Pembunuhan Ayah Kandung yang Menggemparkan Warga Bulukumba
Sebuah kejadian tragis terjadi di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang ayah, Idris Bin Hari (61), ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar rumahnya pada Sabtu (28/3/2026). Leher dan perut korban terluka parah. Kejadian ini mengejutkan warga setempat karena tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut.
Korban dibunuh saat sedang tertidur lelap. Dua pelaku, Syamsir (35) dan Mellanio (72), berkomplot untuk melakukan aksi tersebut. Kini, kedua pelaku telah diamankan oleh polisi. Mereka diduga memiliki rencana matang sebelum melakukan pembunuhan.
Kronologi Pembunuhan
Menurut Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, kronologi pembunuhan tersebut dimulai ketika Mellanio dan Syamsir datang ke rumah korban untuk bertamu. Setelah meninggalkan rumah, keduanya kembali pada malam hari. Saat korban sedang tertidur, mereka melakukan aksinya.
Mellanio memulai dengan melukai leher korban, sementara Syamsir menikam perut ayahnya. Setelah itu, keduanya kabur dan menghilangkan jejak. Polisi sempat kesulitan mengungkap pelaku, tetapi sidik jari yang ditemukan di lokasi menjadi petunjuk penting.
Motif Pembunuhan
Dalam pemeriksaan, Syamsir dan Mellanio mengungkapkan alasan mereka melakukan pembunuhan. Mellanio mengaku memiliki dendam terhadap korban karena pernah terlibat kasus pidana beberapa tahun lalu dan berselisih dengan korban. Sementara itu, Syamsir mengatakan bahwa ayahnya tidak mengakui dirinya sebagai anak kandung. Rasa sakit hati itulah yang membuatnya ikut membunuh sang ayah.
Kini, kedua pelaku menghadapi ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara. Mereka sedang menjalani penahanan di Mapolres Bulukumba.
Dendam yang Berdampak Buruk
Kejadian ini mengingatkan kita akan bahaya dari rasa dendam. Dendam bisa menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan gangguan fisik seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri lambung, dan sakit kepala.
Psikolog Seth Meyers menjelaskan bahwa menyimpan rasa dendam tidak hanya merugikan mental, tetapi juga kesehatan fisik. Menurutnya, orang yang selalu memikirkan hal negatif cenderung lebih rentan mengalami stres dan tekanan darah tinggi.
Pentingnya Memberi Maaf
Memberi maaf bukanlah tanda kelemahan, tetapi langkah bijak untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga. Ketika Anda merasa disakiti, cobalah untuk bicara secara terbuka dan jangan menyimpan rasa sakit terlalu lama. Ini bisa membantu Anda melupakan rasa sakit dan fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup.
Memaafkan mungkin sulit, tetapi dengan melupakan rasa sakit, energi negatif dalam diri Anda akan hilang. Hal ini bisa membuat Anda lebih tenang dan sehat secara keseluruhan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











