"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Fakta Baru Kasus Pelecehan Remaja 14 Tahun di Pasangkayu Meningkat Jadi 13 Orang

Penangkapan 13 Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Remaja di Pasangkayu

Polres Pasangkayu telah menangkap sebanyak 13 pelaku dugaan kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 14 tahun. Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya adalah pria dewasa dan 9 lainnya merupakan remaja. Selain itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti seperti pakaian dan karung yang diduga digunakan dalam tindakan tidak terpuji tersebut.

Kasus ini terungkap setelah kakek korban mencurigai cucunya keluar dari semak-semak di pinggir pantai bersama seorang pria. Setelah melihat kejadian tersebut, kakek korban langsung memberitahu orang tua korban. Dari percakapan dengan anaknya, korban akhirnya mengakui bahwa ia telah mengalami kejadian tidak menyenangkan. Ia juga menyebutkan nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Laporan resmi dari pihak keluarga kemudian disampaikan ke aparat kepolisian pada 13 Maret 2026. Dari laporan tersebut, penyidik langsung melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti. Kasus ini pun berkembang hingga menetapkan beberapa orang sebagai tersangka, serta masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Modus Pelaku Beragam

Dari fakta-fakta yang diungkap oleh kepolisian, modus para pelaku beragam. Beberapa di antaranya memberikan iming-iming uang, sementara yang lain mengajak korban berteman agar bisa memanfaatkan korban. Aksi para pelaku diduga terjadi sejak tahun 2024 hingga 2026 di beberapa lokasi di wilayah Pasangkayu.

Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Eru Reski, menjelaskan bahwa barang bukti yang diamankan berupa pakaian dan benda lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Di lokasi terakhir yang diduga menjadi tempat terjadinya peristiwa, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti satu baju lengan panjang, satu celana panjang, satu baju lengan pendek, satu celana pendek (short), satu miniset, serta serat karung yang digunakan sebagai alas.

Barang bukti tersebut ditemukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan penyidik. Barang bukti diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk dilakukan pemeriksaan forensik guna memperkuat pembuktian dalam perkara.

Penyelidikan Terus Dilakukan

Eru menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan, termasuk mencari kemungkinan adanya barang bukti tambahan di lokasi lain. Penyidik memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur, termasuk rencana pra-rekonstruksi untuk memperjelas rangkaian kejadian.

Penyidik juga terus mendalami keterangan yang ada, sehingga kasus ini bisa dituntaskan secara lengkap. Proses penyidikan ini dilakukan dengan hati-hati dan cermat, guna memastikan keadilan bagi korban dan kebenaran dalam kasus ini.

Lokasi Kejadian di Semak Blukar

Korban ditemukan keluar dari area semak blukar di pinggir pantai. Kakek korban melihat cucunya diikuti oleh seorang pria yang kemudian dicurigai. Ia merasa ada yang tidak wajar dan segera menyampaikan temuannya kepada orang tua korban.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh ibu korban dengan melakukan konfirmasi langsung kepada anaknya. Dari percakapan tersebut, korban akhirnya mengakui telah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan dan menyebutkan sejumlah nama yang diduga terlibat.

Menindaklanjuti pengakuan tersebut, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian. Laporan resmi itu menjadi awal dari proses penyelidikan yang kini tengah berjalan.

Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, Iptu Eru Riski, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti. Laporan dari pihak keluarga menjadi dasar kami dalam melakukan penyelidikan hingga kasus ini terungkap.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *