"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

KDM Beri Uang Cuti Rp1,4 Juta untuk Tukang Becak di Cirebon

Ratusan Tukang Becak di Kabupaten Cirebon Menerima Bantuan Rp 1,4 Juta

Sebanyak ratusan tukang becak di Kabupaten Cirebon menerima bantuan sebesar Rp 1,4 juta menjelang arus mudik Lebaran 2026. Bantuan tersebut diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai kompensasi agar para pengemudi transportasi tradisional bisa beristirahat sementara selama periode mudik dan arus balik.

Pada acara yang digelar di Mapolsek Gempol, Sabtu (14/3/2026), kedatangan Dedi Mulyadi disambut antusias oleh warga meski lokasi sempat diguyur hujan ringan. Sejumlah anggota kepolisian terlihat berjaga mengawal rombongan gubernur yang mengenakan pakaian putih lengkap dengan ikat kepala khas Sunda.

Suasana semakin ramai ketika Dedi Mulyadi memasuki area gedung dan dikerumuni warga serta media yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel dan kamera. Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, yang meninjau langsung pemberian kompensasi tersebut.

Di dalam ruangan, sejumlah pejabat dan aparat kepolisian duduk berjajar di belakang meja panjang yang telah disiapkan. Tak lama kemudian, acara penyerahan bantuan pun dimulai. Dedi Mulyadi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah tukang becak yang hadir. Ia terlihat berinteraksi langsung dengan warga sambil memegang mikrofon dan amplop bantuan.

Dedi menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan agar para pengemudi transportasi tradisional seperti becak, angkot, andong, maupun ojek dapat beristirahat selama masa Lebaran tanpa kehilangan penghasilan. “Untuk ngetem angkot, ngetem becak, ngetem andong, ojek, sehingga dengan bantuan ini mereka bisa ‘cuti’ dulu tadi bahasanya, selama menjelang Idulfitri,” ujar Dedi saat diwawancarai media.

Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,4 juta per orang. Menurutnya, program bantuan tersebut menyasar ribuan pengemudi transportasi tradisional di seluruh Jawa Barat. “Se-Jawa Barat ada 5.000, tapi barusan nanti ada tambah-tambahan nanti kita cover dengan dana yang lain,” kata dia.

Sementara itu, untuk wilayah Cirebon sendiri tercatat sebanyak 557 tukang becak yang menerima bantuan tersebut. Perwakilan Dinas Perhubungan menyebut jumlah penerima di Cirebon mencapai ratusan orang. “Lima ratus lima puluh tujuh orang,” jawab petugas Dishub.

Dedi menambahkan bahwa jumlah tersebut masih berpotensi bertambah setelah proses pendataan lanjutan. “Tapi nanti ada tambah-tambahan,” ujarnya.

Program tersebut juga mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi yang turut menilai kebijakan itu membantu para pengemudi becak sekaligus mendukung kelancaran arus mudik. “Ini sangat membantu semuanya. Tadi saya sampaikan bahwa tugas di lapangan menjaga kelancaran Idulfitri ini, kelancaran dan kenyamanan, dan juga membantu para pengemudi becak. Selama masa Lebaran ini mereka bisa beristirahat dan juga bisa mendapatkan bantuan dari Pak Gubernur,” ucap Dudy.

Ia menilai program tersebut merupakan inisiatif yang patut diapresiasi. “Ini merupakan program yang sangat baik dari Pak Gubernur, kami sangat mengapresiasi Bapak Gubernur,” kata dia.

Selain itu, Dudy juga mengungkapkan bahwa arus mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) mulai mengalami peningkatan. Namun kenaikan volume kendaraan masih belum terlalu signifikan. “Memang masih ada peningkatan tapi belum terlalu tinggi. Tadi saya baca dari laporan Jasa Marga ada peningkatan sampai dengan 14 persen,” katanya.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret mendatang. “Kalau dari survei, kemungkinan akan terjadi arus puncak tanggal 18. Tapi kami mengharapkan karena adanya program Work From Anywhere, masyarakat yang akan melakukan mudik bisa memilih tanggal-tanggal lain supaya tidak terjadi kemacetan,” ujarnya.

Ia juga memastikan perbaikan jalan di jalur Pantura terus dilakukan untuk menjamin keselamatan para pemudik. “Tadi laporan dari PU sudah diperbaiki jalur-jalur Pantura ini. Sifatnya penambalan-penambalan, agar yang penting tidak terjadi jalan yang bolong-bolong dan berlubang,” ucap Dudy.

Sebelumnya, sebanyak 557 tukang becak di Kabupaten Cirebon memang telah disiapkan menerima dana kompensasi menyusul rencana pelarangan operasional becak selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Mida Aftiyani mengatakan pihaknya telah melakukan proses verifikasi data untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. “Nanti ada kompensasi untuk abang-abang tukang becak,” ujar Mida saat diwawancarai media.

Ia menjelaskan proses verifikasi dilakukan dengan ketat, termasuk meminta calon penerima melampirkan foto e-KTP serta foto bersama becak milik mereka. “Foto dengan becaknya untuk meminimalisasi potensi kecurangan di lapangan,” jelasnya.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran di wilayah Cirebon tetap lancar, sementara para tukang becak tetap mendapatkan perhatian melalui bantuan kompensasi dari pemerintah daerah.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *