"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Hujan deras picu longsor di Tabanan, rumah dan sekolah tertimpa, ini pernyataan BPBD Bali

Bencana Alam di Bali: Tanah Longsor dan Banjir Berdampak pada Warga

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menjelaskan bahwa hujan yang terjadi di Kabupaten Tabanan menyebabkan tanah longsor di Banjar Anggasari Kelod, Desa Munduktemu, Pupuan. Akibat kejadian tersebut, dilaporkan 2 rumah rusak, 2 Kepala Keluarga (KK) yang berjumlah 7 orang mengungsi, serta nihil korban jiwa.

BPBD Tabanan telah melakukan assessement di lapangan dan rencananya warga terdampak akan diungsikan. Sejumlah kerusakan dilaporkan pasca terjadi longsor di Tabanan, antara lain jalan di Desa Munduktemu dan Desa Sanda tertutup material longsoran. Senderan di SMPN 4 Pupuan jebol, serta jembatan penghubung Desa Kebon Padangan dengan Desa Munduk Temu putus akibat banjir bandang.

Tanah longsor juga menimpa 1 rumah warga di Banjar Kubu, Pupuan serta 1 rumah warga di Dauh Tukad. Bahu jalan jebol di Desa Delod Ceking, Selemadeg Barat. Selain itu, terjadi tanah longsor di Padangan Kangin, Pupuan, yang menimpa 2 rumah warga.

Sementara untuk Kabupaten Buleleng, terjadi banjir di Desa Sepang, Busungbiu, dengan ketinggian genangan sekitar 50 sentimeter (cm). Senderan SMPN 3 Sepang jebol. Jalan jebol karena air sungai meluap juga terjadi di Jalan Raya Titab menuju SDN 4 Pucaksari, Batumegaang, Pucaksari, Kecamatan Busungbiu.

Tanah longsor menutupi akses jalan di Desa Tista, Busungbiu. Pohon tumbang menutupi akses jalan di Desa Subuk, Busungbiu. Pohon tumbang juga menimpa rumah warga di Desa Lemukih, Sawan dan pohon tumbang terjadi di Desa Mengening, Kubutambahan. Dari seluruh kejadian tersebut dilaporkan nihil korban jiwa.

Kabupaten Jembrana dilaporkan banjir di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, dengan ketinggian genangan mencapai 1 meter. Sebanyak 16 KK terdampak, nihil korban jiwa.

Informasi BMKG menunjukkan adanya Peringatan Dini Hujan tanggal 15 Januari 2026 dengan status waspada untuk Kabupaten Badung, Gianyar, Jembrana, Klungkung, dan Tabanan. Status Siaga diberlakukan untuk Kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem, sementara Peringatan Dini Angin Kencang terjadi di Badung, Denpasar, Klungkung, Tabanan, Bangli, Buleleng, Karangasem, Gianyar, dan Jembrana.

Per 15 Januari 2025, update Bibit Siklon Tropis 96S menunjukkan peluang rendah untuk menjadi Siklon Tropis dalam periode 24 jam ke depan. Bibit Siklon 96S akan berdampak gelombang laut tinggi 1,25 – 2,5 meter di Selat Bali bagian selatan dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali, Jawa Timur, dan NTB.

Jalan Penghubung Dua Desa di Busungbiu Jebol

Jalan penghubung dua desa di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng tergerus akibat diterjang banjir pada Kamis (15/1) malam. Kerusakan jalan ini mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Jalan yang tergerus merupakan penghubung Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab menuju Banjar Dinas/Desa Pucaksari.

Total panjang jalan yang tergerus mencapai 60 meter, di mana badan jalan amblas sedalam tiga meter. Hanya menyisakan sedikit badan jalan yang bisa dilintasi pejalan kaki. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan pihaknya telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng untuk segera melakukan perbaikan.

Sebab ruas jalan ini sangat vital sebagai satu-satunya penghubung dua desa, serta akses menuju SDN 4 Pucaksari. “Besok (hari ini) Dinas PUTR mulai bekerja agar akses jalan yang putus bisa kembali dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya usai meninjau lokasi kerusakan jalan, Jumat (16/1).

Sutjidra menegaskan perbaikan ruas jalan ini merupakan upaya jangka pendek, agar akses jalan minimal bisa dilintasi sepeda motor. Tentu dibutuhkan penanganan lanjutan untuk bisa kembali dilewati kendaraan roda empat. Namun penanganan butuh waktu, mengingat kerusakan yang cukup parah dan panjang.

Menanggapi potensi ancaman serupa di sisa musim penghujan yang masih panjang, Bupati Sutjidra menyebutkan langkah pencegahan jangka menengah. Permasalahan utama disebutkannya adalah aliran air yang menyimpang. “Nanti itu akan ditangani dari atas. Sehingga nanti juga di daerah ini akan diperlebar,” jelasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa pemerintah sudah berkomunikasi dengan pemilik lahan setempat untuk memanfaatkan lahannya guna mengalihkan aliran air. “Itu salah satu alternatifnya untuk mengantisipasi, memang airnya dari atas cukup besar,” kata Sutjidra.

Dampak Bencana di Wilayah Kecamatan Busungbiu

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Busungbiu, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda mengatakan kerusakan ruas jalan penghubung Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab menuju Banjar Dinas/Desa Pucaksari merupakan dampak paling parah. “Sejak kemarin aktivitas warga terganggu. Kendaraan roda empat tidak bisa keluar karena hanya menyisakan jalan setapak saja,” ucapnya.

Walaupun merupakan akses satu-satunya, Agus Tri mengatakan warga di Desa Pucaksari tidak terisolir. Sebab akses jalan ini masih bisa dilalui namun dengan jalan kaki. “Sebenarnya sepeda motor bisa melintas, tapi kami tidak menyarankan karena jebolnya sudah parah,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, secara umum dampak bencana di wilayah Kecamatan Busungbiu tersebar di 14 titik. Di mana dampak bencana didominasi tanah longsor. Seperti di wilayah Desa Sepang Kelod, Desa Dadap Putih tanah longsor menutup ruas jalan setempat. Walau demikian sudah dilakukan pembersihan material.

“Kalau yang di Dapdap Putih itu kemarin karena masih hujan, maka belum bisa ditangani. Selain juga tidak ada alat berat. Namun pembersihan material sudah dilakukan pagi ini, menggunakan alat berat milik relawan. Sehingga saat ini sudah bisa dilintasi,” ujarnya.

Di Desa Pucaksari dan Desa Dadap Putih ada longsor yang menimpa rumah warga. Namun sudah ditangani secara gotong-royong. “Di Desa Subuk ada pohon tumbang dan tiang listrik roboh. Itu juga sudah ditangani PLN, BPBD, kecamatan dan masyarakat setempat,” sebutnya.

Tak hanya menyebabkan kerusakan pada fasilitas pribadi, dampak bencana juga menyebabkan kerusakan tempat ibadah berupa Pura Yeh Sakti, Desa Pucaksari akibat air bah.

Bendesa Adat Pucaksari, Made Widana menyebutkan bencana tersebut mengakibatkan tembok penyengker pura sepanjang 10 meter jebol dihantam air bah. Tak hanya itu, Bale Pawedan di area pura juga ikut tergerus derasnya aliran air.

Widana menyebutkan, luapan air berasal dari seberang pura yang merupakan tukad mati. Namun, derasnya debit air saat hujan membuat aliran sungai meluap dan menghantam tembok penyengker pura hingga roboh.

Usai kejadian, krama adat langsung dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan area pura. Ketebalan lumpur yang terbawa arus bah bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa.

“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan, terutama untuk renovasi dan pemulihan bangunan pura agar aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan normal,” tandasnya.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *