"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pemilik Uang Rp 100.000 di TPS Terungkap, Polisi Buru Sumbernya

Penemuan Cacahan Uang di TPS Liar Kampung Serang

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait asal usul uang cacahan yang ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Kabupaten Bekasi. Uang yang ditemukan tersebut telah dipastikan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai uang asli.

Kentus adalah sosok pertama yang membawa karung-karung berisi uang cacahan ke TPS tersebut. Kejadian ini mengejutkan publik setelah ditemukan uang kertas rupiah Rp 100 ribu di kawasan TPS liar Kampung Serang, Kabupaten Bekasi.

Sosok Diduga Pemilik Uang Cacahan

Setelah mendapatkan inisial dan kronologi awal, polisi mulai mendalami kasus tersebut. Sosok diduga pemilik uang cacahan tersebut adalah seseorang dengan inisial F, yang disebut oleh Kentus, saksi mata pengangkut pertama kali uang tersebut.

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah menyampaikan bahwa Kentus, seorang pengusaha yang memiliki armada untuk mengangkut sampah, merupakan orang yang membawa sampah ke lokasi tersebut. “Dia hanya pemilik armada yang mengangkut sampah ke lokasi,” ujar Usep.

Menurut hasil penyelidikan sementara, Kentus memperoleh sampah dari seorang pria dengan inisial F yang bekerja di TPA Bantargebang.

Hubungan dengan Bank Indonesia

Hingga saat ini, polisi masih menunggu arahan resmi dari Bank Indonesia terkait penanganan sisa cacahan uang yang masih berada di TPS liar tersebut. “Kami menunggu petunjuk dari BI apakah yang masih di lokasi nanti akan diangkut kembali. Namun, 21 karung yang saat ini diamankan di polsek akan kami serahkan ke Bank Indonesia,” ujar Usep.

Usep menjelaskan bahwa penemuan cacahan uang rupiah kertas tersebut merupakan kejadian pertama di wilayah hukum Polsek Setu. “Ini baru pertama kali terjadi. Untuk keberadaannya dan asal-usulnya masih terus kami dalami berdasarkan keterangan yang ada,” katanya.

Pemilik lahan TPS liar tidak mengetahui isi karung-karung tersebut sejak awal. Selama ini, lahan tersebut digunakan untuk menampung sampah rumah tangga yang kemudian disortir guna memilah material yang masih memiliki nilai ekonomis.

Keterangan Bank Indonesia

Bank Indonesia menyatakan bahwa pemusnahan uang dilakukan secara rutin setiap tahun dan telah diatur dalam prosedur operasional standar (SOP). Terkait temuan ini, BI juga sedang melakukan investigasi internal.

“Dari BI disampaikan bahwa pemusnahan uang memang dilakukan setiap tahun dan sudah ada SOP-nya. Namun terkait temuan ini, pihak BI juga sedang melakukan investigasi secara internal,” kata Usep.

Perwakilan dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia telah turun langsung ke lokasi dan melakukan pengecekan. Hasilnya, BI memastikan bahwa cacahan uang yang ditemukan merupakan uang rupiah asli yang berasal dari limbah pemusnahan resmi Bank Indonesia.

Polsek Setu juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Badan Intelijen Negara (BIN), untuk memastikan status dan keaslian cacahan uang tersebut.

Situasi di Lokasi TPS Liar

Saat ini, polisi melakukan pengamanan di sekitar lokasi TPS liar tersebut. “Saat ini kami mengamankan lokasi untuk pendalaman dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pecahan uang tercecer di permukaan tanah, mulai dari pecahan Rp 2.000, Rp 50.000, hingga Rp 100.000. Cacahan uang tersebut dipotong sangat halus dengan ukuran sekitar 2–5 milimeter dan dikemas dalam karung berwarna putih.

Usep menambahkan bahwa Bank Indonesia belum dapat memastikan jumlah total cacahan uang yang sempat tercecer di lokasi tersebut karena diduga sudah berada di TPS liar sejak sekitar enam bulan lalu.

Namun demikian, sebanyak 21 karung telah diamankan di Polsek Setu, sementara sekitar tujuh karung masih berada di lokasi TPS liar dan menunggu tindak lanjut dari pihak Bank Indonesia.




Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *