B. Meyakini bahwa keberhasilan seseorang hanya tergantung pada usaha pribadi
C. Menjalani kehidupan dengan rasa tunduk dan taat kepada hukum Allah
D. Menganggap bahwa semua makhluk memiliki kedudukan yang setara dengan Allah
E. Fokus pada duniawi tanpa menghiraukan hubungan dengan Sang Pencipta
Jawaban: C
Soal 8
Allah memiliki nama Al-Muhaimin, yang berarti Maha Memelihara segala sesuatu di alam semesta. Bagaimana seorang muslim dapat mencerminkan pemahaman tentang nama ini dalam kehidupan sehari-hari?
A. Menganggap bahwa pemeliharaan makhluk hanya tanggung jawab manusia
B. Berusaha menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah
C. Mengabaikan tanggung jawab karena Allah sudah mengatur segalanya
D. Hanya peduli pada kesejahteraan dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain.
E. Memanfaatkan sumber daya alam secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kelestariannya
Jawaban: B
Soal 9
Allah Al-Latif adalah zat yang Maha Lembut dalam pengaturan-Nya, sering kali memberikan kebaikan dengan cara yang tidak disadari oleh makhluk-Nya. Bagaimana pemahaman ini dapat membentuk karakter seorang muslim?
A. Menjadi pribadi yang selalu mengeluh dalam menghadapi kesulitan
B. Menjauhi sikap empati karena Allah-lah yang menentukan nasib makhluk
C. Bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama.
D. Mengabaikan ikhtiar karena yakin Allah akan memberikan pertolongan
E. Berpikir bahwa kelembutan Allah hanya dirasakan oleh orang beriman
Jawaban: C
Soal 10
Allah Al-Hakim menunjukkan bahwa segala keputusan dan ketetapan-Nya berdasarkan kebijaksanaan yang sempurna. Bagaimana seorang muslim yang memahami nama ini akan bersikap ketika menghadapi ujian yang berat?
A. Menyalahkan takdir karena tidak sesuai dengan keinginannya
B. Mempertanyakan keadilan Allah dalam setiap musibah.
C. Bersabar dan mencari hikmah di balik ujian tersebut
D. Menghindari berdoa karena merasa kecewa dengan ketetapan Allah
E. Berpaling dari agama karena menganggap hidupnya tidak adil
Jawaban: C
Soal 11
Allah Ar-Rahman memberikan kasih sayang-Nya kepada seluruh makhluk, baik yang taat maupun yang ingkar. Bagaimana seorang muslim dapat meneladani sifat Ar-Rahman dalam kehidupan sehari-hari?
A. Memberikan bantuan hanya kepada orang yang dianggap pantas menerimanya
B. Menyayangi semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka
C. Menyimpan kasih sayang hanya untuk keluarga terdekat
D. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kebutuhan orang lain
E. Menghindari interaksi dengan orang yang tidak sepaham dengannya
Jawaban: B
Soal 12
Allah Al-Wadud menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya dengan cinta yang murni dan sempurna. Bagaimana pemahaman ini dapat memengaruhi hubungan seorang muslim dengan orang lain?
A. Membenci orang yang melakukan dosa karena mereka tidak layak dicintai
B. Memaafkan dan mencintai orang lain meskipun pernah disakiti
C. Mengutamakan kecintaan kepada manusia daripada kecintaan kepada Allah
D. Hanya mencintai orang yang menunjukkan cinta kepada dirinya.
E. Menghindari hubungan dengan orang lain agar tidak terjebak cinta duniawi
Jawaban: B
Soal 13
Allah Ar-Rauf menunjukkan sifat-Nya yang sangat lembut dan penuh belas kasih kepada makhluk-Nya. Bagaimana seorang muslim dapat meneladani nama ini dalam hubungannya dengan lingkungan sekitar?
A. Menyayangi hewan dan menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab
B. Mengeksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan pribadi.
C. Membiarkan hewan dan tumbuhan hidup tanpa intervensi manusia
D. Mengabaikan kebersihan lingkungan karena semua akan kembali kepada Allah.
E. Mengutamakan keuntungan ekonomi daripada menjaga keberlanjutan lingkungan
Jawaban: A
Soal 14
Hubungan manusia dengan Allah yang baik dapat tercermin dalam kedekatan spiritual seseorang. Bagaimana cara seorang Muslim mendekatkan dirinya kepada Allah?
A. Mengutamakan ibadah hanya pada waktu-waktu tertentu.
B. Menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan dan meningkatkan kualitas ibadah secara terus-menerus
C. Beribadah hanya di tempat-tempat yang ramai agar terlihat oleh orang lain.
D. Menganggap bahwa hubungan spiritual hanya penting saat menghadapi ujian hidup
E. Melakukan ibadah secara mekanis tanpa merasakan kedekatan dengan Allah
Jawaban: B
Soal 15
Rasa syukur kepada Allah merupakan bagian penting dari hubungan manusia dengan-Nya. Apa yang harus dilakukan seorang Muslim untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah?
A. Menyalahkan takdir Allah jika terjadi hal yang tidak sesuai dengan keinginannya
B. Berterima kasih kepada Allah dengan lisan, perbuatan, dan hati, serta menggunakan nikmat-Nya dengan cara yang baik
C. Mengabaikan semua pemberian Allah karena merasa tidak pernah cukup
D. Menganggap bahwa pemberian Allah adalah hak yang harus diterima tanpa
E. Membandingkan pemberian Allah dengan pemberian orang lain dan merasa tidak puas.
Jawaban: B
Soal 16
Dalam Islam, memaafkan adalah bagian penting dari hubungan antar sesama. Bagaimana sikap seorang Muslim yang baik ketika ada orang yang menyakiti perasaannya?
A. Menuntut pembalasan untuk setiap kesalahan yang dilakukan orang lain
B. Memaafkan dengan tulus dan berusaha untuk tidak menyimpan dendam
C. Mengabaikan orang tersebut dan menjauhkan diri tanpa memberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan
D. Menceritakan kesalahan orang lain kepada banyak orang untuk mendapatkan simpati
E. Menghindari berbicara dengan orang tersebut meskipun masalahnya sudah selesai
Jawaban: B
Soal 17
Islam mengajarkan untuk terus memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Apa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri dalam kehidupan seorang Muslim?
A. Menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri
B. Berhenti untuk belajar dan tidak berusaha menjadi pribadi yang lebih baik
C. Melakukan introspeksi, berusaha memperbaiki kelemahan diri, dan berdoa agar Allah memberikan petunjuk dan kekuatan untuk berubah menjadi lebih baik.
D. Menganggap bahwa diri sudah sempurna dan tidak perlu lagi berusaha untuk berubah
E. Menilai orang lain tanpa menilai diri sendiri
Jawaban: C
Soal 18
Islam sangat menekankan perlindungan terhadap makhluk hidup, termasuk fauna dan flora. Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim terkait perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan?
Soal 19
Bagaimana perbedaan utama antara aliran Mu’tazilah dan Asy’ariyah dalam memahami sifat Tuhan?
A. Mu’tazilah menekankan pentingnya sifat Tuhan sebagai bagian dari Zat-Nya, sementara Asy’ariyah memisahkan keduanya
B. Mu’tazilah memisahkan sifat dari Zat Tuhan, sementara Asy’ariyah menganggap sifat-sifat Tuhan sebagai bagian dari ZatNya
C. Mu’tazilah menganggap Tuhan tidak memiliki sifat sama sekali, sementara Asy’ariyah menganggap sifat Tuhan dapat berubah
D. Mu’tazilah dan Asy’ariyah sepakat bahwa sifat Tuhan terpisah dari Zat-Nya
E. Mu’tazilah dan Asy’ariyah sepakat bahwa sifat Tuhan tidak bisa diketahui oleh akal manusia
Jawaban: B
Soal 20
Bagaimana perbedaan utama antara aliran Mu’tazilah dan Asy’ariyah dalam memahami sifat Tuhan?
A. Mu’tazilah menekankan pentingnya sifat Tuhan sebagai bagian dari Zat-Nya, sementara Asy’ariyah memisahkan keduanya
B. Mu’tazilah memisahkan sifat dari Zat Tuhan, sementara Asy’ariyah menganggap sifat-sifat Tuhan sebagai bagian dari ZatNya
C. Mu’tazilah menganggap Tuhan tidak memiliki sifat sama sekali, sementara Asy’ariyah menganggap sifat Tuhan dapat berubah
D. Mu’tazilah dan Asy’ariyah sepakat bahwa sifat Tuhan terpisah dari Zat-Nya
E. Mu’tazilah dan Asy’ariyah sepakat bahwa sifat Tuhan tidak bisa diketahui oleh akal manusia
Jawaban: B
Soal 21
Menurut Wasil bin Atha’, tokoh aliran Mu’tazilah, bagaimana pandangan mengenai sifat Tuhan?
A. sifat Tuhan tidak ada dan hanya Zat-Nya yang ada
B. Sifat Tuhan terpisah dari Zat-Nya, dan harus dipahami sebagai entitas terpisah
C. sifat Tuhan adalah bagian dari Zat-Nya dan tidak dapat dipisahkan
D. Sifat Tuhan berubah sesuai dengan kehendak-Nya
E. sifat Tuhan hanya dapat dipahami melalui wahyu
Jawaban: A
Soal 22
Menurut Ma’bad al-Juhani, tokoh aliran Qadariyah, apa yang menjadi dasar pemikiran utama dalam konsep kebebasan manusia?
A. Manusia tidak memiliki kebebasan dalam bertindak karena takdir Tuhan sudah ditentukan
B. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih tindakan mereka dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut
C. Manusia hanya memiliki kebebasan terbatas yang sudah diatur oleh Tuhan
D. Kehendak bebas manusia hanyalah ilusi, karena semuanya telah ditentukan oleh Tuhan
E. Manusia memiliki kebebasan penuh, tetapi hasilnya tetap ditentukan oleh Tuhan
Jawaban: B
Soal 23
Menurut aliran Oadariyah, bagaimana tanggapan mereka terhadap konsep takdir yang mutlak
A. Takdir Tuhan tidak dapat diubah, namun manusia tetap bebas dalam memilih tindakanny
B. Takdir Tuhan adalah hasil dari kebebasan manusia, bukan penentuan Tuhan
C. Manusia tidak dapat mengubah takdir Tuhan, tetapi mereka tetap memiliki kebebasan dalam bertindak
D. Takdir Tuhan tidak relevan karena manusia sepenuhnya bebas dalam menentukan hidupnya
E. Takdir Tuhan sudah ditentukan sejak awal, dan manusia tidak memiliki kebebasan dalam bertindak
Jawaban: B
Soal 24
Bagaimana pandangan aliran Mu’tazilah mengenai keadilan Tuhan dalam konteks penderitaan manusia?
A. Penderitaan adalah akibat dari ketidaktahuan manusia tentang takdir Tuhan
B. Penderitaan tidak sesuai dengan keadilan Tuhan karena Tuhan tidak memberikan ujian yang melebihi batas kemampuan manusia
C. Penderitaan merupakan cara Tuhan untuk menghukum dosa manusia tanpa memperhitungkan alasan rasional
D. Penderitaan manusia adalah bagian dari kebijaksanaan Tuhan yang tidak perlu dipahami secara rasional
E. Penderitaan hanya terjadi bagi mereka yang tidak mengikuti wahyu Tuhan
Jawaban: B
Soal 25
Apa yang dapat disimpulkan tentang pandangan Mu’tazilah terhadap keadilan Tuhan?
A. Keadilan Tuhan harus diterima tanpa pertanyaan, meskipun tidak dapat dipahami oleh manusia
B. Keadilan Tuhan harus dijelaskan dengan alasan yang dapat dipahami oleh akal manusia, dan setiap penderitaan memiliki alasan rasional
C. Keadilan Tuhan tidak penting selama Tuhan memberikan rahmat kepada manusia
D. Keadilan Tuhan hanya berlaku pada hukuman dan tidak ada hubungannya dengan penderitaan
E. Keadilan Tuhan bersifat misterius dan tidak dapat dipahami oleh manusia
Jawaban: B
Soal 26
Bagaimana pandangan aliran Asy’ariyah mengenai hubungan antara akal dan wahyu?
A. Akal harus diutamakan dalam memahami ajaran Islam, wahyu hanya menjadi pendukung
B. wahyu adalah sumber utama ajaran Islam, namun akal digunakan untuk memahami wahyu dengan lebih baik
C. Akal dan wahyu tidak perlu dipertimbangkan dalam memahami ajaran Islam
D. Akal harus diterima sebagai kebenaran mutlak dalam ajaran Islam
E. wahyu tidak relevan karena akal sudah cukup sebagai sumber kebenaran
Jawaban: B
Soal 27
Apa yang dimaksud dengan konsep wahdatul wujud dalam ajaran tasawuf?
A. Keyakinan bahwa dunia ini tidak ada, dan hanya alam akhirat yang nyata
B. Konsep bahwa ciptaan dan pencipta adalah dua entitas yang sepenuhnya terpisah
C. Keyakinan bahwa setiap manusia adalah Tuhan yang memiliki kekuasaan mutlak
D. Pandangan bahwa ada kesatuan antara pencipta dan ciptaan, bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan kembali kepada-Nya
E. Pemahaman bahwa ciptaan Tuhan hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya
Jawaban: D
Soal 28
Bagaimana cara tasawuf mengajarkan untuk menyucikan hati dari sifat-sifat tercela seperti kesombongan dan iri hati?
A. Dengan mengutamakan kekayaan dan materi dalam hidup
B. Melalui latihan rohani seperti dzikir, tawakkal, dan meditasi untuk mendekatkan diri kepada Allah
C. Dengan berfokus pada kekuasaan duniawi dan pengaruh sosial
D. Menghindari hubungan dengan orang lain dan mengasingkan diri dari masyarakat
E. Dengan memperoleh kekuatan magis melalui ritual tertentu
Jawaban: B
Soal 29
Apa prinsip utama yang diajarkan dalam tasawuf terkait dengan toleransi antar sesama manusia?
A. Tidak ada tempat untuk toleransi, karena hanya orang-orang yang mengikuti ajaran tasawuf yang benar
B. Setiap orang yang berbeda pandangan harus dipisahkan dan diisolasi
C. Toleransi dijunjung tinggi dengan menghormati perbedaan dan menerima keberagaman sebagai bagian dari kehendak Tuhan
D. Toleransi hanya diberikan kepada orang yang memiliki pemahaman yang sama dengan ajaran tasawuf
E. Hanya orang yang tidak melakukan dosa yang harus dihormati dan diterima
Jawaban: C
Soal 30
Mengapa komunitas sufi atau tarekat sering kali membentuk aturan dan tata cara khusus dalam kehidupan mereka?
A. Untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki kekuatan spiritual yang lebih tinggi
B. Untuk mengatur kegiatan sosial dan memberikan pengaruh politik di masyarakat
C. Untuk menciptakan kedamaian dan kesucian spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang mendukung pencapaian tujuan rohani
D. Untuk memastikan bahwa ajaran mereka diterima secara luas oleh masyarakat umum
E. Untuk membatasi interaksi dengan orang lain dan menghindari pengaruh luar
Jawaban: C
Soal 31
Bagaimana ajaran tasawuf mengajarkan hubungan antara kedermawanan dan kedekatan dengan Allah?
A. Kedermawanan hanya dianggap sebagai kewajiban sosial tanpa pengaruh pada hubungan dengan Allah
B. Kedermawanan adalah sarana untuk memperoleh kekayaan duniawi dan pengaruh sosial
C. Kedermawanan dianggap sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena berbagi dengan sesama adalah bentuk ibadah yang mulia
D. Kedermawanan hanya berlaku bagi mereka yang tidak memiliki kepentingan pribadi
E. Kedermawanan hanya diperbolehkan bagi mereka yang tidak memiliki kewajiban agama lain
Jawaban: C
Soal 32
Mengapa musik sufi dianggap penting dalam tradisi tasawuf?
A. Musik sufi digunakan sebagai alat untuk meraih kekayaan materi dan pengaruh sosial
B. Musik sufi dianggap sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan jiwa, dan mencapai ekstasi spiritual
C. Musik sufi hanya digunakan dalam perayaan besar tanpa makna spiritual yang mendalam
D. Musik sufi bertujuan untuk mengekspresikan kekuatan politik dan kekuasaan
E. Musik sufi tidak memiliki peran penting dalam tasawuf karena lebih fokus pada teks-teks suci
Jawaban: B
Soal 33
Konsep tauhid menekankan bahwa hanya ada satu Tuhan yang patut disembah. Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan tauhid adalah
A. Menyembah Tuhan dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama
B. Memahami bahwa Tuhan memiliki banyak bentuk dan sifat
C. Mengakui bahwa Tuhan memiliki kekuasaan terbatas
D. Menyadari bahwa Tuhan adalah satu-satunya yang patut disembah
E. Memperoleh kekuatan spiritual melalui doa dan ibadah
Jawaban: D
Soal 34
Ma’rifatullah mengandung makna pengetahuan yang mendalam tentang Tuhan, termasuk sifat-sifat-Nya. Manakah dari pilihan berikut yang merupakan contoh dari pengamalan ma’rifatullah?
A. Mempelajari kitab suci dengan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat Tuhan
B. Berdoa setiap hari tanpa memahami makna doa
C. Menyebarkan ajaran agama tanpa memahami tujuan spiritualnya
D. Melakukan ibadah tanpa merenungkan keberadaan Tuhan
E. Menyembah Tuhan hanya pada saat kesulitan
Jawaban: A
Soal 35
Fana’ dan Baga’ adalah konsep dalam spiritualitas yang menggambarkan hilangnya diri dalam Allah dan kemudian kembali dalam keadaan abadi bersama-Nya. Dalam konteks ini, apa yang dimaksud dengan “fana”?
A. Menjalani kehidupan duniawi dengan penuh kenikmatan
B. Menghapuskan segala ego dan kesadaran diri untuk bersatu dengan Tuhan
C. Meninggalkan segala kewajiban agama untuk fokus pada kehidupan akhirat
D. Mengutamakan kehidupan sosial dan material sebagai tujuan utama
E. Melupakan segala kesulitan dan kesedihan duniawi
Jawaban: B
Soal 36
Mujahadah merupakan usaha keras untuk melawan hawa nafsu dan mencapai kesempurnaan spiritual. Dalam konteks ini, apa yang dimaksud dengan mujahadah?
A. Menyerah pada kesulitan hidup dan menerima nasib apa adanya
B. Berusaha untuk selalu mengikuti hawa nafsu demi kenyamanan hidup
C. Mengendalikan diri dengan tekad kuat untuk menjaga kesucian hati dan jiwa
D. Menghindari segala jenis tantangan spiritual demi kedamaian batin
E. Melakukan ibadah hanya sebagai kewajiban tanpa usaha mendalam untuk memahami makna
Jawaban: C
Soal 37
Khalwat adalah amalan menyendiri untuk beribadah dan merenung. Apa tujuan utama dari amalan khalwat dalam proses penyucian jiwa?
A. Menghindari interaksi dengan orang lain demi memperkaya kehidupan duniawi
B. Meningkatkan kecintaan pada materi dan dunia agar hidup lebih baik
C. Membantu seseorang merenung dan mendekatkan diri kepada Allah dengan menghindari gangguan duniawi
D. Menyendiri untuk menjauh dari tantangan hidup dan menghindari cobaan
E. Mengasingkan diri dari masyarakat untuk menilai kesalahan orang lain
Jawaban: C
Soal 38
Sirat al-Mustagim adalah jalan lurus menuju Allah. Dalam konteks ini, apa yang dimaksud dengan Sirat al-Mustagim dalam perjalanan spiritual seorang Muslim?
A. Menjalani kehidupan dengan mengikuti semua tradisi agama tanpa memahami maknanya
B. Menghindari segala bentuk ibadah yang berhubungan dengan perbuatan baik dan amal shaleh
C. Menempuh jalan hidup yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya untuk mencapai tujuan akhir yang diridhai
D. Mencari jalan pintas menuju kebahagiaan duniawi dengan mengabaikan ajaran agama
E. Mengikuti jalan yang mudah dan nyaman tanpa tantangan spiritual yang berarti
Jawaban: C
Soal 39
Pendidikan nilai agama bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya memahami konsep agama tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan. Dalam konteks ini, apa yang menjadi indikator keberhasilan pendidikan nilai agama?
A. Siswa mampu menghafal ayat-ayat kitab suci
B. siswa mampu menjelaskan definisi nilai-nilai agama
C. siswa menunjukkan perubahan perilaku sesuai dengan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari
D. siswa mendapatkan nilai tinggi dalam ujian agama
E. siswa mampu mengikuti ritual keagamaan dengan benar
Jawaban: C
Soal 40
Dalam diskusi kelompok, seorang siswa memberikan kritik yang sangat tajam sehingga membuat temannya merasa tersinggung. Apa tindakan terbaik yang bisa dilakukan siswa tersebut untuk menunjukkan nilai moral dan etika?
A. Mengabaikan perasaan temannya karena kritik itu benar
B. Menjelaskan bahwa kritiknya tidak bermaksud menyinggung
C. Meminta maaf dan memperbaiki cara menyampaikan pendapat di masa depan
D. Menghentikan diskusi dan meninggalkan kelompok
E. Membiarkan kelompok lain menyelesaikan konflik tersebut
Jawaban: C
Soal 41
Dalam kehidupan sehari-hari, siswa dapat menunjukkan nilai kebangsaan dan patriotisme dengan cara berikut, kecuali:
A. Menggunakan produk-produk lokal untuk mendukung ekonomi nasional
B. Menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa
C. Mengkritik pemerintah secara tidak konstruktif di media sosial
D. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk membantu sesama warga negara
E. Memperdalam wawasan tentang sejarah perjuangan bangsa.
Jawaban: C
Soal 42
Ketika terjadi konflik di lingkungan sekolah, seorang siswa menunjukkan keberpihakannya pada kelompok tertentu. Bagaimana cara siswa tersebut dapat menerapkan nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik?
A. Membela kelompoknya tanpa memperhatikan sudut pandang lain
B. Mengabaikan konflik agar tidak terlibat masalah
C. Mengajak semua pihak berdiskusi untuk mencari solusi yang adil dan damai
D. Memihak kepada kelompok yang lebih kuat untuk menghindari ancaman
E. Memperburuk situasi dengan menyebarkan informasi yang tidak benar
Jawaban: C
Soal 43
Dalam sebuah lomba ilmiah, salah satu anggota tim menemukan kesalahan dalam data yang telah dikumpulkan. Apa yang seharusnya dilakukan tim untuk menjaga nilai profesional?
A. Mengabaikan kesalahan tersebut agar pekerjaan selesai tepat waktu
B. Mengubah data secara sepihak untuk membuat hasil terlihat sempurna
C. Melaporkan kesalahan tersebut kepada panitia dan memperbaikinya
D. Menyalahkan anggota tim yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut
E. Membiarkan kesalahan tersebut dan tetap mempresentasikan hasilnya
Jawaban: C
Soal 44
Seorang siswa mengalami kegagalan dalam sebuah kompetisi yang telah diusahakan dengan maksimal. Bagaimana siswa tersebut dapat menunjukkan akhlak yang baik kepada Allah?
A. Menyalahkan orang lain atas kegagalannya
B. Menerima kegagalan dengan sabar dan bersyukur atas usaha yang telah dilakukan
C. Mengeluh kepada teman-temannya tentang ketidakadilan yang dirasakannya
D. Memutuskan untuk tidak pernah mengikuti kompetisi lagi
E. Menghindari doa karena merasa Allah tidak mendukungnya
Jawaban: B
Soal 45
Dalam memahami ajaran agama secara inklusif, seorang individu perlu memahaminya dalam konteks zaman, tanpa mengabaikan esensi ajaran agama tersebut. Hal ini bertujuan untuk:
A. Menyesuaikan ajaran agama dengan kepentingan pribadi
B. Memaksakan ajaran agama kepada orang lain tanpa mempertimbangkan konteks sosial
C. Menghindari perubahan dalam ajaran agama
D. Menyelaraskan ajaran agama dengan tantangan zaman tanpa kehilangan nilai esensialnya
E. Memahami ajaran agama hanya sesuai dengan tafsir satu kelompok tertentu
**Jaw











