"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Makanan Warna-Warni untuk Kurangi Mikroplastik dalam Tubuh

Dampak Mikroplastik pada Kesehatan dan Lingkungan

Penggunaan plastik yang sangat tinggi di seluruh dunia telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam pencemaran mikroplastik dan nanoplastik. Berbagai laporan menunjukkan bahwa partikel-partikel kecil ini ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk udara, air, dan bahkan makanan yang dikonsumsi manusia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kesehatan manusia dan ekosistem.

Partikel hasil penguraian produk plastik bisa mengandung ribuan bahan kimia, seperti bisfenol A (BPA), phthalates (ftalat), dan per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS). Bahan-bahan tersebut dapat memicu risiko kesehatan serius. Beberapa studi menunjukkan bahwa BPA dapat memengaruhi perkembangan otak dan perilaku serta kesuburan. Ftalat bahkan diidentifikasi sebagai “racun reproduksi”, sedangkan PFAS dapat mengganggu metabolisme dan sistem kekebalan tubuh, fungsi hati, serta fungsi tiroid.

Untuk mengurangi konsumsi plastik dan menekan tebaran mikroplastik di lingkungan, berbagai kampanye dilakukan oleh organisasi-organisasi pemerhati lingkungan. Salah satu contohnya adalah riset Ecoton yang menemukan adanya mikroplastik di air ketuban 42 ibu melahirkan di Gresik. Selain itu, informasi visual tentang bahaya mikroplastik dalam air hujan Jakarta juga menjadi perhatian publik.

Antosianin sebagai Penangkal Mikroplastik

Di tengah situasi darurat mikroplastik, studi menemukan bahwa antosianin, yang terkandung dalam kacang-kacangan, buah, dan sayur warna-warni, memiliki khasiat untuk menangkal atau mengurangi risiko kesehatan dari mikroplastik. Literatur ilmiah berjudul “Exploring the potential protective role of anthocyanins in mitigating micro/nanoplastic-induced reproductive toxicity: A steroid receptor perspective” mengungkap bahwa antioksidan bersama antosianin mampu mengurangi dampak berbahaya mikroplastik atau nanoplastik pada sistem reproduksi.

Dalam literatur tersebut dijelaskan, senyawa ini dapat melindungi tubuh dari penurunan testosteron dan estrogen, penurunan jumlah dan kualitas sperma, disfungsi ereksi, serta kerusakan ovarium. “Antosianin telah menunjukkan potensi efek perlindungan terhadap toksisitas terhadap reproduksi yang disebabkan oleh mikroplastik,” tulis para penulis literatur yang tergabung dalam Jaringan Pangan dan Kesehatan Finlandia-Tiongkok.

Antosianin mampu membantu memulihkan produksi testosteron dengan melindungi sel leydig, sel yang bertanggung jawab terhadap produksi hormon testosteron. Sedangkan pada perempuan, mikroplastik dapat menyebabkan peradangan pada jaringan ovarium yang berdampak pada penurunan kadar estrogen dan hormon lainnya. Penelitian ini mengungkap, antosianin dapat melindunginya dari risiko-risiko tersebut.

“Sifat antioksidannya membantu menjaga fungsi ovarium dan berpotensi mempertahankan kesuburan, menyoroti potensi terapeutiknya dalam mengatasi kerusakan ovarium,” demikian tertulis dalam hasil risetnya.

Sumber-sumber Antosianin

Mengutip The Guardian, antosianin adalah antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga. Antosianin banyak ditemukan dalam kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Misalnya pada blueberry, kubis merah, wortel hitam, dan kentang ungu. Bila melansir EatingWell, blackberry, blackcurrant, elderberry, buah ceri, dan beras hitam bahkan memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dibandingkan blueberry.

Cara Menghindari Konsumsi Mikroplastik

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mencegah konsumsi tak sengaja mikroplastik. Melansir The New York Times, cara-cara yang dimaksud antara lain dengan mengurangi konsumsi dari air kemasan plastik, menghindari menyimpan makanan dalam wadah plastik, serta tidak memanaskan makanan atau minuman dalam plastik. Menghindari masuknya mikroplastik ke dalam tubuh juga dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kembali plastik sekali pakai untuk makanan dan minuman, serta menggunakan alat masak berbahan kayu atau bambu.

Cara lainnya, memanfaatkan filter air, rutin membersihkan ruangan dari debu untuk mengurangi mikroplastik di udara, serta membersihkan alat makan dan masak berbahan plastik secara manual. Sebab, suhu mesin pencuci piring rentan merusak plastik dan menyebabkan pelepasan mikroplastik.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *