Kecelakaan Bus DAMRI di Jalan Penyeladi, Satu Korban Meninggal dan 25 Luka-Luka
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan 25 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini menimpa bus DAMRI dengan kode 5249 yang sedang melintasi jalan tersebut.
Korban Meninggal Dunia adalah Martini
Martini (54 tahun), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, menjadi korban tunggal kecelakaan tersebut. Jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka di Jalan MT Haryono, Gang Wiyata 2, Kapuas Kanan Hulu, Sintang.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, hadir langsung untuk menyampaikan belasungkawa pada Senin 6 April 2026. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban. Dengan wajah penuh empati, ia menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kematian Martini.
“Ini juga warga kita. Saya turut berbela sungkawa,” ucap Bala sambil melayat.
Martini bukan sosok biasa bagi keluarganya. Ia pernah menjadi staf di SMA Negeri 2 Sintang sebelum menjabat sebagai ASN di laboratorium kesehatan provinsi. Dedikasinya dalam dunia pelayanan publik membuat kepergiannya meninggalkan luka yang mendalam.
Perjalanan yang Berubah Menjadi Tragedi
Perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas menuju Pontianak berubah menjadi tragedi. Bus DAMRI dengan kode 5249 berangkat dari Sintang sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sekitar pukul 13.50 WIB, saat melintas di Jalan Raya Penyeladi, bus tersebut mengalami kecelakaan hingga terbalik dan nyaris masuk ke Sungai Kapuas.
Dalam insiden itu, 29 penumpang berada di dalam bus. Sebanyak 25 orang mengalami luka-luka, sebagian harus dirawat intensif di RSUD M Th Djaman Sanggau, bahkan ada yang dirujuk ke Pontianak. Sementara itu, Martini menjadi satu-satunya korban jiwa.
Pernyataan Bupati tentang Keselamatan Transportasi
Bupati Bala menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran serius bagi semua pihak, khususnya penyedia transportasi umum. “Keselamatan tidak boleh diabaikan. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.
Ia juga berharap hak-hak korban, termasuk santunan asuransi, dapat segera diproses oleh pihak terkait seperti kepolisian dan Jasa Raharja. Di sisi lain, Bala meminta adanya pembenahan menyeluruh dari pihak DAMRI, baik dari segi kondisi armada maupun sistem operasional.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya kompetensi sopir, terutama dalam menghadapi medan jalan yang berisiko. “Supir harus benar-benar memahami medan. Tidak boleh coba-coba,” ujarnya.
Penyelidikan Lebih Lanjut oleh Pihak Kepolisian
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada masalah pengereman yang tidak berfungsi optimal, namun hasil resmi masih menunggu olah TKP dari tim Polda.
Rekomendasi untuk Peningkatan Keamanan Transportasi
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait dalam menjaga keselamatan pengguna transportasi umum. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, pelatihan sopir, serta penerapan standar keselamatan yang ketat. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.











