Neymar Jr disebut kehilangan motivasi untuk tampil di Piala Dunia 2026 karena tidak memiliki semangat yang sama seperti Ronaldo “Kuncung” atau Ronaldo Nazario.

Pernyataan ini disampaikan oleh mantan penyerang Timnas Brasil, Luizao. Ia mengkritik kondisi yang dialami oleh Neymar, menyoroti bahwa pemain Santos itu tampak tidak bersemangat dalam memperkuat tim nasional.
Luizao mengisyaratkan bahwa Neymar tidak ingin pergi ke Piala Dunia 2026. Ia membandingkan Neymar dengan Ronaldo Nazario, yang menjadi rekan seperjuangannya di Piala Dunia 2002. Bagi masyarakat Brasil, mengenakan seragam kuning adalah kebanggaan dan dambaan. Terlebih lagi, ada harapan dari 200 juta jiwa Brasil yang ingin melihat tim mereka menjadi juara Piala Dunia.
Namun, belakangan ini muncul pertanyaan terkait Neymar Jr. Sebagai legenda hidup Brasil, ia telah mencetak 79 gol sebagai top scorer sepanjang masa. Selama ini, Neymar menjadi bagian penting dalam tim nasional dengan mencapai posisi keempat di Piala Dunia 2014 dan masuk perempat final secara beruntun pada edisi 2018 dan 2022.
Sayangnya, saat ini Neymar jauh dari kondisi fisik yang ideal. Ia terakhir kali membela Tim Samba pada 18 Oktober 2023 saat melawan Uruguay. Kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya, sehingga belum lama ini ia belum mendapat panggilan memperkuat Timnas Brasil di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Ancelotti sendiri menyatakan bahwa dirinya masih membuka pintu bagi Neymar Jr, dengan syarat kondisi fisiknya kembali fit. Hal ini membuat komitmen Neymar mulai dipertanyakan. Semakin dekatnya Piala Dunia 2026, Luizao mengisyaratkan bahwa Neymar tidak lagi memiliki motivasi yang dibutuhkan untuk memimpin negaranya di panggung dunia.
Selain itu, Neymar juga diklaim tidak memiliki daya juang seperti legenda Brasil, Ronaldo Nazario. Jika kita kembali ke tahun 2002, situasi yang dialami Ronaldo sangat berbeda. Saat itu, Ronaldo datang ke Korea-Jepang dengan kondisi lutut yang rusak dan karier yang dianggap hancur oleh banyak dokter. Ia juga dibayangi kegagalan Brasil di final Piala Dunia 1998 setelah kalah dari Prancis. Namun, Ronaldo memiliki satu hal yang kini diragukan ada pada Neymar: obsesi.
Ronaldo tidak hanya ingin bermain, ia ingin menaklukkan dunia untuk menghapus kenangan buruk dari final 1998. Akhirnya, Ronaldo membuktikan bahwa dirinya masih tangguh dan sukses membawa Brasil menjadi juara dunia untuk kelima kalinya di Piala Dunia 2002.
Kontras inilah yang menjadi inti masalah bagi Neymar. Di saat Ronaldo menggunakan rasa sakitnya sebagai bahan bakar, Neymar seringkali terlihat terjebak dalam putus asa dan frustrasi.
“Menurut saya, Neymar tidak ingin pergi ke Piala Dunia,” kata Luizao dalam program Juara Dunia bersama Galvao di saluran N Sports.
“Ayolah, Galvao, kalau kita benar-benar menginginkannya, seperti Ronaldo dulu.”
“Saya akan menemui pelatih untuk bicara, dan pelatih pun akan menemuinya.”
“Kalau kita benar-benar menginginkannya, kita akan berjuang untuk mendapatkannya,” pungkas Luizao.











