Pengenalan Fitur Akun yang Dikelola Orang Tua di WhatsApp
WhatsApp baru saja meluncurkan fitur terbaru yang dikenal sebagai akun yang dikelola orang tua (parent-managed accounts). Fitur ini dirancang khusus untuk memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua atau wali dalam mengawasi penggunaan aplikasi oleh anggota keluarga yang masih berusia pra-remaja. Peluncuran fitur ini dimulai secara bertahap pada Maret 2026.
Fitur ini dikembangkan dengan masukan dari keluarga dan para ahli, dengan tujuan memungkinkan orang tua atau wali untuk menyiapkan akun WhatsApp bagi pra-remaja, disertai kontrol baru yang membatasi pengalaman penggunaan hanya pada aktivitas berkirim pesan dan panggilan. Proses penyiapan akun ini dilakukan dengan menyandingkan perangkat yang diperuntukkan bagi anggota keluarga dengan perangkat milik orang tua secara bersamaan guna menautkan kedua akun tersebut.
Setelah proses pengaturan selesai, akun sepenuhnya berada di bawah kendali orang tua atau wali, yang berwenang menentukan siapa saja yang dapat menghubungi akun tersebut serta grup mana yang boleh diikuti. Selain itu, orang tua juga dapat meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal serta mengelola pengaturan privasi akun. Semua kendali dan pengaturan privasi tersebut diamankan dengan PIN khusus orang tua pada perangkat yang dikelola, sehingga hanya orang tua yang dapat mengakses dan mengubah pengaturan privasi WhatsApp yang bersangkutan.
WhatsApp menilai fitur ini hadir sebagai respons terhadap peran aplikasi yang kian sentral dalam kehidupan keluarga modern. Sejak awal, WhatsApp telah menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga, mulai dari berbagi kabar pencapaian besar kepada keluarga besar, memantau rencana kegiatan sepulang sekolah, hingga sekadar memberi tahu orang tua bahwa anak telah tiba di rumah dengan selamat. Peluncuran fitur ini akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Seiring proses peluncuran yang berlangsung secara gradual, WhatsApp menyatakan terbuka terhadap masukan dari pengguna demi terus mengembangkan platform menjadi cara paling aman dan privat bagi keluarga untuk terhubung satu sama lain.
Target Pengguna dan Persyaratan
Fitur akun terkelola diperuntukkan bagi pengguna berusia di bawah 13 tahun, atau di bawah batas usia minimum yang berlaku di negara atau wilayah masing-masing untuk menggunakan WhatsApp. Proses penyiapan wajib dilakukan oleh orang tua atau wali yang telah berusia 18 tahun atau lebih, dengan syarat perangkat anak menggunakan WhatsApp versi terbaru untuk iPhone maupun Android.
Tahapan Penyiapan Akun
Proses penyiapan fitur ini dimulai dari perangkat anak. Orang tua mengunduh WhatsApp Messenger melalui Google Play Store atau Apple App Store, kemudian memilih opsi “Buat akun yang dikelola orang tua”. Selanjutnya, nomor telepon anak didaftarkan dan diverifikasi, diikuti dengan pengisian tanggal lahir untuk konfirmasi usia.
Setelah tahap awal selesai, proses dilanjutkan dari perangkat orang tua dengan memindai kode QR yang tampil di perangkat anak. Pada tahap ini, orang tua diwajibkan memverifikasi status kedewasaan mereka sekaligus membuat PIN enam digit yang berfungsi sebagai kunci akses pengaturan akun anak. PIN tersebut bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada anak. Proses penyiapan diselesaikan dengan memasukkan PIN orang tua di perangkat anak, setelah itu akun terkelola siap digunakan.
Kontrol dan Pengawasan Orang Tua
WhatsApp merancang sejumlah fitur kontrol yang dapat dimanfaatkan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak. Dalam hal pengelolaan kontak, orang tua berwenang menentukan siapa saja yang diizinkan menghubungi anak, memutuskan grup mana yang boleh diikuti, serta meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal.
Dari sisi pengaturan privasi, akun terkelola dilengkapi dengan konfigurasi bawaan yang disesuaikan dengan usia pengguna. Hanya orang tua yang dapat mengakses dan menyesuaikan pengaturan tersebut berdasarkan kebutuhan keluarga masing-masing. Selain itu, orang tua juga mendapatkan notifikasi aktivitas secara berkala, mencakup informasi seperti penambahan kontak baru oleh anak, pengaktifan pesan sementara dalam obrolan grup, hingga pemberitahuan perubahan penting seperti pemblokiran atau pelaporan kontak, serta pertumbuhan keanggotaan grup yang diikuti anak.
Seluruh akses terhadap pengaturan akun anak dilindungi oleh PIN orang tua yang wajib dibuat saat proses penyiapan awal, guna memastikan bahwa hanya orang tua atau wali yang berwenang melakukan perubahan pada akun terkelola tersebut.
Cara Mengunduh WhatsApp di Telepon Anak
Sebagai orang tua, Anda bisa mengunduh WhatsApp dan menyiapkan akun yang dikelola orang tua untuk anak Anda. Unduh WhatsApp Messenger di Google Play Store atau Apple App Store di perangkat anak. Pilih bahasa, lalu ketuk “Setuju dan lanjutkan”. Ketuk “Opsi lainnya” dan pilih “Buat akun yang dikelola orang tua”.
Daftar dan verifikasi nomor telepon anak. Masukkan tanggal lahir anak dan konfirmasi usianya. Catatan: Tergantung persyaratan hukum di tempat Anda tinggal, toko aplikasi dari Apple atau Google mungkin membagikan rentang usia anak Anda kepada kami. Jika ingin mempelajari selengkapnya atau merasa bahwa rentang usia yang salah dibagikan kepada kami, Anda bisa mengunjungi pusat bantuan Apple atau Google, atau memeriksa pengaturan perangkatnya.
Ketuk “Lanjut” untuk menautkan ke akun orang tua. Tautkan ke akun anak dari telepon Anda. Pindai kode QR yang ditampilkan di perangkat anak dengan kamera telepon, lalu ketuk tautan yang akan membawa Anda ke WhatsApp. Catatan: Jika belum memiliki akun WhatsApp, Anda akan diminta mengunduh WhatsApp Messenger di Google Play Store atau App Store.
Ketuk “Setuju dan lanjutkan”. Memverifikasi bahwa Anda adalah orang dewasa. Buat PIN orang tua 6 digit. PIN ini diperlukan untuk mengakses dan mengubah pengaturan privasi anak dan tidak boleh dibagikan dengan anak. Konfirmasikan PIN orang tua > Lanjut. Ketuk “Selesai” dan selesaikan penyiapan akun di perangkat anak.
Selesaikan penyiapan akun di perangkat anak. Masukkan PIN orang tua. Ketuk “Lanjut”.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











