"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kementan RI Akui Tiga Varietas Padi Gogo Unggul Lokal Bangka

Padi Gogo Lokal Kabupaten Bangka Diakui Kementan RI

Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) resmi mengakui tiga varietas unggul lokal padi gogo atau padi ladang asal Kabupaten Bangka. Tiga dari empat varietas yang diajukan oleh Kabupaten Bangka berhasil lolos sebagai varietas unggul lokal. Ketiga varietas tersebut adalah Raden, Mayang Pasir, dan Damel.

Pengakuan ini disampaikan dalam sidang tim penilai varietas tanaman pangan yang juga pernah menjadi pemulia utama Balai Besar Padi pada sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan pada Rabu (26/11) di Wisma Cipayung Kementan RI, Bogor, Jawa Barat. Tim penilai terdiri dari 12 orang dan menjadikan Kabupaten Bangka sebagai satu-satunya daerah yang memiliki tiga varietas lokal yang diakui Kementan di seluruh Provinsi Bangka Belitung.

Setelah proses pelepasan varietas tersebut, diharapkan akan ada program pengembangan dan rencana produksi yang dilakukan oleh daerah pengusul. Dengan demikian, tidak berhenti sampai proses pelepasan saja, tetapi akan dikembangkan sehingga perjuangan pemerintah daerah dalam hal ini bermanfaat bagi petani padi gogo atau ladang.

Keberhasilan yang Memuaskan

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah, yang ikut hadir sebagai tim penyaji makalah saat sidang evaluasi dan penilaian tersebut mengaku sangat gembira dengan hasil yang sudah ditunggu masyarakat Kabupaten Bangka.

Menurutnya, perjuangan panjang yang selama ini dilakukan terbayarkan dengan pengumuman hasil sidang bahwa tiga varietas lokal padi ladang lulus penilaian dan siap dilepaskan oleh Kementerian Pertanian. “Tentunya ini kabar yang menggembirakan, perjuangan kita membuahkan hasil,” kata Syarli Nopriansyah, Sabtu (29/11).

Lanjut dia, dengan diakuinya tiga varietas lokal Bangka ini, petani ke depannya tidak perlu khawatir lagi akan kekurangan benih. Ia berharap hal ini dibarengi dengan pertambahan luasan tanam padi ladang di Kabupaten Bangka. “Kemungkinan akan ada pelatihan kepada petani untuk penangkaran benih sehingga kita tidak perlu lagi takut kekurangan benih. Ini juga salah satu upaya kita melestarikan sumber daya lokal kita, ke depan anak cucu kita akan selalu ingat bahwa di Kabupaten Bangka ada benih padi yang namanya Raden, Mayang Pasir dan Damel,” ucapnya.

Apresiasi dari Petani

Dirinya turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Kabupaten Bangka yang selama ini telah mendukung dan berdoa untuk kelancaran proses pelepasan varietas padi ladang lokal Bangka. “Terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat Kabupaten Bangka untuk doa dan dukungannya. Kami tidak akan bisa sampai ke titik ini tanpa dukungan para pihak terutama dari seluruh masyarakat Bangka,” ujarnya.

Diakui tiga varietas padi ladang lokal Bangka oleh Kementan RI ini pun turut disambut gembira oleh para petani padi ladang. Pasalnya selama ini, untuk memperoleh benih padi lokal mereka harus menyimpan hasil panen atau meminjam dari petani lain. Hal ini tentunya merupakan kendala yang selalu dihadapi setiap kali tiba musim tanam. Akibatnya bagi petani yang baru mau memulai tanam atau untuk menanam dalam skala luasan besar tidak bisa dilakukan.

Pengalaman Petani Lokal

Eko, Ketua Kelompok Tani Tumbuh Harapan Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat mengatakan, bertanam padi ladang merupakan kebiasaan yang dilakukan warga Mendo sejak dahulu. Sebagai ketua kelompok, dirinya pun tiap tahun tidak pernah absen menanam padi ladang, saat ini padi ladang yang ditanamnya adalah varietas Damel. “Tiap tahun kami tanam padi ladang dan selalu menggunakan benih lokal. Untunglah, padi lokal kita sudah diakui, kami sangat gembira. Ke depan, teman-teman kami yang mau tanam padi ladang, tidak perlu khawatir tidak ada benih,” ujar Eko.

Senada, Cik Pri, Anggota Kelompok Tani Ilek Jerambah Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat mengatakan, saat ini ia sedang menanam padi ladang varietas Mayang Pasir. Setiap tahun jika tidak terkendala adanya benih, maka penanaman padi ladang merupakan rutinitas yang dilakukan setiap tahun. “Kalau memang padi lokal kita sudah diakui berarti ke depannya kami bisa terus menanam padi ladang. Mayang Pasir ini rasa nasinya enak dan gampang menanamnya, tapi karena kadang benihnya tidak ada makanya saya tidak menanam varietas ini tiap tahun,” tutur Cik Pri.

Komarudin, Anggota Kelompok Tani Berkah Tani, Desa Puding Kecamatan Puding Besar mengaku, juga setiap tahun menanam padi ladang. Saat ini, ia sedang menanam padi ladang varietas Radin seluas 3 ha. “Kami menyambut baik upaya Dinas Pertanian dalam melestarikan padi ladang lokal kita. Berita baik, pusat sudah mengakuinya. Karena memang selama ini kita tidak pernah menanam padi ladang yang bukan varietas lokal Bangka. Kalau nanti benihnya banyak, pasti akan kita tanam, mungkin bisa lebih luas lagi penanamannya,” jelasnya.




Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *