Kabar Mengejutkan dari Dude Harlino dan Alyssa Soebandono
Pasangan selebriti Indonesia, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono, kini tengah menjadi perhatian publik setelah dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan finansial yang menyeret PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pada hari Kamis, 2 April 2026.
Kasus ini terkait dengan kerugian besar yang dialami oleh ribuan korban, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp2,4 triliun. Jumlah korban diperkirakan mencapai 15 ribu orang. PT DSI, sebuah perusahaan fintech, diduga terlibat dalam praktik keuangan yang tidak transparan, sehingga menyebabkan banyak nasabah mengalami kerugian besar.
Peran Dude Harlino dan Alyssa Soebandono
Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Dirtipideksus Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa pemanggilan Dude Harlino dan Alyssa Soebandono terkait dengan peran mereka sebagai Brand Ambassador (BA) yang sebelumnya mempromosikan bisnis PT DSI. Meski hanya sebagai saksi, keterlibatan pasangan ini langsung menarik perhatian publik.
Kehadiran Dude dan Alyssa di Bareskrim pun menjadi sorotan. Foto dan video keduanya saat memasuki gedung kepolisian langsung viral di media sosial. “Keduanya akan dilakukan pemeriksaan dalam kapasitas sebagai saksi. Berdasarkan fakta penyidikan, diketahui pernah menjadi bagian dari kegiatan promosi bisnis PT DSI sebagai Brand Ambassador,” ujar Ade Safri kepada wartawan.
Penjelasan Dude Harlino Sebelumnya
Sebelum pemanggilan ini, Dude Harlino telah memberikan klarifikasi mengenai posisinya. Sejak PT DSI mengalami kesulitan pembayaran pada pertengahan 2025, ia merasa perlu menjelaskan bahwa keterlibatannya hanya sebatas kontrak promosi selama tiga tahun tanpa menyentuh ranah manajemen maupun operasional perusahaan.
Dude mengaku banyak menerima pesan dari para nasabah yang mengira dirinya memiliki kewenangan internal di perusahaan tersebut. “Posisi saya sebagai Brand Ambassador memang dibatasi kontrak. Saya tidak ada di dalam manajemen, tidak ikut operasional, tidak mengetahui detail mekanismenya,” tegas Dude di kawasan Tebet, Desember tahun lalu.
Tanggung Jawab Moral yang Dirasakan
Meskipun tidak terlibat secara teknis, suami Alyssa Soebandono ini mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral karena banyaknya nasabah yang merugi, termasuk para pensiunan. Berdasarkan data yang ia terima, terdapat ribuan anggota dengan dana tertahan yang sangat dibutuhkan untuk pendidikan hingga pengobatan.
“Harapan saya, ada solusi konkret agar pengembalian dana bisa tuntas. Saya memohon agar OJK dapat terus membantu memberikan arahan dan solusi,” pungkasnya.
Harapan untuk Solusi Konkret
Kini, keterangan pasangan suami istri ini sangat dinantikan penyidik untuk mendalami sejauh mana kegiatan promosi yang mereka lakukan memengaruhi minat belasan ribu korban tersebut.
Pemanggilan ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran brand ambassador dalam industri finansial. Meskipun hanya sebagai wajah promosi, keterlibatan mereka bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
Dengan adanya kasus ini, masyarakat kembali diingatkan untuk lebih waspada dalam berinvestasi, terutama dalam industri fintech yang semakin berkembang namun juga rentan terhadap praktik tidak transparan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











