Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Singkawang
Warga Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) mengeluhkan kesulitan dalam mencari gas elpiji 3 Kilogram. Masalah ini mulai terjadi sejak awal Januari 2026. Akibatnya, harga “gas melon” di tingkat pengecer meningkat tajam hingga mencapai Rp 25.000, jauh di atas harga eceran tertingginya yang seharusnya hanya Rp 18.500.
Surya, warga Perumnas Roban Singkawang Tengah, mengungkapkan bahwa meskipun harganya mahal, banyak orang tetap berebut membeli gas tersebut. Ia bahkan menitipkan tabung gas kosong di warung agar bisa langsung membawa pulang saat stok tersedia.
Penyebab Keterlambatan Distribusi
Salah satu pangkalan gas di Singkawang Tengah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengalami keterlambatan pengiriman dari agen. Namun, sejak akhir tahun lalu, jumlah pembelian oleh warga meningkat. Stok dianggap normal, tetapi begitu ada stok, langsung diserbu oleh masyarakat.
Berdasarkan data Pertamina, sejak awal Januari 2026, pasokan sebanyak 26.826 tabung gas 3 kg per hari telah digelontorkan ke Kota Singkawang. Namun, terdapat kendala dalam pendistribusian gas karena faktor cuaca yang membuat kapal pengangkut elpiji terhambat sandar di Pontianak.
Sales Branch Manager Kalbar 1 Fuel Pertamina, Irsan Firdaus Ghasani, menjelaskan bahwa elpiji sempat mengalami keterlambatan masuk ke pusat pangkalan di Kalbar karena kapal pengangkut tidak bisa bersandar di depo terminal Pertamina untuk proses bongkar muat akibat cuaca.
Selain kendala distribusi, kondisi ini diperparah oleh fenomena pembelian berlebih (over buying) oleh masyarakat. Ada keadaan di mana warga melakukan over buying ketika mendengar kabar gas langka, hal ini tentu tidak baik untuk ketersediaan stok di lapangan.
Pertamina Belum Pastikan Kapan Situasi Normal
Terkait fenomena kelangkaan gas di lapangan yang dialami masyarakat, Irsan belum bisa memastikan kapan kondisi normal akan kembali sepenuhnya. Namun, ia memastikan Pertamina akan terus memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai perencanaan distribusi.
Pertamina juga menambah stok dan memperketat monitoring terhadap agen dan pangkalan. Irsan menegaskan bahwa pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan penyimpangan di lapangan. Monitoring rutin dilakukan setiap bulan, dan jika ditemukan agen atau pangkalan yang melakukan pelanggaran distribusi, akan langsung diberi sanksi.
Berdasarkan data Disdaginkop & UKM, Kota Singkawang memiliki dua SPBE, sembilan agen elpiji 3 kg, dan 195 pangkalan yang tersebar di lima kecamatan. Setiap hari, SPBE PT AKA menyalurkan 9 Load Order (LO) atau sekitar 5.040 tabung untuk tujuh agen di Kota Singkawang.
Medsos Wali Kota Diserbu Warga
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, seusai meninjau operasional SPBE di Kota Singkawang meminta warga untuk tidak panik dan tenang. Sebelumnya, Wali Kota mengaku terus mendapat pesan dari masyarakat terutama melalui kanal medsosnya, di mana sejumlah netizen menyuarakan kelangkaan gas bersubsidi tersebut.
“SPBE sudah menyampaikan bahwa kuota sesuai. Hanya saja kemarin pengangkutan elpiji mengalami gangguan teknis, sehingga distribusi terlambat,” jelasnya. Pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang Imlek dan Ramadhan agar kelangkaan tidak terulang dan harga tetap terkendali sesuai HET.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan energi, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri yang diprediksi akan meningkatkan konsumsi masyarakat.
Langkah Pemkot untuk Menjaga Ketersediaan Gas
Sekda Singkawang, Dwi Yanti, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran resmi sebagai langkah antisipasi. Dalam edaran tersebut, pemkot melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri menggunakan gas elpiji 3 kg. “Kami juga meminta perusahaan besar, sektor industri, hingga restoran untuk tidak menggunakan gas subsidi ini agar alokasinya tepat sasaran bagi masyarakat tidak mampu,” kata Dwi Yanti.
Ia berharap upaya kolaboratif antara Pertamina dan Pemkot ini dapat segera memulihkan stabilitas pasokan di masyarakat. “Kami akan terus memantau perkembangan distribusi di lapangan hingga situasi benar-benar kondusif,” pungkasnya.










