"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Kesalahan Serius SPPG Pantai Batung HST Kalsel Dihentikan Sementara, Viral di Media Sosial

Penutupan Sementara SPPG Pantai Batung, Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Sebuah keputusan penting diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantai Batung, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Keputusan ini dilakukan setelah munculnya dugaan adanya penyajian makanan yang tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 605/D.TWS/02/2026 tanggal 26 Februari 2026. Surat ini menyatakan bahwa penghentian sementara operasional SPPG Pantai Batung dilakukan sebagai tindakan evaluasi dan pembenahan standar keamanan pangan.

Penghentian ini dilakukan setelah viralnya berita mengenai menu MBG yang diduga menyediakan makanan tidak layak konsumsi. Dalam laporan tersebut, BGN menyebutkan adanya temuan makanan seperti buah jeruk yang benyek dan kentang berlendir yang didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Surat tersebut juga merujuk pada laporan dari Koordinator Regional dan Kepala SPPG serta hasil investigasi lapangan. Selain itu, keputusan ini juga dipengaruhi oleh pertimbangan pimpinan terkait dugaan Kejadian Menonjol (KM).

Langkah-Langkah untuk Mencegah Keracunan Makanan

Untuk memastikan keamanan makanan, BGN menyarankan beberapa langkah penting yang harus diperhatikan oleh para penerima manfaat MBG:

  • Lihat, Cium, Sentuh, Cicip: Metode ini membantu memastikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi.
  • Periksa Kondisi Fisik (Uji Organoleptik): Pastikan makanan segar, tidak berubah warna, dan tidak berjamur.
  • Cium Aroma: Pastikan aroma khas bahan makanan asli dan tidak menyengat atau asam.
  • Sentuh Tekstur: Hindari makanan yang teksturnya licin atau berair karena menandakan adanya mikroba.
  • Pengecekan Waktu: Pastikan makanan dikonsumsi maksimal 6 jam setelah dimasak.
  • Pemisahan Kemasan (Food Tray): Lauk panas harus dipisah dari sayur/buah dingin agar tidak cepat basi.
  • Kebersihan Diri: Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyantap makanan.
  • Cicipi Sedikit: Sebelum dimakan seluruhnya, cicipi sedikit untuk memastikan rasa tidak aneh atau pahit.

Jika menemukan makanan yang sudah berlendir, berbau tidak sedap, atau rasanya tidak layak, segera laporkan ke tim pengawas pangan sekolah dan jangan dikonsumsi.

Penyebab Umum Keracunan MBG

Keracunan makanan pada program Santap Makan Bergizi Gratis (MBG) umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Kontaminasi Bakteri: Seperti Salmonella, E. coli, dan Bacillus cereus akibat higienitas buruk.
  • Pengolahan Makanan Terlalu Dini: Makanan sering dimasak terlalu dini dan dibungkus saat masih panas, menciptakan uap air yang mempercepat pertumbuhan bakteri.
  • Waktu Distribusi: Jarak waktu yang terlalu lama antara makanan dimasak hingga dikonsumsi (seringkali lebih dari 4 jam) memungkinkan kuman berkembang biak.
  • Kualitas Bahan Baku: Penggunaan bahan baku yang kurang segar (seperti ayam/sayur yang sudah tidak layak) atau bahan baku yang dibeli terlalu lama sebelum diolah.
  • Kurangnya Pengawasan (Dapur): Banyak dapur (SPPG) yang belum tersertifikasi laik higiene sanitasi.
  • Kontaminasi Wadah: Penggunaan wadah makanan yang tidak sesuai (food grade) atau kurang bersih bisa melepaskan logam berat saat bereaksi dengan panas atau asam makanan.

Upaya Pencegahan yang Harus Dilakukan

Upaya pencegahan memerlukan standar ketat mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian langsung (hangat) untuk memastikan keamanan makanan bagi siswa.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *