"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Profil Kezia Syifa, Putri Tangerang yang Jadi Tentara Amerika

Profil Kezia Syifa, Perempuan Tangerang yang Kini Jadi Tentara Amerika Serikat

Kezia Syifa adalah seorang perempuan asal Tangerang, Banten yang kini menjadi tentara Amerika Serikat (AS). Ia merupakan putri dari keluarga yang tinggal di Maryland, AS sejak pertengahan 2023. Kezia kini aktif sebagai anggota National Guard, pasukan cadangan militer AS yang memiliki peran ganda sebagai kekuatan negara bagian dan federal.

National Guard terdiri dari dua bagian utama, yaitu Garda Nasional Angkatan Darat dan Garda Nasional Udara. Total personelnya mencapai sekitar 450.000 orang yang bekerja secara paruh waktu. Menurut keterangan ibunya, Safitri, Kezia bertugas di bagian administrasi (office) National Guard. Ia menjalani tugasnya sebagai Automated Logistical Specialist (MOS 92A), yang melibatkan pengelolaan logistik, stok gudang, distribusi peralatan, dan pemeliharaan suku cadang untuk operasional militer.

Kezia Syifa bisa bergabung dengan militer AS karena keluarganya memegang Green Card. Green Card, atau Kartu Penduduk Tetap (Permanent Resident Card), adalah dokumen resmi dari pemerintah AS yang memberikan status penduduk tetap legal kepada warga negara asing. Pemegang Green Card boleh tinggal, bekerja, dan belajar secara permanen di AS tanpa batas waktu, meski belum menjadi warga negara AS.

Pemegang Green Card juga bisa memiliki properti, mengakses layanan sosial tertentu, dan bepergian keluar-masuk AS, tapi harus memperbarui kartu setiap 10 tahun dan melaporkan alamat ke USCIS. Selain itu, mereka wajib membayar pajak dan bisa bergabung dengan militer AS, seperti yang dilakukan oleh Kezia Syifa.

Gaji yang Bakal Diperoleh Kezia Syifa

Setelah bergabung dengan Maryland Army National Guard pada 2025, Kezia Syifa menjalani pelatihan pengembangan diri dengan pangkat Spesialis (E-4). Gaji yang diberikan kepada anggota Garda Nasional mencakup seluruh waktu yang dihabiskan dalam pelatihan. Umumnya, pemula akan menjalani latihan rutin (drill) sekitar dua hari sebulan terlebih dahulu, lalu ditambah dua minggu Pelatihan Tahunan (Annual Training) setiap tahunnya.

Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di Amerika Serikat mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta dengan kurs rupiah). Angka ini setara dengan:

  • $2.922 (Rp49,5 juta) per bulan.
  • $674 (Rp11,4 juta) per minggu.
  • $16,86 (Rp285 ribu) per jam.

Bagi prajurit seperti Syifa, angka ini merupakan pendapatan dasar yang masih bisa berkembang pesat seiring dengan kenaikan pangkat, tingkat pendidikan, dan masa bakti. Faktor-faktor seperti MOS (Spesialisasi Okupasi Militer), lokasi penempatan, dan pengalaman lapangan menjadi kunci utama dalam mendongkrak pendapatan tersebut.

Selain gaji pokok, menjadi anggota Garda Nasional menawarkan berbagai keuntungan finansial yang signifikan, antara lain:

  • Tunjangan Perumahan: Bagi mereka yang memiliki tanggungan (keluarga), tersedia tunjangan tempat tinggal tambahan.
  • Keuntungan Pajak: Pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok. Bonus atau pendapatan tambahan saat bertugas di luar negeri seringkali bebas pajak (tax-exempt).
  • Status Tugas Aktif: Setiap kali dikerahkan untuk pelatihan tahunan atau misi khusus, prajurit dibayar penuh dengan standar Active Duty.

Viral dan Diduga Korban AI

Kezia Syifa menjadi viral setelah pertemuan antara dirinya dengan sang ibu di bandara. Dalam video itu, keluarganya tampak bahagia. Sejak videonya tersebar, sosok Kezia Syifa pun viral. Namun, Kezia diduga menjadi korban kecanggihan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Muncul video yang diduga diedit menggunakan AI mirip Kezia, yang menarasikan seolah-olah Kezia memberikan keterangan soal statusnya yang kini menjadi tentara Amerika Serikat (AS).

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *