Kegiatan Evaluasi Akhir Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha di Sanggar Molek
Kegiatan evaluasi akhir Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diikuti oleh 19 peserta digelar di pusat pelatihan Sanggar Molek, Kampung Nagrog, Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian pelatihan yang telah berlangsung selama sebulan sebelumnya.
Menurut Yeti Kusmayati, penanggung jawab kegiatan, acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama 32 hari. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan soal terkait materi yang sudah diajarkan sebelumnya, yang harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan praktik merias pengantin selama 120 menit atau 2 jam.
Yeti berharap bahwa ilmu yang didapat oleh peserta dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha sendiri, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. Ia juga berharap bahwa ilmu yang diperoleh selama pelatihan bermanfaat bagi para peserta.
Sementara itu, Rita Novita, SP, salah satu anggota dewan juri, menjelaskan kriteria penilaian yang meliputi cara mengaplikasikan make up dan pemasangan asesories yang tepat, khususnya cara pemasangan siger Sunda. Ia berharap peserta mampu memahami teori dan tata cara merias pengantin, terutama dalam pemasangan siger.
Ia juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan perempuan agar memiliki keterampilan yang bisa meningkatkan penghasilan. Rita berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan, guna meningkatkan ekonomi masyarakat dan menciptakan usaha baru.
Popong Carminah, SM, yang juga menjadi dewan juri, menambahkan bahwa selain make up, busana yang dikenakan juga penting diperhatikan. Menurutnya, tata rias wajah dan balutan busana serta aksesori harus senada atau matching. Popong juga menyebutkan bahwa minat generasi muda terhadap dunia tata rias cukup tinggi. Ketidakterikatan waktu menjadi salah satu alasan, karena job merias tidak dilakukan setiap hari, hanya pada event-event tertentu, namun tetap memiliki penghasilan.
Siti Rohimah, salah satu peserta pelatihan, merasa bangga dan senang bisa mengikuti pelatihan tata rias pengantin ini. Ia mengaku lebih memahami tata cara merias pengantin yang baik dan profesional. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Sanggar Molek dan Pemerintah melalui Kemendikdasmen Vokasi yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
Pada kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, karena menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta. Dalam kegiatan puncak ini, semua peserta tampak antusias dan percaya diri dalam mempraktekan ilmu yang telah mereka pelajari.
Sebagai informasi tambahan, para peserta mendapatkan sertifikat pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa peserta telah mampu dan akan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Manfaat Pelatihan dan Harapan Peserta
Pelatihan yang diadakan oleh Sanggar Molek memberikan banyak manfaat bagi peserta. Selain memperluas pengetahuan tentang tata rias pengantin, peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih secara langsung. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan praktis mereka.
- Pelatihan ini memberikan dasar-dasar yang kuat dalam bidang tata rias.
- Peserta belajar cara mengaplikasikan make up dengan benar.
- Mereka juga diajarkan teknik pemasangan aksesori, termasuk siger Sunda.
- Dengan sertifikat yang diberikan, peserta memiliki bukti resmi atas kemampuan mereka.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk bertemu dengan instruktur dan dewan juri yang berpengalaman. Interaksi ini sangat berharga dalam proses pembelajaran dan pengembangan karier.
Harapan besar diarahkan kepada peserta agar dapat menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari. Banyak dari mereka memiliki impian untuk membuka usaha sendiri, seperti salon atau menjadi make up artist profesional. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberikan peluang untuk masa depan yang lebih cerah.











