Kontroversi Steven Wongso dan Hujatan Netizen terhadap Penjual Martabak Manis
Konten kreator Steven Wongso mendadak menjadi sorotan publik setelah mengunggah video yang menyebut para penjual martabak manis memiliki banyak dosa. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari netizen, bahkan beberapa pedagang martabak manis sampai mem-blacklist dirinya di warung mereka.
Dalam konten tersebut, Steven Wongso menyoroti kandungan gula yang tinggi dalam martabak manis. Ia menyebut bahwa makanan ini bisa berdampak buruk pada kesehatan, bahkan menyamakan martabak dengan narkoba karena efek bahayanya. Ia juga meminta para penjual untuk lebih memperhatikan kandungan gula dalam dagangan mereka, dengan harapan di tahun 2026 lebih banyak makanan sehat yang dijual.
Pernyataan Steven Wongso langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen merasa tidak setuju dengan pendapatnya, sementara sebagian lainnya mendukungnya karena kekhawatiran akan kesehatan masyarakat. Bahkan, beberapa pedagang martabak manis memberi peringatan kepada netizen bahwa Steven Wongso dilarang membeli martabak di warung mereka.
Komentar Nicky Tirta terhadap Steven Wongso
Nicky Tirta, seorang aktor sekaligus chef yang memiliki bisnis martabak, juga ikut memberi komentar. Dalam unggahan Instagramnya, ia menyindir Steven Wongso dengan mengatakan, “Daripada TANTRUM, mendingan beli Martabak Manis! Jangan lupa extra butter pake keju melelehhhh.. YUMMMMMMYYYY.” Meskipun tidak menyebut nama lengkap Steven, komentar Nicky menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pendapat konten kreator tersebut.
Asal Usul Martabak Manis dari China
Martabak manis atau terang bulan ternyata memiliki asal usul dari China. Menurut Notty J. Mahdi, peneliti batik peranakan China, martabak manis sering dikaitkan dengan filosofi budaya China. Bentuknya yang bulat melambangkan bulan purnama, dan biasanya hanya dijual saat festival bulan penuh.
“Kita kan selalu bilang (kue terang bulan) itu martabak manis. Waktu pergi ke China, saya baru tahu ternyata (martabak manis) itu asalnya dari China,” ujar Notty dalam sebuah acara.
Selain itu, Notty menjelaskan bahwa martabak manis juga dipercaya memiliki makna baik karena bentuknya yang bulat. Masyarakat China percaya bahwa bentuk bulat melambangkan kelengkapan dan keberuntungan. Selain itu, martabak manis juga sering dikaitkan dengan kecantikan, terutama bagi perempuan.
“Biasanya, yang jualan martabak manis bulat itu selalu perempuan, cantik. Jadi (usahanya) paling ramai,” ujar Notty. Ia juga menambahkan bahwa selama periode bulan purnama, pasar di China akan ramai oleh pedagang martabak manis beserta pelanggannya. Setelah masa tersebut berakhir, penjualan martabak manis pun berhenti hingga tahun depan.
Makna Budaya dan Tradisi Martabak Manis
Martabak manis tidak hanya menjadi makanan favorit di Indonesia, tetapi juga memiliki makna budaya yang dalam. Dalam tradisi China, martabak manis sering disajikan sebagai simbol keharmonisan dan kebahagiaan. Selain itu, martabak manis juga memiliki kaitan dengan ritual tertentu, seperti festival kue bulan (mooncake).
Di Indonesia, martabak manis sangat populer dan sering dijadikan camilan khas. Namun, tak semua orang tahu bahwa makanan ini berasal dari China. Dengan penjelasan Notty J. Mahdi, kita dapat memahami lebih dalam tentang asal usul dan makna dari martabak manis yang sering kita nikmati.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











