"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Sherel Thalib Cari Masalah, Sunan Kalijaga Konfirmasi Salmafina Ditalak Taqy Malik Karena Legging

Klarifikasi Sunan Kalijaga Mengenai Polemik Legging yang Memicu Perceraian Salmafina dan Taqy Malik

Kisah perceraian antara Salmafina Sunan dan Taqy Malik kembali menjadi sorotan setelah adanya pernyataan dari pihak tertentu yang menyinggung isu lama. Dalam penjelasannya, Sunan Kalijaga, ayah dari Salmafina, memberikan klarifikasi mengenai kronologi kejadian yang berujung pada perceraian tersebut.

Perjalanan Keluarga ke Eropa

Sunan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat keluarganya melakukan liburan akhir tahun ke Eropa. Perjalanan ini meliputi beberapa negara seperti Italia, Belanda, Prancis, hingga Swiss. Saat berada di Swiss, kondisi salju yang tebal disebut menjadi awal mula masalah.



Saya tadinya enggak mau ngomong. Cuma karena ini harus diklarifikasi, ya. Saya sama keluarga saya, sama Salma, sama istri saya, sama adiknya Salma, Syahn. Pada saat itu sedang berlibur akhir tahun ke Eropa,”

Kebutuhan untuk Mengenakan Legging

Salmafina, yang ingin tetap memakai busana syar’i, mengalami kesulitan berjalan di salju setinggi lutut. Ia pun menyampaikan keinginannya kepada sang ayah.

“Salma bilang waktu itu, ‘Yah, aku ikut liburan tapi aku harus tetap mengenakan baju syar’i’. Saya bilang, ‘Enggak ada masalah’,”

Untuk menyesuaikan dengan kondisi cuaca ekstrem, Salmafina akhirnya menambahkan legging di balik pakaian syar’inya.

“Di situlah dia baru mengganti, mengganti bukan mengganti bajunya, tetap dia berhijab dengan pakaian syar’i, tapi menambahkan mengenakan legging,”

Menurut Sunan, langkah tersebut semata-mata demi kenyamanan sekaligus menjaga aurat saat beraktivitas di tengah salju.

“Untuk apa? Supaya ketika dia melangkah, mengangkat, berjalan di atas salju Swiss, ini yang buat yang paham-paham nih, Swiss saljunya kayak apa kalau enggak paham, search di Google,”

Ia bahkan menilai tanpa tambahan legging, situasi justru bisa menimbulkan masalah lain.

“Itu repot. Kalau mengenakan syar’i tanpa legging di dalamnya ya, itu bisa ke mana-mana nanti pahanya, betisnya. Main-main kita foto video, ya layaknya orang liburan lah, ya,”

Kejadian di Bandara

Setelah pulang dari perjalanan tersebut, Sunan mengingat momen ketika putrinya menangis di bandara.

“Nah, tiba-tiba anak saya nangis di airport. Saya ingat banget itu, anak saya nangis,”

Saat ditanya, Salmafina mengaku dimarahi karena foto dan video yang memperlihatkan dirinya mengenakan legging di Swiss.

“Katanya ‘gara-gara aku foto dan video di Swiss, pakai legging’,”

Hal itu membuat Sunan mempertanyakan letak kesalahan dari tindakan tersebut.

“Salahnya di mana, saya bilang?”

Persoalan Legging sebagai Pemicu Perceraian

Sunan menegaskan bahwa persoalan legging menjadi satu-satunya pemicu konflik yang berujung pada perceraian.

“Tidak ada persoalan yang lain kecuali masalah legging. Itu yang dipersoalkan,”

Ia juga menegaskan bahwa Salmafina sendiri yang meminta agar masalah tersebut tidak dibesar-besarkan, termasuk dalam proses hukum.

“Kenapa di gugatan, istilahnya di persidangan tidak diungkap? Karena memang Salma minta sama saya, ‘Yah, jangan ramai-ramai ya, ya. Aku tahulah Ayah tuh marah, enggak terima. Jangan ramai-ramai, aku mau cepat selesai, cepat semua putus’,”

Harapan Sunan Kalijaga

Di akhir pernyataannya, Sunan menyampaikan harapannya agar polemik ini tidak kembali diungkit oleh pihak mana pun.

“Enggak usah inilah, enggak usah senggol-senggol nanti udah siap nih. Jadi, siapapun yang bilang itu tidak benar itu hoaks, saya katakan, saya klarifikasi bahwa itulah yang kenyataannya,”

Ia juga menyatakan bahwa ia sebenarnya tidak ingin lagi menanggapi isu tersebut, namun merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi salah paham.

“Saya juga kan sebenarnya udah enggak mau lah, enggak mau menanggapi, tapi karena tadi ya saya harus ngomong. Itu yang sebenarnya. Karena tidak dimasukin ke pengadilan, penyebabnya karena memang ya saya sudah enggak kepengin ngebahas itu,”

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *