Situasi Pelabuhan Merak Mulai Normal Setelah Kenaikan Volume Kendaraan dan Cuaca Buruk
Setelah mengalami kemacetan panjang sejak Kamis akibat cuaca buruk dan lonjakan volume kendaraan logistik, situasi di Pelabuhan Merak mulai berangsur normal pada Jumat siang. Antrean kendaraan kini hanya terkonsentrasi di area dermaga, sementara aktivitas bongkar muat kapal feri berjalan lancar seiring dengan kondisi gelombang laut yang mulai tenang.
Pantauan di Pelabuhan Eksekutif Merak pada pukul 13.00-14.00 WIB menunjukkan bahwa antrean kendaraan yang sebelumnya mengular kini mulai terurai. Meskipun pelabuhan masih dipenuhi oleh kendaraan pribadi dan truk logistik, aktivitas bongkar muat kapal ferry tampak lancar. Gelombang air laut di sekitar pelabuhan juga terlihat lebih tenang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Sejumlah sopir truk mengaku bahwa arus masuk ke pelabuhan sudah jauh lebih lancar dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Salah satu sopir truk paket, Suherman, mengungkapkan bahwa ia harus mengantre cukup lama saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Eksekutif Merak menuju Bakauheni. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah berada di area pelabuhan sejak pagi hari dan antrean mulai kendor sebelum salat Jumat.
“Saya antre di Cikuasa Atas sekitar tiga jam, dari jam tujuh pagi. Alhamdulillah sebelum salat Jumat antrean sudah mulai kendor dan lancar,” ujar Suherman saat ditemui di kawasan Pelabuhan Eksekutif Merak. Ia menambahkan bahwa setelah tiba di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan darat menuju Padang diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga hari, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca di sepanjang jalur Sumatera.
Imbauan untuk Menunggu di Rest Area Tol
Direktorat Lalulintas Polda Banten meminta kepada masyarakat yang akan menyebrang di Pelabuhan Merak untuk menunggu di rest area tol jika terjadi antrean dan kepadatan. Hal ini diminta karena dampak dari cuaca buruk di Selat Sunda.
“Kalau sudah masuk tol, daripada menunggu di dalam antrean panjang, diharapkan dapat keluar (tol) dulu, juga di rest area terdekat sambil menunggu informasi update untuk lanjut ke Merak,” kata Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi kepada Kompas.com, Jumat (19/12/2025).
Leganek meminta kepada masyarakat yang akan menggunakan jasa penyebrangan Merak-Bakauheni untuk bersabar karena keselamatan penumpang lebih penting. “Kita harus bersabar, karena situasinya tidak menentu. Yang penting keselamatan. Lebih baik tertahan sebentar di jalan daripada memaksakan,” ujar dia.
Persiapan ASTRA Tol Tamer untuk Musim Nataru
Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) memprediksi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 lalu lintas harian rata-rata meningkat 3 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Oleh karena itu dalam rangka menyambut kepadatan lalu lintas selama periode libur Nataru 2025/2026, ASTRA Tol Tamer telah melakukan berbagai upaya peningkatan layanan.
Langkah tersebut bertujuan demi mendukung perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi pengguna jalan. Direktur ASTRA Tol Tamer, Rinaldi, menjelaskan bahwa berbagai upaya peningkatan layanan yang telah dilakukan itu seperti perawatan perkerasan jalan melalui kegiatan rekonstruksi dan pelapisan ulang aspal di sejumlah titik sepanjang ruas Tol Tangerang-Merak, baik arah Jakarta maupun arah Merak.
Ia mengatakan, hal itu telah dilaksanakan sejak beberapa bulan sebelumnya, guna memastikan kondisi jalan dalam keadaan mantap dan laik operasi. Tak hanya itu, dari sisi layanan transaksi, ASTRA Tol Tamer juga menyiagakan tambahan 27 mobile reader 9 gardu tandem secara situasional di gerbang tol yang berpotensi mengalami kepadatan.
“Hal itu akan didukung dengan 15 personel layanan transaksi serta teknisi sistem tol yang bersiaga 24 jam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025). “Sementara pada layanan lalu lintas, petugas operasional disiagakan penuh selama periode Nataru dan terus berkoordinasi dengan Kepolisian Jalan Raya (PJR) kepolisian wilayah, serta Dinas Perhubungan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan,” jelasnya.
Rinaldi juga menyampaikan bahwa optimalisasi dilakukan pada fasilitas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). “Kami memastikan kesiapan rest area, baik dari sisi kapasitas parkir yang dapat dibuka secara situasional, maupun pemenuhan fasilitas pendukung seperti toilet gratis, SPBU, serta fasilitas ibadah agar pengguna jalan dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan Nataru,” ucap Rinaldi.
Ia lantas memperkirakan bahwa puncak arus mudik lalu lintas kemungkinan akan terjadi pada tanggal 19 Desember 2025 dan 24 Desember 2025. Sedangkan untuk puncak arus balik lalu lintas diperkirakan akan terjadi pada tanggal 4 Januari 2026.
Rinaldi mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari waktu-waktu puncak arus mudik, wisata, maupun arus balik Nataru, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, saldo uang elektronik mencukupi, serta selalu memantau informasi lalu lintas dan rute alternatif. “Kondisi fisik pengemudi juga diimbau untuk tetap fit dan beristirahat cukup demi keselamatan bersama,” pungkasnya.










