Figar Wibowo, Sosok yang Dikenal Humble dan Berpegang pada Agama
Figar Wibowo (39), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pengadilan Negeri (PN) Tais, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalinbar Seluma, Kelurahan Talang Dantuk, Rabu pagi 18 Februari 2026 sekira pukul 07.30 WIB. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat humbel dan ramah dalam bergaul. Rekan kerjanya mengungkapkan bahwa Figar adalah orang yang selalu menjaga ketaatan terhadap agamanya.
Kepribadian Figar Wibowo yang Menarik Perhatian
Angga Berlian, seorang satpam di PN Tais, merasa kehilangan atas kepergian Figar Wibowo. Ia mengatakan bahwa Figar dikenal sebagai sosok yang tidak memilih dalam bergaul dan selalu bersikap baik kepada semua orang. “Rasa tidak percaya kami bang. Tidak ada firasat, tidak ada tanda-tanda bang Figar akan mengalami musibah naas seperti ini,” ujar Angga.
Menurut Angga, Figar memiliki kebiasaan salat lima waktu yang tidak pernah lalai, bahkan juga rutin melaksanakan solat dhuha. Setiap ada waktu, ia selalu menyapa dan memberikan nasehat yang baik untuk kebaikan. Salah satu nasehat yang paling berkesan adalah agar gaji jangan dihabiskan, tetapi ditabung untuk membeli aset masa depan. Ia juga selalu mengingatkan agar tetap taat dalam menjalankan ajaran agama.
“Dimata kami anggota Satpam, pak Figar ini sosok panutan. Nasehat yang almarhum sampaikan sangat-sangat berkesan dan akan selalu kami ingat,” kata Angga.
Tangis Keluarga Saat Pemakaman
Tangis pecah saat jenazah almarhum Figar Wibowo (39) warga Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pekan Sabtu, Kota Bengkulu, Rabu (18/2/2026) sore. Sebelumnya, Figar Wibowo (39) tewas dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di ruas Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Kelurahan Talang Dantuk, Seluma, pada Rabu (18/2/2026) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB.
Sekitar pukul 16.33 WIB korban telah dikuburkan, keluarga dan teman yang hadiri mendoakan korban, sembari menaburi bunga di kuburan almarhum. Pihak keluarga tak bisa menahan tangis, saat melihat ke arah kuburan almarhum.
Kehidupan Figar di Lingkungan RT 26
Ketua RT 26 Perumahan Griya Duta Kemiling, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Adrian mengatakan malam ini 18 Februari 2026 akan dilaksanakan takziah malam pertama. “Malam ini akan dilaksanakan takziah malam pertama, sampai malam ketiga, nanti juga untuk akta kematian diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Adrian.
Almarhum dikenal sebagai warga yang supel dan mudah bergaul di lingkungan RT 26. Ia juga kerap mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan RT 26, setiap tahun juga almarhum juga rutin memberikan sumbangan untuk membeli takjil bagi Masjid di lingkungan sekitar rumah.
“Almarhum ini dikenal supel dan mudah bergaul dengan masyarakat sini, setiap tahun almarhum selalu menyumbang masjid untuk membeli takjil saat bulan ramadan,” jelas Adrian.
Kronologi Kejadian
Kondisi jalan rusak dan bergelombang di ruas Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Kelurahan Talang Dantuk, Seluma, Bengkulu kembali memakan korban jiwa. Seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Pengadilan Negeri Tais meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu oleh permukaan jalan yang tidak rata.

Korban Figar Wibowo (39) warga Kelurahan Bajak, Kota Bengkulu meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di ruas Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Kelurahan Talang Dantuk, Seluma, pada Rabu (18/2/2026) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB. Kasat Lantas Polres Seluma Iptu Arief Abdullah menuturkan korban tidak terselamatkan dalam peristiwa tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Kondisi Jalinbar di Seluma saat ini banyak rusak dan bergelombang, ditambah lagi badan jalan sempit. Jadi jangan pernah lengah saat sedang berkendara, selalu waspada dan patuhi rambu yang ada,” sampai Arief Abdullah.
Peristiwa Laka lantas bermula saat korban Figar Wibowo melaju dari arah Kota Bengkulu mengendarai sepeda motor Honda CRF BD 5451 IM. “Kejadiannya tadi pagi sekira pukul 07.30 WIB, di Jalinbar Kelurahan Talang Dantuk Kecamatan Seluma,” terang Arief saat dikonfirmasi.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), dengan kondisi jalan bergelombang, sepeda motor korban terjatuh. “Saat korban terjatuh ini, dari arah berlawanan melaju mobil Daihatsu Sigra BD 1890 PA yang dikendarai Nopri Arizan (43) warga Desa Lunjuk Kecamatan Seluma Barat, hingga korban terlindas,” jelas Kasat Lantas.
Korban Alami Geger Otak
Korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia di TKP. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Informasi awal menyebutkan korban mengalami gegar otak berat. Helm yang dikenakan korban dilaporkan rusak akibat benturan keras.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di wilayah Seluma dalam beberapa waktu terakhir. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan. Usai diperiksa tim medis RSUD Tais, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Kota Bengkulu.
Sementara kendaraan yang terlibat lakalantas telah diamankan ke Mapolres Seluma. “Olah TKP telah kita lakukan, saksi-saksi juga telah kami mintai keterangan untuk memproses lebih lanjut perkara ini,” sampai Arief Abdullah.
Kasat Lantas mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat berkendara. Pengendara diminta menjaga jarak aman saat mengikuti kendaraan lain serta memperhatikan situasi ketika akan mendahului kendaraan.










