Berita Populer Sumbar: Erupsi Gunung Marapi, Akses Jalan Malalak–Bukittinggi Dibuka Kembali, dan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Padang–Sicincin
Erupsi Gunung Marapi Malam Ini, Kolom Abu Tidak Teramati
Gunung Marapi, yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Minggu (22/2/2026) malam. Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 21.07 WIB. Meski demikian, kolom abu tidak teramati secara visual.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, dalam laporan tertulis menyampaikan bahwa erupsi berlangsung selama sekitar 23 detik. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 3,9 milimeter.
Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah gunung. Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran lahar dingin, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi.
Bagi warga yang terdampak hujan abu, disarankan menggunakan masker guna menghindari gangguan pada saluran pernapasan.
Akses Malalak–Bukittinggi Sudah Bisa Dilalui Roda Dua, Berlaku Tiga Waktu Operasional
Akses lalu lintas Malalak–Bukittinggi yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Hal tersebut disampaikan Camat Malalak, Ulya Satar, saat dikonfirmasi pada Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, akses yang sebelumnya terputus berada di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam. Pembukaan akses telah dilakukan sejak Jumat (20/2/2026), namun jalur tersebut sementara ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
“Untuk kendaraan roda empat dan ke atasnya, belum dapat melintasi lokasi tersebut,” ujarnya. Kendaraan roda dua pun hanya diperbolehkan melintas pada tiga waktu tertentu, yakni sebelum pukul 08.00 WIB, pukul 12.00–13.00 WIB, serta pukul 17.00 WIB. Di luar waktu tersebut, pengendara diminta tidak melintasi kawasan itu.
Ulya menegaskan, pembukaan akses ini masih bersifat sementara. Material tanah dan bebatuan sisa longsor masih terdapat di lokasi sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pembatasan waktu ini diterapkan sebagai langkah pengendalian lalu lintas dan mitigasi risiko di titik rawan.
Sebelumnya, akses jalan di kawasan Malalak kembali terputus akibat tanah terban dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan badan jalan ambrol hingga separuh ke bawah, terutama di perbatasan Malalak Timur dan Malalak Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menjelaskan kondisi terparah terjadi pada titik tanah terban. “Yang Malalak itu bukan hanya longsor, tapi ada tanah terban tepatnya di perbatasan Malalak Timur dan Malalak Selatan. Artinya badan jalan itu sudah habis ke bawah,” ujar Rahmad.
Rahmad juga mengingatkan kondisi semakin berisiko karena hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut. Untuk sementara, masyarakat diminta tidak melewati jalur Malalak dan menggunakan jalur alternatif Padang–Bukittinggi via Padang Panjang.
Kini, setelah upaya penanganan dilakukan, akses sudah bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua dengan pengaturan waktu tertentu. Masyarakat diminta tetap berhati-hati dan mematuhi aturan yang berlaku saat melintasi jalur tersebut.
Hutama Karya Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Padang–Sicincin KM 18+998
PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), akan menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Padang–Sicincin KM 18+998 pada 23–24 Februari 2026 pukul 09.00–15.00 WIB. Langkah ini terkait pekerjaan pemasangan balok jembatan (erection girder) Interchange Lubuk Alung.
Selama rekayasa lalu lintas, pengguna jalan dari Gerbang Tol Padang menuju Gerbang Tol Kapalo Hilalang akan dialihkan melalui jalur detour, sedangkan arus dari Gerbang Tol Kapalo Hilalang menuju Gerbang Tol Padang akan menggunakan Jalan Nasional.
“Rekayasa ini untuk keselamatan pengguna jalan dan kelancaran konstruksi. Kami berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumbar, Satlantas Polres Padang Pariaman, BPJN Sumbar, dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar,” ujar Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya dalam keterangan resminya kepada wartawan Minggu (22/2/2026).
Jalur detour akan dilengkapi rambu-rambu, marka jalan, penerangan, serta petugas pengatur lalu lintas di titik-titik krusial. Hutama Karya juga menyosialisasikan informasi ini melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat mengetahui pengaturan arus dengan jelas.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan mematuhi arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tambah Mardiansyah.
Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin sepanjang 36 km telah beroperasi sejak 28 Mei 2025. Kehadiran Interchange Lubuk Alung diharapkan memperkuat aksesibilitas kawasan dan memangkas waktu tempuh dari 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol.










